oleh Lin Tan

Sejumlah kotak berisi surat kabar ‘Epoch Times’ di Kawasan Flushing, New York City baru-baru ini mengalami pengrusakan oleh mata – mata komunis Tiongkok beserta penghasutnya. Seorang pria ditangkap dan didakwa oleh polisi karena mengancam dan melecehkan warga yang melindungi surat kabar itu.

Belakangan ini, surat kabar ‘Epoch Times’ yang diletakkan di tepi jalan untuk konsumsi pembaca di Flushing, New York telah dicuri dan kotak-kotak untuk isi surat kabar dirobohkan. Bahkan dalam kotak diisi informasi yang menyerang ‘Epoch Times’ dan Falun Gong. Selain itu, sejumlah surat kabar Epoch Times dengan sengaja dibuang ke tanah. Sehingga terinjak-injak oleh pejalan kaki dan terlindas roda kendaraan yang melintas.

Kronologi kejadian pada 11 Mei lalu, di pintu masuk kereta bawah tanah Line 7 Flushing, seorang wanita etnis Tionghoa bernama Sun Tong, yang berusia 51 tahun melihat banyak surat kabar ‘Epoch Times’ berceceran di lantai karena dibuang orang. Wanita itu kemudian memungutnya dan memasukkan ke dalam kotak tempatnya.

Pada saat itu, seorang pria berbahasa Spanyol dengan tangan memegang sebilah pisau berjalan sambal mendekat. Pria itu melakukan gerakan seperti mau menusuk dirinya. Tak lama setelah menerima laporan, polisi datang untuk meringkusnya.

Manny Meighan, pria New York yang membawa pisau mengancam wanita etnis Tionghoa telah ditangkap polisi. (Sun Tong)

“Usai memungut, meletakkan koran-koran itu ke dalam kotak ‘Epoch Times’ dan hendak meninggalkan tempat tersebut, tiba-tiba datang seorang pria dengan suaranya yang kasar membuka lagi kotak lalu melempar koran-koran yang baru saja saya susun serta berteriak-teriak,” kata Sun Tong.

Sun Tong mengatakan : “Saya menggunakan bahasa Inggris sederhana ‘No ! Stop !’ mencoba untuk menghalaunya, tetapi ia terus berbicara dengan suara yang kasar dan keras, melihat saya selain tidak segera beranjak pergi bahkan tidak takut dengannya, ia mengeluarkan sebilah pisau kecil dan tajam, lalu melakukan gerakan seperti mau menusuk saya.”

Sun Tong meneriaki pria itu : “No ! Stop !” dan mengambil photonya. Mengetahui akan diambil foto pria tersebut segera menyembunyikan pisaunya, lalu mengangkat sebuah troli untuk belanja di sampingnya seakan hendak dilempar ke saya. “Saya bergerak mundur secara naluri, dan terus berteriak ‘No ! Stop !’ mencoba untuk menghentikannya,” kata Sun Tong.

Sun Tong mengatakan bahwa seluruh proses itu berlangsung selama sekitar 10 menit, setelah itu pria yang mengancamnya masuk ke dalam stasiun kereta bawah tanah. “Kejadian ini terlihat oleh 2 orang wanita dari etnis lain, setelah mereka mengambil foto kemudian melapor ke polisi, tak lama kemudian datanglah sekitar 10 orang polisi dan meringkus pria tersebut dengan borgol.”

Manny Meighan, pria New York yang membawa pisau mengancam wanita etnis Tionghoa telah ditangkap polisi. (Sun Tong)

Aparat kepolisian mengatakan pihaknya menemukan pisau dari saku celana pria. Setelah diselidiki, tersangka adalah Manny Meighan, 57 tahun, seorang gelandangan etnis Spanyol.

Polisi mengatakan bahwa kasus itu terjadi pada 11 Mei sekitar pukul 5.30 sore hari di persimpangan Burma Street dan Roosevelt Avenue, korban adalah seorang wanita etnis Tionghoa, berusia 51 tahun. Setelah mengambil koran yang dilemparkan ke tanah, tersangka mengambil koran yang baru dipungut korban lalu melemparkan lagi ke lantai. Korban kemudian menyampaikan kepada tersangka untuk menghentikan perbuatan seperti itu, tetapi tersangka malahan mengeluarkan pisau dan mengancam korban. Setelah polisi tiba di tempat kejadian, tersangka ditangkap dan pisau ditemukan di dalam saku celananya.

Surat kabar ‘The Epoch Times’ yang diletakkan di depan AT&T, tepi jalan antara Flushing Street dengan Roosevelt Road, New York. (Lin Dan/Epoch Times)

Polisi mengatakan Manny Meighan didakwa dengan melakukan pelanggaran Menacing 3rd degree, Criminal Possession Weapon 4th degree, dan Harassment 2nd degree.

Huang Wanqing, wakil pemimpin redaksi kantor pusat ‘Epoch Times’ mengatakan bahwa ‘Epoch Times’ adalah salah satu dari sedikit surat kabar berbahasa Mandarin yang tidak dikendalikan dan dipengaruhi oleh komunis Tiongkok.

Mata-mata komunis Tiongkok terus melakukan pelecehan dan mengganggu ‘Epoch Times’, terutama ketika peristiwa besar terjadi.

2 hari kemudian Sun Tong diwawancarai di tempat kejadian. Gambar menunjukkan situasi ia diancam oleh pria yang menggenggam pisau hendak menikamnya. (Lin Dan/Epoch Times)

Tahun lalu, sejak negara-negara mulai memboikot infiltrasi komunis Tiongkok, insiden Huawei dan perang dagang Tiongkok-AS telah membawa komunis Tiongkok ke jurang kehancuran.

Laporan  ‘Epoch Times’ yang benar dan akurat telah membuat komunis Tiongkok marah. Karena itu, sistem distribusi surat kabar ‘Epoch Times’ baru-baru ini dihancurkan oleh mata-mata komunis Tiongkok.

Meskipun kasus-kasus di atas masih dalam penyelidikan, praktik umum komunis Tiongkok adalah menggunakan uang untuk merekrut orang, termasuk orang asing untuk mencuri surat kabar  atau merusak kotak tempat surat kabarnya.

Koran Epochtimes bahasa mandarin

Wang Wanqing mengatakan, ‘Epoch Times’ mengutuk perilaku tercela para agen khusus komunis Tiongkok. Selain itu, akan mengambil tindakan hukum demi melindungi operasi normal dan hak surat kabar yang legal.

‘The Epoch Times’ berterima kasih kepada publik atas dukungan dan perlindungan mereka terhadap surat kabar ‘Epoch Times.’ Pihak redaksi menyerukan kepada semua pihak untuk menentang infiltrasi dan pengrusakan yang dilakukan oleh mata-mata komunis Tiongkok di luar negeri. (Sin/asr)

Video Rekomendasi : 

Atau Simak yang Ini : 

Share

Video Popular