Erabaru.net. Rezim Tiongkok bersiap-siap untuk menggantikan sistem operasi Windows di militernya. Sistem operasi baru dikembangkan secara independen oleh Tiongkok, dan akan mencegah Amerika Serikat meretas jaringan militer Tiongkok.

“Kelompok Kepemimpinan Informasi Keamanan Internet” didirikan untuk melakukan tugas mengganti sistem operasi Windows, menurut sebuah laporan yang diterbitkan pada tanggal 11 Mei oleh majalah militer Kanwa Asian Defense yang berbasis di Kanada.

Kelompok Kepemimpinan Informasi Keamanan Internet ini juga tidak mempercayai sistem operasi multi-pengguna multi-stroke “UNIX”, yang digunakan di beberapa server di dalam Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok, Kanwa Asian Defense melaporkan. Oleh karena itu, otoritas Tiongkok memerintahkan untuk mengembangkan sistem operasi yang didedikasikan untuk militer Tiongkok.

Kelompok Kepemimpinan Informasi Keamanan Internet percaya bahwa pengendali logis yang dapat diprogramkan yang dikembangkan oleh Jerman, yang digunakan oleh 70 persen sistem kendali industri Tiongkok saat ini, menimbulkan risiko besar bagi keamanan nasional Tiongkok.

Menurut pendapatnya, Tiongkok bukanlah “kekuatan jaringan”, tetapi hanya “jaringan raksasa”, Kanwa Asian Defense melaporkan. Oleh karena itu, otoritas Tiongkok telah menyusun rencana untuk meningkatkan jaringan Tiongkok — untuk menjadi lebih maju dalam teknologi dunia maya.

Laporan Kanwa Asian Defense mengutip para ahli riset militer Tiongkok yang berbasis di Washington mengatakan bahwa kelompok kepemimpinan informasi internet Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok yang baru dibentuk memiliki otoritas yang lebih tinggi daripada departemen jaringan di berbagai unit militer, dan langsung di bawah Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok.

Amerika Serikat memisahkan divisi keamanan jaringan dari Keamanan Nasional Amerika Serikat untuk menjadi Komando Dunia Maya Amerika Serikat pada bulan April 2018. Tiongkok mungkin akan mengikuti pembentukan kelompok kepemimpinan ini. (Olivia Li/ Vv)

VIDEO REKOMENDASI

Share

Video Popular