Erabaru.net. Nepal telah melarang aplikasi pembayaran digital Tiongkok yang populer WeChat Pay dan AliPay dengan mengatakan pembayaran dari sistem yang tidak terdaftar itu adalah ilegal dan mengakibatkan hilangnya pendapatan bagi negara Himalaya, seorang juru bicara bank sentral mengatakan pada tanggal 22 Mei.

Laxmi Prapanna Niroula, juru bicara Bank Nepal Rastra, mengatakan dua platform pembayaran digital tidak terdaftar pada  regulator di Nepal tetapi banyak digunakan oleh wisatawan Tiongkok untuk menyelesaikan pembayaran bisnis mereka.

“Setiap transaksi digital yang dilakukan dengan sistem pembayaran luar negeri yang tidak terdaftar seperti WeChat Pay dan AliPay adalah ilegal. Siapa pun yang menggunakan platform semacam itu dapat dihukum,” kata Laxmi Prapanna Niroula kepada Reuters.

Di bawah undang-undang Nepal, siapa pun yang terbukti melakukan penggelapan valuta asing dapat dihukum hingga tiga tahun penjara.

WeChat Pay, yang beroperasi pada layanan pengiriman pesan Tencent, dan Alipay milik raksasa e-commerce Alibaba, adalah dua platform yang dominan di Tiongkok Daratan. WeChat Pay dan Alipay banyak digunakan oleh wisatawan Tiongkok untuk melakukan pembayaran ke hotel, restoran, dan bisnis yang dikelola orang Tiongkok di Nepal karena kedua raksasa pembayaran tersebut berusaha untuk berekspansi ke luar negeri.

Tencent mengatakan bahwa divisi WeChat Pay di luar negeri “benar-benar mematuhi” semua peraturan di negara tempat ia beroperasi.

“Adapun pengumpulan pembayaran ilegal di luar negeri, kami terus-menerus menggunakan cara teknis untuk menindak dan mencegah perilaku ini. Vendor luar negeri harus bekerja dengan mitra WeChat Pay untuk mengaktifkan layanan pengumpulan WeChat Pay,” kata Tencent.

Afiliasi Alibaba Ant Financial mengatakan operasi pembayaran lintas batas Alipay di Nepal beroperasi secara normal.

“Alipay secara ketat mematuhi peraturan dan regulasi lokal di semua pasar tempat kami beroperasi, termasuk di luar negeri,” kata Ant Financial.

“Kami meminta semua pengguna mematuhi Perjanjian Kode QR Pengumpulan Alipay ketika menggunakan layanan pembayaran kode QR kami. Kami telah memperkuat langkah-langkah kami untuk secara efektif mencegah kasus di masa mendatang di mana beberapa pengguna telah salah mengumpulkan pembayaran di luar Tiongkok dengan menggunakan kode QR domestik,” kata Ant Financial.

Niroula Laxmi Prapanna Niroula, juru bicara bank sentral, mengatakan aplikasi ini menggunakan konektivitas internet Nepal tetapi transaksi dilakukan di Tiongkok dan tidak tercermin dalam akun nasional negara Himalaya itu.

“Pemerintah tidak dapat mengenakan pajak atas transaksi tersebut atau memeriksa kejahatan yang terkait dengan sistem pembayaran yang tidak terdaftar. Larangan mulai berlaku sejak Senin,” kata Laxmi Prapanna Niroula.

Nepal, rumah bagi Gunung Everest dan tempat kelahiran Dewa Buddha, menerima 1,1 juta wisatawan pada tahun 2018 — di mana  153.000 adalah pengunjung Tiongkok, jumlah terbesar kedua setelah wisatawan India yang berjumlah 200.000. Tiongkok dan India saling sikut untuk mempengaruhi Nepal, penyangga alami di antara mereka.

Berdagang dengan Tiongkok

Tapi sekarang, hubungan Indo-Nepal tampaknya diremehkan oleh Tiongkok, setelah Tiongkok mengumumkan perjanjian perdagangan baru dengan Nepal.

Perjanjian Transit dan Transportasi, yang ditandatangani setelah pertemuan di ibukota Nepal Kathmandu pada bulan September antara pejabat Nepal dan Tiongkok, akan memungkinkan Nepal untuk menggunakan empat pelabuhan laut dan tiga pelabuhan darat untuk perdagangan milik Tiongkok, menurut sebuah artikel tanggal 7 September oleh surat kabar Nepal berbahasa Inggris The Himalayan Times.

Berdasarkan perjanjian tersebut, pedagang Nepal akan diizinkan untuk bepergian dengan moda transportasi apa pun, seperti kereta api dan jalan, untuk mengakses pelabuhan-pelabuhan ini. Untuk pelabuhan darat di Shigatse, otoritas Tiongkok akan memberikan izin bagi operator truk dan peti kemas untuk mengangkut kargo dari Tiongkok ke Nepal dan sebaliknya. Artikel Himalaya Times tidak memberikan penjelasan mengapa izin seperti itu diperlukan untuk pelabuhan darat di Shigatse, tetapi tidak berlaku untuk pelabuhan lain.

Motif Tiongkok di balik penandatanganan Perjanjian Transit dan Transportasi sejak itu dipertanyakan oleh media India. Menurut situs berita India Opindia, biaya transportasi akan menjadi lebih tinggi dengan menggunakan pelabuhan Tiongkok, dibandingkan dengan pelabuhan India, mengingat jarak yang lebih jauh dari perbatasan Nepal. Misalnya, jarak ke Kolkata, ibukota negara bagian Benggala Barat India, adalah sekitar 480 mil (774 km), dan jarak ke Visakhapatnam, sebuah kota pelabuhan di negara bagian Andhra Pradesh, India, kira-kira 741 mil (1.194 km) .

Perjanjian perdagangan hanyalah salah satu dari serangkaian investasi dan proyek yang telah dilakukan Tiongkok dengan negara Himalaya, karena dianggap sebagai negara strategis dalam inisiatif One Belt, One Road (OBOR, juga dikenal sebagai Belt and Road). (Gopal Sharma/ Frank Fang/ Vv)

VIDEO REKOMENDASI

Share

Video Popular