- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Huawei Kemungkinan Menghadapi Tantangan dalam Menggunakan Sistem Operasi dan Chip Buatan Sendiri, Di Tengah Larangan Ekspor Amerika Serikat

Erabaru.net. Setelah administrasi Trump memblokir perusahaan Amerika Serikat untuk memasok teknologi dan pasokan bagi raksasa telekomunikasi Tiongkok Huawei, pendiri Huawei Ren Zhengfei mengatakan ia yakin Huawei masih mampu bertahan dengan solusi cadangannya sendiri.

Namun, para ahli mempertanyakan apakah sistem operasi HongMeng dan chip elektronik HiSilicon yang dikembangkan sendiri oleh Huawei dapat diadopsi untuk produksi dalam waktu singkat.

Pemasok Barat Menutup Pintu

Pada tanggal 15 Mei, Departemen Perdagangan Amerika Serikat memasukkan Huawei, produsen peralatan telekomunikasi terbesar di Tiongkok, dan 70 afiliasinya ke “Daftar Wujud,” yang berarti Huawei tidak dapat memperoleh komponen dan teknologi dari perusahaan Amerika Serikat kecuali jika ia menerima persetujuan khusus dari pemerintah Amerika Serikat.

Google mengumumkan bahwa mereka menangguhkan bisnisnya dengan Huawei pada tanggal 19 Mei.

Karena sensor rezim Tiongkok terhadap Google, telepon seluler Huawei untuk pasar Tiongkok mengecualikan banyak aplikasi teknologi raksasa Amerika Serikat yang paling populer, seperti Gmail dan Google Maps.

Sebaliknya, hal tersebut akan mengakibatkan  telepon seluler Huawei di pasar luar negeri yang akan paling terkena dampak.

Menurut pernyataan perusahaan Huawei, Huawei menjual 59,1 juta telepon seluler pada kuartal pertama 2019, termasuk 29,2 juta, atau 49,4 persen, dijual di pasar luar negeri.

Kemudian pada tanggal 20 Mei, media Jepang Nikkei melaporkan bahwa pembuat chip Jerman Infineon Technologies telah menangguhkan pengiriman ke Huawei untuk mematuhi larangan Amerika Serikat.

Nikkei mengutip dua sumber yang akrab dengan masalah ini yang mengatakan bahwa Infineon Technologies akan segera mengadakan pertemuan untuk membahas situasi tersebut, tetapi tidak jelas apakah Infineon Technologies akan melanjutkan penjualan ke Huawei di masa depan.

Qualcomm, Intel, dan pemasok teknologi utama Amerika Serikat lainnya juga tidak akan dapat menjual chip, perangkat lunak, dan perangkat keras lainnya ke Huawei, yang merupakan komponen penting dalam produknya.

Sistem Operasi HongMeng

Pada tanggal 20 Mei, China Business Network yang dikelola pemerintah Tiongkok melaporkan bahwa Huawei memulai pengembangan sistem operasinya sendiri pada tahun 2012, dengan tujuan mengganti sistem Android Google untuk telepon seluler dan mengganti Microsoft Windows untuk komputernya.

Alasan mengapa Huawei belum menggunakan sistem operasi HongMeng adalah karena sistem tersebut tidak dapat bersaing dengan Android Google dan Microsof Windows; tetapi Huawei percaya bahwa sistem operasi HongMeng kini siap digunakan, menurut laporan China Business Network.

Pada tanggal 20 Mei, Hong Kong Economic Times melaporkan bahwa sistem operasi HongMeng memiliki dua masalah utama: Pengkodean dan pembacaan sandi data, serta ketidakcocokannya dengan aplikasi saat ini.

Setelah bertahun-tahun pengembangan perangkat lunak, Google dan Microsoft dapat membaca dan menulis teks, foto, video, dan file lainnya. Namun, sistem operasi Huawei belum dapat membuat kode dan membaca sandi file seperti itu.

Sementara itu, jutaan aplikasi dirancang khusus untuk iOS Apple, Android Google, dan Microsoft Windows. Tetapi untuk sistem operasi HongMen, aplikasi populer belum kompatibel dengannya.

Chip HiSilicon

Li Bin, seorang perancang chip Tiongkok yang telah bekerja di Amerika Serikat selama lebih dari 20 tahun, menulis sebuah posting blog pada tanggal 19 Mei yang menjelaskan mengapa hampir mustahil bagi Huawei untuk mengandalkan chip yang dikembangkan oleh anak perusahaan perancang chip HiSilicon untuk menggantikan pemasok Amerika Serikat saat ini.

“Huawei adalah perusahaan yang menggunakan sejumlah besar chip untuk keperluan umum,” tulis Li Bin, di mana  sebagian besar chip diproduksi di Amerika Serikat.

Bahkan jika Huawei mengganti chip Amerika Serikat dengan pemasok lain atau chip buatan Huawei sendiri, Huawei perlu mendesain ulang papan sirkuitnya, membuat prototipe, menjalani tes komprehensif, memperbaiki bug, dan sebagainya.

“Untuk mengganti satu chip pada papan sirkuit, dibutuhkan dua bulan hingga enam bulan — dan itu pun jika anda dapat menemukan pengganti yang berfungsi sama,” tulis Li Bin.

Li Bin menambahkan bahwa perangkat elektronik terdiri dari banyak chip dan komponen, dan komponen yang diproduksi Amerika Serikat mendominasi pasar global. Mengganti semua komponen buatan Amerika Serikat akan menjadi proses yang rumit dan memakan waktu. (Nicole Hao/ Vv)

VIDEO REKOMENDASI