Erabaru.net. Ayah dari mahasiswi Tiongkok di Universitas  Yale, yang menyuap USD 1,2 juta demi memasukkan putrinya ke kampus Ivy League, telah diidentifikasi.

Guo Hulin adalah pengusaha kaya dari Mongolia Dalam. Ia sedang dicari oleh otoritas Tiongkok, bersama dengan kakak laki-lakinya, atas tuduhan korupsi. Guo Hulin tinggal di lingkungan kelas atas di California, tetapi kini ia tinggal di Amerika Serikat secara ilegal karena visanya baru-baru ini berakhir.

Mahasiswi Yale

Setelah skandal penerimaan perguruan tinggi Amerika Serikat diungkapkan kepada publik, kasus suap yang disebutkan dalam dokumen pengadilan konsultan perguruan tinggi William “Rick” Singer — tokoh sentral dalam skandal tersebut — adalah fokus utama.

Pada tanggal 26 April, Wall Street Journal pertama kali melaporkan bahwa salah satu mahasiswi yang difasilitasi William “Rick” Singer untuk memasuk ke Universitas Yale adalah Sherry Guo Jiaxin, seorang warganegara Tiongkok.

Dokumen pengadilan menyatakan bahwa William “Rick” Singer menerima USD 1,2 juta dari keluarga Sherry Guo Jiaxin, dan bekerja sama dengan pelatih kepala tim sepak bola wanita Yale. Mereka kemudian mengirim Sherry Guo Jiaxin ke Universitas Yale pada bulan Januari 2018 sebagai rekrutmen untuk tim sepak bola, meskipun pelatih tahu bahwa Guo Jiaxin Sherry tidak bermain sepakbola kompetitif.

Ketika skandal itu pecah, Sherry Guo Jiaxin keluar dari Yale.

Sherry Guo Jiaxin dan keluarganya pindah dari Tiongkok ke selatan California pada tahun 2014, dan bersekolah di SMA Katolik JSerra di San Juan Capistrano.

Dicari oleh Otoritas Tiongkok

Surat kabar Amerika Serikat-Tiongkok World Journal pertama kali melaporkan bahwa ayah Sherry Guo Jiaxin adalah Guo Hulin, seorang pengusaha kaya yang dicari oleh rezim Tiongkok, bersama dengan kakak laki-lakinya, Wang Huyun.

Pada tanggal 28 Maret, Kementerian Keamanan Publik Tiongkok mengeluarkan surat perintah penangkapan Guo Hulin dan Wang Huyun dan menawarkan hadiah 200.000 yuan (USD 29.000) bila berhasil menangkap  kedua tersangka.

Menurut Kementerian Keamanan Publik Tiongkok, Guo Hulin dan Wang Huyun didakwa melakukan korupsi keuangan terkait penggelapan dan penipuan.

Guo Hulin, 47 tahun, dan Wang Huyun, 56 tahun, adalah kakak adik dengan dua marga yang berbeda — yang satu mengambil marga ibu mereka, dan yang lainnya mengambil marga ayah mereka, menurut World Journal. Mereka tinggal di komunitas Qingsong di kota Baotou, sebuah kawasan industri dan kota terbesar Mongolia Dalam, menurut catatan yang dirilis oleh Kementerian Keamanan Publik Tiongkok.

Menurut Qichacha, perusahaan basis data Tiongkok, Guo Hulin dan Wang Huyun memiliki sekitar selusin perusahaan yang berlokasi di Shanghai dan Mongolia Dalam, dan bisnis mereka meliputi penambangan, perdagangan, dan pembuatan alat-alat mekanik.

Kampus Yale di New Haven, Connecticut pada tanggal 15 April 2008. (Christopher Capozziello / Getty Images)

Gaya Hidup Mewah di AS

World Journal melaporkan pada tanggal 8 Mei bahwa Guo Hulin dan Wang Huyun pindah ke Amerika Serikat bersama dengan keluarganya  pada tahun 2014 dengan visa L1.

Visa L1 adalah visa non-imigran dan tersedia untuk karyawan perusahaan internasional dengan kantor di Amerika Serikat dan luar negeri. Laporan tersebut mengatakan Guo Hulin dan Wang Huyun mendirikan cabang perusahaan Tiongkok mereka di Amerika Serikat, Shanghai Shenyin Ruihao Holdings Co Ltd dan kemudian mengajukan permohonan L1 Visa sebagai manajer perusahaan ini.

Guo Hulin dan Wang Huyun membeli dua rumah di Pavilion Park, Irvine, California. Kini sebuah rumah di sana seharga sekitar USD 1,2 juta. Mereka juga membeli dua kantor bisnis di Jeffrey Road di Irvine, menurut  laporan tersebut.

Wartawan World Journal bahkan mengunjungi kedua rumah mereka dan mengkonfirmasi bahwa Guo Hulin tinggal bersama istri dan putrinya Sherry Guo Jiaxin; sementara Wang Huyun tinggal bersama putra, menantu, dan cucunya. Putra dan menantu Wang Huyun telah berimigrasi secara legal ke Amerika Serikat.

Pada tanggal 11 Mei, World Journal melaporkan bahwa Guo Hulin dan Wang Huyun berencana untuk pindah ke sebuah rumah mewah di Pantai Newport, sebuah kota pantai di selatan California, bersama keluarga mereka, setelah rumah mereka di Pavilion Park mereka diekspos oleh media.

Rumah baru tersebut – yang memiliki pemandangan laut, memiliki enam kamar tidur, delapan kamar mandi – bernilai sekitar USD 16 juta, menurut laporan World Journal.

Laporan World Journal mengutip orang dalam yang mengklaim bahwa Guo Hulin dan Wang Huyun kehilangan status hukum mereka di Amerika Serikat setelah aplikasi perpanjangan visa L1 mereka ditolak pada tahun 2018.

Orang Kaya Tiongkok Kabur ke Luar Negeri

Orang Tiongkok yang kaya berimigrasi ke Amerika Serikat, Kanada, Australia, Selandia Baru, dan beberapa negara Eropa. Beberapa dari mereka adalah pengusaha dan pejabat korup.

Majalah politik Hong Kong, Zhengming, mengutip laporan internal bahwa aset USD 1,5 triliun ditransfer keluar dari Tiongkok oleh pejabat, pengusaha, dan keluarga mereka. Laporan ini disusun oleh Pusat Penelitian Pengembangan Dewan Negara Tiongkok, Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional, Bank Rakyat Tiongkok, Komisi Pengawasan Aset dan Administrasi, dan Akademi Ilmu Sosial pada bulan April 2017.

Secara rinci, USD 520 miliar berada di Amerika Serikat; USD 200 miliar berada di Kanada; USD 180 miliar berada di Inggris; USD 130 miliar berada di Prancis; USD 120 miliar berada di Australia; USD 82 miliar berada di Spanyol; USD 60 miliar berada di Italia; USD 55 miliar berada di Jerman; USD 36 miliar berada di Swiss; dan USD 30 miliar berada di Belanda.

Sejak tahun 2018, rezim Tiongkok telah memperketat kendali atas aliran keluar modal dengan membatasi rekening bank warganegara Tiongkok: Warganegara Tiongkok hanya dapat menarik hingga 100.000 yuan (USD 14.800) dari Tiongkok setiap tahun.

Pada bulan Februari 2019, telah diberlakukan hukuman yang lebih keras bagi mereka yang tertangkap menukar mata uang asing di luar saluran resmi, dalam upaya untuk menindak perbankan bawah tanah dan untuk menghalangi arus modal keluar. (Nicole Hao/ Vv)

VIDEO REKOMENDASI

Share

Video Popular