oleh : Joshua Philipp

Komentar terbaru dari Senator Republikan  Chris Stewart mendukung apa yang The Epoch Times laporkan lebih dari tiga tahun yang lalu, dalam artikel “Anda Berada dalam Berkas: Cerita Eksklusif Mengenai Basis Data Orang Amerika Serikat di Tiongkok,” diterbitkan pada tanggal 26 Februari 2016: Rezim komunis Tiongkok sebenarnya telah membangun basis data orang Amerika. Lebih jauh menggunakan basis data tersebut untuk kegiatan spionase.

Termasuk dalam basis data ini adalah perkiraan 23 juta catatan karyawan federal Amerika Serikat, yang dicuri oleh peretas Tiongkok dari Kantor Manajemen Personal. FBI mengungkapkan serangan dunia maya pada tanggal 4 Juni 2015.

“Tiongkok dapat memanfaatkan 23 juta nama  tersebut dengan sangat cepat dan menghubungkan titik-titik terkait dengan sangat cepat,” kata Chris Stewart pada pertemuan lembaga Committee on the Present Danger: China,  menurut The Washington Free Beacon.  Lembaga ini dibentuk pada 25 Maret lalu.  Ruang lingkup kinerjanya membantu pemerintah AS dan publik untuk mengenali ancaman komunis Tiongkok dalam banyak cara.

Chris Stewart, mantan pilot bomber B-1 Angkatan Udara Amerika Serikat, adalah anggota Komite Tetap Dewan Intelijen. “Sudahkah kita melihat bukti bahwa Tiongkok  telah melakukan hal tersebut? Tentu saja,” kata Chris Stewart.

Pada tahun 2016, orang dalam di Tiongkok mengungkapkan kepada The Epoch Times bahwa ia membantu membangun basis data untuk Komunis Tiongkok yang kini digunakan untuk menyimpan dan menggunakan data yang dicuri dari orang Amerika. Ia mengatakan hal ini mencakup data Kantor Manajemen Personal, dan informasi pelanggaran Komunis Tiongkok lainnya.

Tercakup dalam data Kantor Manajemen Personal adalah evaluasi karyawan federal untuk izin keamanan, yang seringkali mencakup informasi pribadi sensitif yang dapat digunakan oleh rezim seperti Komunis Tiongkok untuk memeras, atau tujuan lain.

Menurut sumber dalam, basis data Komunis Tiongkok mengenai orang Amerika  Serikat mirip dengan yang digunakan pada Sistem Kredit Sosial ala Tiongkok yang melacak data setiap warganegara Tiongkok. Berdasarkan hampir setiap unsur kehidupannya yang terlacak — termasuk perilaku sehari-hari, koneksi, dan sikap politik warganegara tersebut — dan memberi warganegara tersebut skor yang menentukan tingkat kebebasannya dalam masyarakat.

Menurut sumber itu, agen mata-mata Komunis Tiongkok selesai membangun sistem basis data tersebut sekitar bulan Juli 2013.

Selama pembangunan sistem basis data, Komunis Tiongkok membawa sekelompok kecil pengembang perangkat lunak independen dari Amerika Serikat. Mereka bekerja dengan agen-agen Komunis Tiongkok untuk membangun dan melaksanakan sistem basis data.

Menurut orang dalam, di antara lembaga yang terlibat, adalah Institut Penelitian 61. Institut Penelitian 61 yang kurang dikenal itu berada di bawah Departemen Staf Umum milik militer Partai Komunis Tiongkok, Departemen Ketiga yang biasa menjalankan banyak operasi serangan dunia maya, misalnya Unit 61398 yang terkenal berada di bawah Departemen Ketiga. Sejak itu Komunis Tiongkok telah merestrukturisasi operasi ini di bawah Pasukan Dukungan Strategis Komunis Tiongkok.

Sumber orang dalam lainnya, yang sebelumnya bekerja di agen mata-mata Komunis Tiongkok, mengungkapkan rincian mengenai Institut Penelitian 61 kepada The Epoch Times pada bulan September 2015. Ia mengungkapkan bahwa penanggung jawab  Institut Penelitian 61 adalah Mayor Jenderal Wang Jianxin, putra Wang Zheng, yang merupakan pelopor Komunis Tiongkok yang menandakan operasi intelijen di bawah Mao Zedong.

Putra Wang Zheng yang lain adalah seorang letnan jenderal dan wakil sekretaris Biro Penjaga Pusat Partai Komunis Tiongkok, penjaga resmi yang melindungi para pemimpin utama rezim Komunis Tiongkok di Zhongnanhai. Keponakannya adalah Wang Lei Lei, CEO dari salah satu perusahaan keuangan terkemuka di Tiongkok.

Sumber itu menuduh bahwa, di Tiongkok, “Keluarga ini, mereka mengendalikan semua komunikasi.”

Informasi yang baru-baru ini diungkapkan membantu memastikan klaim tersebut. Baru pada bulan September 2018 pemerintah Amerika Serikat secara resmi memastikan  bahwa Komunis Tiongkok berada di belakang pelanggaran Kantor Manajemen Personal. Konfirmasi tersebut dibuat oleh penasihat keamanan nasional Gedung Putih John Bolton.

Sumber yang telah mengungkapkan rincian mengenai basis data orang Amerika Serikat juga mengungkapkan bahwa, di samping Institut Penelitian 61, berbagai pasukan polisi Komunis Tiongkok terlibat dalam program ini, serta sekitar enam cabang polisi rahasia.

Ia mengatakan perangkat lunak yang digunakan oleh Komunis Tiongkok untuk basis data awalnya adalah program analisis data besar untuk “kota pintar.” Di antara kemampuannya adalah alat untuk melacak sejumlah besar rakyat, menampilkan catatan besar data pribadi, dan melacak anggota keluarga, relasi, dan informasi latar belakang. Di antara fitur utamanya adalah tampilan data dalam node, yang dapat diurutkan dan dilihat dalam kaitannya dengan data, peristiwa, atau kerangka waktu lainnya. (Vv/asr)

Joshua Philipp adalah jurnalis investigasi senior untuk The Epoch Times.

Video Rekomendasi :

Atau Simak Ini : 

Share

Video Popular