- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Konsumen yang Membuat Orderan Palsu, “Dihakimi” oleh Pemilik Toko, di Pinggir Jalan!

Sangat jarang ada pembuat orderan palsu yang dikonfrontasi oleh pemilik toko makanan, dan diadili langsung di pinggir jalan, namun kali ini, hal itu berul-betul terjadi.

Terlalu banyak kasus orderan palsu atau orderan fiktif, memang bisa membuat seseorang, khususnya pengemudi ojek online, mengalami kerugian dan akhirnya menjadi marah, namun sebetulnya, orderan palsu atau fiktif juga sangat merugikan para pemilik toko yang menjual makanan.

Konsumen pembuat orderan palsu, tidak disukai, merugikan orang lain, namun tidak pernah dihukum.

Kisah orderan palsu/ fiktif ini mungkin sudah seringkali kita dengar dari para pengemudi ataupun dari para pemilik toko. Bagaimanapun juga, belum ada semacam sanksi yang cukup tegas, yang bisa membuat para pembuat orderan palsu menjadi jera.

[1]
Pengemudi ojek online yang terpaksa membayar dan memakan makanan sendiri, akibat orderan palsu. Kredit: tinnhanh.dkn.tv
[2]
Pengemudi ojek online yang terpaksa membayar dan memakan makanan sendiri, akibat orderan palsu. Kredit: tinnhanh.dkn.tv
[3]
Pengemudi ojek online yang terpaksa membayar dan memakan makanan sendiri, akibat orderan palsu. Kredit: tinnhanh.dkn.tv

Setelah mengalami kejadian serupa berulang-ulang, tampaknya kali ini, seorang pemilik toko makanan, memutuskan untuk melakukan sesuatu yang tidak biasa.

Ada seorang pemilik toko makanan yang berkata, “Saya bingung, makanan sudah dimasak, jika saya tidak menerima ketika pengemudi ojek online itu mengembalikan makanannya, kasihan dia harus membayar sendiri makanan itu, padahal seringkali makanan yang dipesan terlalu banyak, ataupun dirasa cukup mahal bagi pengemudi ojek online itu.”

“Sebaliknya, jika saya menerima pengembalian makanan itu terus, saya juga rugi terus, kebanyakan konsumen menginginkan makanan yang segar dan baru dimasak, dan tidak semudah itu bisa menjual kembali makanan yang sudah ‘dingin’ karena sudah dimasak sejak beberapa waktu sebelumnya.”

Kali ini, si pemilik toko sudah muak, maka setelah mengetahui ada orderan palsu, dia memutuskan untuk “menghakimi” si pembuat orderan palsu, secara langsung. Aksi yang dilakukan pemilik toko ini telah direkam dan dibagikan di media sosial.

 

[4]
Pemilik toko yang “menghakimi” pembuat orderan palsu. Kredit: screen capture file clip

Dari kata-kata yang ada di dalam video, bisa diketahui bahwa wanita berbaju merah telah memesan makanan, lalu makanan diantar ke tempat tujuan, tapi dia tidak mengambilnya. Setelah mendapat kabar itu, wanita dengan rok kuning merasa marah, mencari dan berkeliling di tempat tujuan pesanan, dan akhirnya dia menemukan si pembuat orderan palsu, yaitu si wanita berbaju merah.

[5]
Pemilik toko yang “menghakimi” pembuat orderan palsu. Kredit: screen capture file clip

Segera setelah bertemu, wanita dengan rok kuning langsung memegang dan memukuli si pembuat orderan palsu dengan menggunakan helm, dan dia mengatakan umpatan-umpatan: “Kurang ajar, membuat orderan palsu. Jika kamu punya uang, pesan! Jika tidak punya, jangan menyusahkan orang!”

[6]
Pemilik toko yang “menghakimi” pembuat orderan palsu. Kredit: screen capture file clip

Wanita dengan rok kuning itu terus memukuli wanita yang berbaju merah, mendorongnya sampai ke samping sebuah mobil berwarna hitam yang sedang diparkir, dia terus memarahi wanita berbaju merah tersebut: “Saya pukul kamu, saya peringatkan kamu, dengar! Kamu berani membuat orderan palsu kan? Jika kamu punya uang, baru pesan! Jika tidak jangan! Dengar kata-kata saya!”

[7]
Pemilik toko yang “menghakimi” pembuat orderan palsu. Kredit: screen capture file clip

Di bawah tekanan dari wanita dengan rok kuning, wanita berbaju merah itu tidak bisa melakukan apa-apa selain menutupi wajahnya. Setelah beberapa waktu, barulah orang-orang di sekitar yang sebelumnya merasa terkejut, kini ikut campur dan melerai keduanya. Dan si wanita berbaju merah, segera melarikan diri dari lokasi keributan tersebut.

[8]
Setelah ada yang melerai, si pembuat orderan palsu bisa melarikan diri. Kredit: screen capture file clip

Walaupun si pembuat orderan palsu itu salah, namun banyak yang mengatakan bahwa adalah tidak pantas untuk main hakim sendiri dan memukuli orang di pinggir jalan.

Ada juga yang berkomentar, bahwa: “Sesekali, ‘hukuman’ semacam itu memang pantas diberikan, tidak banyak orang yang tahu bahwa uang yang diterima pengemudi online juga tidak seberapa besar, namun demi mengantar makanan ke konsumen, tidak terhitung berapa lama dia harus kepanasan di bawah terik matahari, menghirup asap knalpot kendaraan lain di jalan, menempuh resiko bahaya dan kecelakaan di jalan raya, kesabaran yang harus dicurahkan saat menemui kemacetan dan saat mengantri memesan makanan. Ditambah lagi, waktu yang mereka curahkan untuk melewati semua itu, dan semuanya adalah untuk mengantarkan makanan ke tangan konsumen.”

Apapun itu, semoga saja dua orang yang bertikai itu bisa menyelesaikan masalahnya dengan baik dan kekeluargaan, bagaimana dengan pendapat Anda?

Sumber: tinnhanh.dkn.tv

VIDEO REKOMENDASI