Erabaru.net. Pendiri dan kepala staf eksekutif Huawei, raksasa telekomunikasi Tiongkok mengatakan pada tanggal 21 Mei bahwa anggota keluarganya menggunakan telepon Apple dan membelikannya komputer Apple ketika mereka bepergian ke luar negeri.

“Banyak anggota keluarga saya memberitahu saya bahwa ekosistem Apple lebih baik daripada ekosistem Huawei,” kata Ren Zhengfei kepada sekelompok wartawan Tiongkok selama konferensi pers yang diadakan di kantor pusat Huawei di Shenzhen pada tanggal 21 Mei, media pemerintah Beijing News melaporkan.

Huawei adalah produsen telepon pintar  terbesar kedua di dunia dan salah satu pesaing utama Apple.

Kepala staf keuangan Huawei Meng Wanzhou tiba di kantor pembebasan bersyarat di Vancouver, Kanada pada tanggal 12 Desember 2018. (Darryl Dyck / The Canadian Press)

Huawei, juga produsen peralatan jaringan telekomunikasi terbesar di dunia, telah menghadapi pengawasan intensif di Barat atas kekhawatiran bahwa produknya dapat digunakan oleh Beijing untuk memata-matai, mengingat hubungan dekat Huawei dengan militer Tiongkok.

Desember lalu, putri Ren Zhengfei dan kepala staf keuangan Huawei, Meng Wanzhou, ditemukan membawa beberapa produk Apple, termasuk iPhone 7 Plus dan MacBook Air, saat  ia ditangkap atas permintaan otoritas Amerika Serikat di bandara Vancouver, Kanada.

Meng Wanzhou saat ini bebas dengan jaminan di Kanada dan memerangi ekstradisi ke Amerika Serikat, di mana ia didakwa atas tuduhan penipuan sehubungan dengan pelanggaran sanksi Amerika Serikat terhadap Iran.

Awal tahun ini, Huawei menghukum dua karyawan yang bertanggung jawab untuk mengirim tweet Tahun Baru dari akun Twitter resmi Huawei menggunakan iPhone.

Huawei Masuk Daftar Hitam

Mengutip masalah keamanan nasional, pekan lalu Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan perintah yang secara efektif melarang perusahaan Amerika Serikat melakukan bisnis dengan perusahaan Tiongkok.

Pada tanggal 20 Mei, Departemen Perdagangan Amerika Serikat mengatakan bahwa mereka akan memberi Huawei lisensi 90 hari untuk membeli barang buatan Amerika Serikat untuk memelihara jaringan yang ada dan menyediakan pembaruan peranti lunak untuk telepon Huawei yang ada.

Berbicara kepada media Tiongkok beberapa hari setelah larangan ekspor Amerika Serikat,  Ren Zhengfei mengatakan dalam usaha untuk mengecilkan dampaknya, Huawei memiliki langkah-langkah darurat jika Huawei terputus dari pemasok Amerika Serikat.

Pendiri Huawei tersebut menambahkan bahwa langkah Donald Trump tidak sepenuhnya tidak terduga.

“Kami telah mengorbankan diri dan keluarga demi berdiri di puncak dunia,” kata majalah bisnis yang berbasis di Beijing, Caixin mengutip Ren Zhengfei dalam konferensi pers baru-baru ini. “Untuk mencapai cita-cita ini, cepat atau lambat akan ada konflik dengan Amerika Serikat.”

Huawei mengatakan mereka dapat memastikan rantai pasokan yang stabil tanpa pemasok Amerika Serikat.

Tetapi pada tahun 2018, Huawei USD 11 miliar untuk membeli komponen teknologi Amerika Serikat saja, dari total USD 70 miliar yang dihabiskan untuk membeli komponen, mewakili sekitar 16 persen.

Beberapa pembuat chip, termasuk yang berbasis di luar Amerika Serikat, telah dilaporkan menghentikan bisnisnya dengan Huawei.

Pada tanggal 20 Mei, pembuat chip Jerman Infineon Technologies dilaporkan oleh media Jepang Nikkei telah menangguhkan pengiriman ke Huawei untuk mematuhi larangan Amerika Serikat.

Perancang chip berbasis di Inggris, ARM, menginstruksikan semua staf untuk menangguhkan bisnis dengan Huawei, demikian BBC melaporkan pada tanggal 22 Mei, mengutip dokumen internal yang diperoleh outlet. Perusahaan Inggris percaya Huawei dilarang oleh Amerika Serikat karena desain Huawei mengandung “teknologi yang berasal dari Amerika Serikat,” demikian BBC melaporkan.

Google, yang membuat sistem operasi Android dan layanan untuk telepon pintar Huawei, mengumumkan bahwa mereka akan menangguhkan bisnisnya dengan Huawei pada tanggal 19 Mei.

Sementara itu, operator seluler di seluruh dunia telah mengumumkan bahwa mereka akan berhenti membawa telepon seluler Huawei, karena kekhawatiran bahwa pembatasan Amerika Serikat akan mempengaruhi dukungan jangka panjang dan layanan untuk perangkat tersebut.

Perhatian pada Keamanan

Huawei berulang kali membantah tuduhan bahwa peralatan Huawei dapat digunakan oleh rezim Tiongkok untuk spionase. Dalam membela Huawei, Ren Zhengfei sering mengatakan tidak ada hukum Tiongkok yang mewajibkan spionase.

Meskipun tidak ada undang-undang Tiongkok yang memaksa perusahaan di Tiongkok untuk melakukan spionase, ada beberapa undang-undang terkait keamanan yang secara luas menjadi perhatian pemerintah dan ahli Barat.

“Ini adalah catatan publik bahwa pada dasarnya di bawah undang-undang keamanan dunia maya Tiongkok, perusahaan Tiongkok seperti Huawei diharuskan untuk menyediakan akses pada permintaan dengan sedikit atau tanpa proses untuk menantang permintaan tersebut,” kata Direktur FBI Christopher Wray pada konferensi pers pada bulan Januari.

Di antara undang-undang ini adalah Undang-Undang Intelijen Nasional 2017, yang mewajibkan semua warganegara dan entitas Tiongkok untuk memberikan informasi intelijen kepada pihak berwenang jika diminta.

Dalam beberapa bulan terakhir, Amerika Serikat telah meningkatkan upaya diplomatik untuk memperingatkan sekutu mengenai Huawei, khususnya yang berkaitan dengan generasi teknologi nirkabel berikutnya, 5G, yang saat ini sedang diluncurkan di seluruh dunia.

“Tampaknya masuk akal bagi saya untuk tidak menyerahkan kunci ke seluruh masyarakat anda kepada seorang aktor yang telah… menunjukkan perilaku memfitnah,” kata Gordon Sondland, duta besar Amerika Serikat untuk Uni Eropa, kepada Reuters pada bulan Februari.

Ditanya apakah ada bukti bahwa peralatan Huawei telah digunakan untuk spionase, Gordon Sondland mengatakan “ada bukti rahasia.” Ia menolak untuk memperluas sifat materi di luar dengan mengatakan bahwa tidak ada keraguan bahwa Huawei memiliki “kemampuan untuk meretas sistem” dan “mandat oleh pemerintah Tiongkok untuk melakukannya atas permintaan.” (Cathy He/ Vv)

VIDEO REKOMENDASI

Share

Video Popular