Erabaru.net. Menjadi seorang guru jauh lebih dari sekadar mengajar di kelas. Itulah sebabnya ketika seorang guru di Philipina mengetahui bahwa muridnya tidak dapat berkonsentrasi selama ujian, ia dengan cepat melangkah untuk melakukan segala yang ia bisa untuk membantunya.

Jayvee yang adalah seorang guru di Sekolah Menengah Nasional Santiago di Provinsi Cavite, Philipina mengawasi kelasnya selama ujian ketika dia tiba-tiba menyadari salah satu siswa sedang menatap kosong di bangkunya.

Awalnya, Jayvee berpikir bahwa siswa itu khawatir tidak punya cukup uang untuk membayar biaya fotokopi untuk kertas ujian.

Dia kemudian memberikan lembar ujian kepada bocah itu tetapi siswa itu terus menatap kertas ujian dengan mata kosong.

(Foto: Twitter / @ Carampotpotpot)

Jayvee kemudian menjadi khawatir kalau bocah itu sedang mengalami masalah. Dia kemudian bertanya kepada bocah itu apakah ada yang salah.

Namun, bocah itu, mungkin terlalu malu untuk menjelaskan yang sebenarnya dan dia hanya diam sampai teman sekelasnya mengungkapkan bahwa dia sangat lapar.

(Foto: Twitter / @ Carampotpotpot)

Rupanya, bocah itu belum makan apa pun sepanjang hari. Jayvee terkejut mendengarnya karena saat itu sudah jam 5 sore. Dia kemudian meminta salah satu siswa untuk membeli beberapa biskuit dan air di kantin karena siswa itu sudah merasa pusing karena kelaparan.

Jayvee kemudian mengetahui bahwa siswa bernama Jovel Habagat berasal dari keluarga yang sangat miskin.

(Foto: Twitter / @ Carampotpotpot)

Ayahnya yang bekerja sebagai kuli bangunan benar-benar tidak mampu memberi makan keluarganya.

Gaji ayahnya hampir tidak bisa menutupi biaya hidup mereka yang membuat mereka hanya memiliki sedikit makanan untuk dimakan sehari-hari.

Terlepas dari keadaannya yang memprihatinkan itu, Jovel tidak pernah melewatkan hari ke sekolah.

Kemudian, Jayvee memberikan uang pada siswa itu untuk membayar kertas ujian sehingga keluarganya dapat membeli makanan untuk saat ini.

(Foto: Twitter / @ Carampotpotpot)

Dia juga berbagi cerita Jovel di Twitter, berharap mendapat bantuan dari netizen yang dermawan.

Untungnya, kisah Jovel beredar di media sosial dan sumbangan cepat mengalir.

Banyak orang menawarkan untuk membantu keluarga Jovel dan beberapa bahkan bersedia mengunjungi Jovel di rumahnya untuk membawa sumbangan kepada Jovel dan keluarganya.

(Foto: Twitter / @ Carampotpotpot)

Berkat sumbangan para dermawan yang diberikan oleh netizens kepada keluarga Jovel, mereka tidak perlu khawatir tentang makanan mereka untuk saat ini dan Jovel tidak akan pergi ke sekolah lagi dengan perut lapar.(yant)

Sumber: Goodtimes

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular