- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Konsumen Tiongkok Terkejut Dengan Kenaikan 78 Persen Harga Buah-buahan

Erabaru.net. Baru-baru ini, seorang ahli dari organisasi nirlaba Chinese Nutrition Society memposting artikel yang menyarankan agar setiap orang dewasa makan satu pon sayuran (454 gram) dan setengah pon buah (227 gram) setiap hari. Di bagian komentar artikel, banyak netizen Tiongkok memposting membalas: “Kami tidak mampu membelinya.”

Zhang Junhua, manajer departemen statistik pasar di Pusat Grosir Produk Xinfadi di Beijing, mengatakan kepada media pemerintah Tiongkok The Beijing News bahwa saat ini, harga rata-rata buah di Pusat Grosir Produk Xinfadi adalah 6,15 yuan (USD 0,89) per kilogram, meningkat sekitar 78 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Peningkatan dalam tujuh hari terakhir saja sekitar 10 persen. Kenaikan harga mempengaruhi penjualan apel, jeruk, kiwi, dan pir.

Seorang tenaga penjualan di Pusat Grosir Produk Xinfadi mengatakan kepada The Beijing News bahwa dibandingkan dengan tahun lalu, 80 persen buah mengalami kenaikan harga.

Nyonya Zheng, seorang pengecer buah di Beijing, mengatakan bahwa dulu harga jeruk keprok (jeruk Mandarin) di tokonya sekitar 5 yuan (USD 0,73) per pon tahun lalu, dan kini harganya sekitar 10 yuan (USD 1,46) per pon.

Beberapa pemilik toko buah mengatakan kepada The Beijing News bahwa “buah pir tidak akan laku” karena harganya terlalu mahal tahun ini.

Kementerian Pertanian Tiongkok membentuk Sistem Informasi Harga Pasar Grosir Produk Pertanian Nasional pada tahun 1995 untuk memantau harga grosir produk pertanian. Data terbaru sistem ini menunjukkan bahwa harga buah telah meningkat di seluruh Tiongkok, dan inflasi tiba-tiba meningkat sejak pertengahan Maret.

Menurut informasi yang dibagikan dari netizens, kini harga leci adalah 60 yuan (USD 8,72) per pon di kota Chengdu, Provinsi Sichuan. Di banyak tempat, konsumen membayar 10 yuan (USD 1,45) untuk satu buah kiwi. Dua tandan anggur harganya lebih dari 80 yuan (USD 11,60).

Di Tiongkok, gaji rata-rata pegawai pemerintah berkisar 3.000 yuan hingga 5.000 yuan (USD 436- USD 726) setiap bulan. Variasi sebagian besar berasal dari perbedaan regional.

Keseluruhan Inflasi Indeks Harga Konsumen Tiongkok selama enam bulan mencapai tertinggi pada bulan April dengan kenaikan 2,5 persen dari tahun lalu. Harga sayuran naik sebesar 17,4 persen, daging babi naik sebesar 14,4 persen dan buah-buahan naik sebesar 11,9 persen, menurut Biro Statistik Nasional Tiongkok.

Banyak konsumen Tiongkok menunggu untuk melihat apakah data yang akan dirilis oleh Biro Statistik Nasional Tiongkok bulan depan akan mengungkapkan gambaran sebenarnya dari inflasi.

Dampak Perang Dagang Amerika SerikatTiongkok

Di tengah perang dagang Amerika Serikat-Tiongkok yang sedang berlangsung, pebisnis Tiongkok yang mengimpor barang dari luar negeri menderita dampak terbesar.

Ye, seorang pemilik toko buah di Guangzhou, di Provinsi Guangdong, selatan Tiongkok, mengatakan kepada Radio Free Asia pada tanggal 15 Mei bahwa beberapa buah di tokonya diimpor dari Amerika Serikat dan ketika tarif diberlakukan, ia hanya dapat membebankan biaya tarif tersebut kepada konsumen. Namun, karena ekonomi domestik yang melemah, banyak orang menjadi lebih berhemat.

Volume penjualan toko Ye telah sangat menurun dalam enam bulan terakhir. “Jika terus memburuk, toko saya sulit bertahan. Saya akan senang jika saya dapat mencapai titik impas tahun ini,” kata Ye.

Menurut data publik Kementerian Pertanian, Tiongkok mengimpor buah senilai USD 8,42 miliar pada tahun 2018, meningkat 34,5 persen dari tahun sebelumnya.

Keluhan Konsumen

Lin, seorang penduduk Provinsi Hunan, mengatakan kepada Beijing News, “Ceri memang sudah mahal harganya, sekarang semakin mahal. Ceri yang saya beli terakhir kali adalah 178 yuan (USD 25,9) per pon! Saya hampir batal membelinya ketika saya mengetahui harganya saat akan membayar.”

Banyak netizen memposting keluhannya di bagian komentar dari artikel yang diterbitkan oleh Chinese Nutrition Society yang menekankan pentingnya makan setengah pon buah (227 gram) setiap hari untuk orang dewasa.

Seorang netizen mengatakan ia biasa makan sebuah apel besar setiap hari. Kini ia tidak lagi mampu membeli apel.

Netizen lain menulis, “Saya tidak akan membeli buah-buahan mahal ini lagi. Saya percaya banyak orang lain yang pendapatannya mirip dengan pendapatannya saya juga tidak akan membelinya. Petani dapat mempertimbangkan untuk mengurangi produksi sekarang.”

Seorang wanita muda yang membeli juicer beberapa hari yang lalu berkata, “Saya baru sadar bahwa meskipun saya mampu membeli juicer, saya sudah tidak mampu membeli buah.”

Seorang netizen mengeluh bahwa di Provinsi Guangdong, sebuah semangka besar harganya lebih dari 100 yuan (USD 14,50).

Seseorang yang pergi ke toko kelontong setiap hari berkata, “Saya perhatikan bahwa harga buah-buahan naik setiap dua hari dalam minggu ini.”

Seseorang menyarankan, “Mari makan mentimun dan tomat sebagai pengganti buah.”

Ketika seorang netizen mengatakan ia berharap petani buah dapat mendapat manfaat dari kenaikan harga, netizen lain mengingatkannya bahwa itu hampir mustahil. “Pertama, para petani menderita pajak berat; kedua, para pengepul buah sesungguhnya yang menghasilkan keuntungan. Para petani selalu dieksploitasi,” tulis seorang netizen. (Olivia Li/ Vv)

VIDEO REKOMENDASI