6. Total Perang Komunisme Melawan Barat

Karena penyusupan roh komunisme, masyarakat Amerika saat ini dibagi ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya, di mana sayap Kiri menggunakan semua kekuatannya untuk menghalangi dan menggagalkan individu yang memegang pandangan tradisional dalam politik. Menggunakan istilah “perang” untuk menggambarkan situasi ini adalah sama sekali tidak berlebihan.

Dalam beberapa tahun terakhir, selama pemilihan di Amerika, meskipun retorika mungkin keras dan konfrontatif, begitu pemilihan berakhir, penyembuhan akan dimulai, perpecahan akan diperbaiki, dan politik akan kembali normal.

Namun, selama tahap awal pemilu Amerika Serikat tahun 2016, beberapa pejabat berhaluan kiri dalam pemerintah sudah mulai merencanakan bagaimana mereka akan memperlakukan kandidat dari partai yang berbeda dengan standar yang berbeda. Setelah pemilihan, untuk merebut kembali kemenangan, kaum Kiri memulai gugatan.

Setelah presiden baru dilantik, gubernur kiri negara bagian Washington mengatakan bahwa ada “tornado dukungan” untuk oposisi habis-habisan terhadap presiden baru. Para petinggi dari partai oposisi mengakui bahwa pasukan liberal yang marah ingin mereka melakukan “perang total” [19] melawan presiden baru, untuk menghalangi presiden baru di mana-mana, dan dengan cara ini, kaum Kiri memenangkan dukungan publik.

Saat ini kaum Kiri menggunakan semua metode untuk mencapai tujuannya. Kaum Kiri sering menentang kebijakan baru hanya untuk kepentingan oposisi. Dalam keadaan normal, partai-partai yang berbeda mungkin memiliki pandangan berbeda mengenai kebijakan, tetapi meskipun ada pembagian, mereka semua memiliki keinginan yang sama untuk negara tersebut agar aman. Namun yang luar biasa, bukan hanya proposal untuk memperkuat perbatasan yang menjadi sasaran serangan hebat, tetapi negara-negara tertentu bahkan mengesahkan undang-undang “kota perlindungan”.

Undang-undang ini mencegah pejabat penegak hukum federal untuk menanyakan status imigrasi kepada rakyat, dan melarang agen lokal memberikan informasi terkait imigrasi ke penegak hukum federal.

Sebelum pemilihan tahun 2016, media arus utama yang didominasi oleh kaum Kiri sangat mendukung kandidat untuk partai sayap kiri, memberikan kesan bahwa kemenangannya adalah hal yang tidak dapat dihindari – dan karenanya banyak yang tercengang oleh hasilnya.

Setelah pemilihan tahun 2016, media arus utama berkoordinasi dengan politisi kiri untuk membuat sensasional segala macam masalah, mengarahkan perhatian publik terhadap serangan dan kritik terhadap presiden baru, bahkan sampai pada tingkat pembuatan berita palsu untuk membingungkan publik. Media arus utama menutup mata terhadap hampir semua pencapaian prestasi presiden baru, dan tidak menggali terlalu dalam masalah besar yang melekat pada calon sayap kiri.

Dalam masyarakat normal, kelompok atau partai yang berbeda mungkin memiliki pendapat yang berbeda, dan timbul konflik. Tetapi konflik semacam itu seharusnya bersifat sementara dan terlokalisasi, dan pada akhirnya kedua belah pihak harus mencoba menyelesaikan masalah secara damai.

Hanya ketika satu kelompok dirasuki oleh mentalitas perjuangan kelas dari roh komunisme, perselisihan politik semakin meningkat untuk mengobarkan perang, dengan keyakinan bahwa kerja sama atau rekonsiliasi damai tidak mungkin dilakukan dan seseorang harus benar-benar mengalahkan lawan dan benar-benar menghancurkan sistem yang ada.

Peperangan yang komprehensif ini tercermin dalam konfrontasi keseluruhan dalam permainan politik, perumusan kebijakan, dan pertempuran untuk opini publik, serta pecahnya sosial yang mendalam dan semakin banyak tindakan ekstremis dan kekerasan. Inilah yang diharapkan oleh roh komunisme.

Pada tahun 2016, menurut jajak pendapat terbaru yang dilakukan oleh The Associated Press dan Pusat Penelitian Urusan Publik, sekitar 85 persen responden percaya bahwa Amerika Serikat kini lebih terpecah dalam bidang politik daripada di masa lalu; 80 persen percaya bahwa nilai-nilai penting orang Amerika Serikat sangat terpecah. [20]

Kesatuan suatu negara membutuhkan seperangkat nilai dan budaya bersama. Walaupun agama yang berbeda memiliki doktrin yang berbeda, standar untuk kebaikan dan kejahatan adalah serupa. Hal ini memungkinkan kelompok etnis di Amerika Serikat untuk hidup harmonis. Namun, ketika nilai-nilai dibagi, bahkan timbul pertanyaan apakah negara itu akan bersatu.
Kesimpulan

Setiap orang memiliki kelemahan dan kejahatan dalam pribadinya. Mengejar kekuasaan, kekayaan, dan ketenaran telah ada sejak awal sejarah umat manusia. Iblis dengan sengaja menggunakan kejahatan dalam sifat manusia untuk menciptakan sistem “agen” di setiap negara. Sebuah negara seperti tubuh manusia, dan setiap entitas di dalamnya – baik perusahaan, pemerintah, dan sejenisnya – seperti organ manusia, di mana masing-masing organ memiliki fungsinya sendiri dan menjalankan tugasnya.

Jika agen iblis menyusup ke suatu negara, maka seolah-olah kesadaran asing telah menggantikan jiwa manusia – atau dengan kata lain, kesadaran asing secara langsung mengendalikan tubuh.
Jika seseorang mencoba mengguncang masyarakat supaya terbangun dari kendali iblis, sistem “agen” iblis kemungkinan akan melawan dengan segala cara – misalnya dengan menggunakan media untuk mendiskreditkan lawan, terlibat dalam serangan pribadi, menggunakan informasi yang menyesatkan untuk membingungkan publik, mengatur antagonisme, mengabaikan keputusan pemerintah, mengalihkan sumber daya untuk mendukung oposisi, dan menyeret seluruh masyarakat ke dalam perpecahan dan konflik.

Bahkan penentang telah menyebabkan keresahan sosial ketika berusaha untuk mengubah anggota masyarakat yang tidak mendapat informasi melawan anggota masyarakat yang berani menghadapi iblis.

Banyak manusia menjadi pendiri dan sekaligus menjadi korban dari sistem “agen” iblis ini. Meskipun mereka mungkin telah melakukan hal-hal buruk, mereka sebenarnya bukanlah musuh umat manusia.

Melalui kendali kekuatan negara dan swasta, serta akses dan kemampuan yang tak tertandingi untuk mengerahkan sumber daya ekonomi dan melakukan intervensi di dalam negeri dan di seluruh dunia seperti yang diinginkan, kekuatan politik dapat digunakan untuk menciptakan prestasi demi kepentingan semua orang. Di sisi lain, penyalahgunaan kekuasaan politik dapat menyebabkan kejahatan besar.

Tujuan bab ini adalah untuk mengungkapkan faktor-faktor komunis di balik politik dunia saat ini, dan dengan demikian untuk membantu orang membedakan antara yang baik dan yang jahat, untuk melihat skema iblis, dan untuk mengembalikan politik ke domain yang tepat dan jalan yang benar.

Mantan Presiden Amerika Serikat Ronald Reagan pernah berkata: “Dari waktu ke waktu kita tergoda untuk percaya bahwa masyarakat telah menjadi terlalu kompleks untuk dikelola oleh pemerintahan sendiri, bahwa pemerintah oleh kelompok elit lebih unggul dari pemerintah untuk, oleh, dan dari rakyat. Nah, jika tidak ada seorang pun di antara kita yang mampu memerintah dirinya sendiri, lalu siapa di antara kita yang memiliki kapasitas untuk memerintah orang lain?”[21] Demikian pula, Presiden Donald Trump berkata,“ Di Amerika Serikat, kami tidak menyembah pemerintah, kami menyembah Tuhan.”[22]

Otoritas politik perlu kembali ke jalan yang benar, berdasarkan nilai-nilai tradisional. Hanya ketika umat manusia diberkati oleh Tuhan, umat manusia akan mampu melawan sehingga tidak dimanipulasi oleh iblis, dan dengan demikian terhindar dari perbudakan dan kehancuran. Hanya dengan kembali ke tradisi dan kebajikan bagi manusia yang ditetapkan oleh Tuhan, manusia akan memiliki jalan keluar.

Lanjut Baca Bab Sembilan.

Referensi

 [1]] Karl Marx and Frederick Engels, The Communist Manifesto, trans. Samuel Moore in cooperation with Frederick Engels, Marx/Engels Internet Archive, https://www.marxists.org/archive/marx/works/1848/communist-manifesto/ch04.htm.

[2] Vladimir Lenin, The State and Revolution, Chapter I, Lenin Internet Archive, https://www.marxists.org/archive/lenin/works/1917/staterev/ch01.htm.

[3] David Horowitz, “Alinsky, Beck, Satan, and Me,” Discoverthenetworks.org, August 2009, http://www.discoverthenetworks.org/Articles/alinskybecksatanandmedh.html.

[4] He Qinglian, “New Symptom of Democratic Countries: Split between Elite and Masses,” Voice of America, July 5, 2016.

[5] Mike McPhate, “After Lawmaker’s Silencing, More Cries of ‘She Persisted,’” California Today, February 28, 2017, https://www.nytimes.com/2017/02/28/us/california-today-janet-nguyen-ejection.html.

[6] Jiang Linda, Liu Fei, “Californian Candidate: Why I Went from the Democratic Party to the Republican Party.” The Epoch Times (Chinese edition). May 7, 2018. http://www.epochtimes.com/b5/18/5/7/n10367953.htm. The English-language version of a portion of his original remarks may be found here: https://goo.gl/yJijbo

[7] Bill Dolan, “County Rejects Large Number of Invalid Voter Registrations,” Northwest Indiana Times, October 2, 2008,  http://www.nwitimes.com/news/local/county-rejects-large-number-of-invalid-voter-registrations/article_6ecf9efd-c716-5872-a2ed-b3dbb95f965b.html.

[8] “ACORN Fires More Officials for Helping ‘Pimp,’ ‘Prostitute’ in Washington Office,” Fox News, September 11,2009, http://www.foxnews.com/story/2009/09/11/acorn-fires-more-officials-for-helping-pimp-prostitute-in-washington-office.html.

[9] Spencer S. Hsu, “Measure to Let Noncitizens Vote Actually Failed, College Park Announces,” Washington Post, September 16, 2017, https://www.washingtonpost.com/local/md-politics/measure-to-let-noncitizens-vote-actually-failed-college-park-md-announces-with-considerable-embarrassment/2017/09/16/2f973582-9ae9-11e7-b569-3360011663b4_story.html?noredirect=on&utm_term=.d3454a846017

[10] Mark Hendrickson, “President Obama’s Wealth Destroying Goal: Taking The ‘Curley Effect’ Nationwide,” Forbes, May 31, 2012,  https://www.forbes.com/sites/markhendrickson/2012/05/31/president-obamas-wealth-destroying-goal-taking-the-curley-effect-nationwide/#793869d63d75.

[11] Ibid.

[12] Alexis de Tocqueville, Democracy in America, Volume 1, trans. Henry Reeve (New Rochelle, New York: Arlington House).

[13] A.V. Dicey, “Dicey on the Rise of Legal Collectivism in the 20th Century,” Online Library of Liberty, http://oll.libertyfund.org/pages/dicey-on-the-rise-of-legal-collectivism-in-the-20thc.

[14] Paul B. Skousen, The Naked Socialist: Socialism Taught with The 5000 Year Leap Principles (Izzard Ink), Kindle Edition.

[15] “Jonas, 32, Sewed up His Own Leg after ER Wait,” 2010. The Local.se, August 3, 2010, https://www.thelocal.se/20100803/28150.

[16] De Tocqueville, Alexis, n.d, “Democracy In America Alexis De Tocqueville,” Accessed July 3, 2018. https://www.marxists.org/reference/archive/de-tocqueville/democracy-america/ch43.htm.

[17] Alexandra Ma, “China Is Building a Vast Civilian Surveillance Network — Here Are 10 Ways It Could Be Feeding Its Creepy ‘Social Credit System,’” Business Insider, April 29, 2018, http://www.businessinsider.com/how-china-is-watching-its-citizens-in-a-modern-surveillance-state-2018-4.

[18] Gilliam Collinsworth Hamilton, “China’s Social Credit Score System Is Doomed to Fail,” Financial Times, November 16, 2015, https://www.ft.com/content/6ba36896-75ad-356a-a768-47c53c652916.

[19] Jonathan Martin and Alexander Burns, “Weakened Democrats Bow to Voters, Opting for Total War on Trump,” New York Times, February 23, 2017, https://www.nytimes.com/2017/02/23/us/democrats-dnc-chairman-trump-keith-ellison-tom-perez.html.

[20] “New Survey Finds Vast Majority of Americans Think the Country Is Divided over Values and Politics,” The Associated Press–NORC, August 1, 2016, http://apnorc.org/PDFs/Divided1/Divided%20America%20%20AP-NORC%20poll%20press%20release%20%20FINAL.pdf

[21] Jonah Goldberg, “Trump’s Populism Is Not Reagan’s Populism,” National Review, April 4, 2018. https://www.nationalreview.com/2018/04/donald-trumpr-ronald-reagan-populism-different/

[22] Paulina Firozi, “Trump: ‘In America We Don’t Worship Government, We Worship God,’” The Hill, May 13, 2017. http://thehill.com/homenews/administration/333252-trump-in-america-we-dont-worship-government-we-worship-god.

Share

Video Popular