Di sebuah kuil di India yang bersejarah 2.000 tahun, sebuah figur terpahat dengan jelas, seorang manusia yang sedang menaiki sepeda. Penemuan ini telah menarik perhatian banyak orang dari seluruh dunia.

Erabaru.net. Manusia dengan sepeda itu telah menjadi bagian dari relief yang ada di kuil.

Relief dari kuil kuno: India sudah punya sepeda sejak 2.000 tahun lalu?

Relief yang terpahat di kuil bersejarah 2.000 tahun, menunjukkan seorang manusia sedang menaiki sepeda. (Kredit foto: renminbao.com)

Di kota Tiruchirapally, Tamil Nadu, India bagian Selatan, ada sebuah kuil yang biasa saja dan tidak luar biasa, namun sejak Juli 2018, ada banyak orang yang datang berkunjung, untuk melihat relief yang ada di kuil tersebut. Relief ini terletak di bagian paling bawah sebuah pilar.

Orang yang digambarkan dalam relief adalah seorang India dengan syal dan dia berkumis, dia sedang duduk di sadel sepeda, memegang stang dengan kedua tangan, dan kakinya menginjak pedal.

Kredit: Youtube/
Phenomenal Travel Videos

Seperti yang kita ketahui dari buku pelajaran, bahwa sepeda pertama dibuat pada abad ke-19 di Eropa, sejauh ini baru sekitar 200 tahun saja telah berlalu sejak sepeda pertama itu diciptakan. Sementara kuil ini sudah pernah disebut dalam sebuah dokumen kuno dari abad ke-7. Materi kuno ini disebut “Balam,” dan ditulis dalam bahasa Pamir. Bukan hanya itu, seorang ahli astronomi dan ahli geografi yang terkenal dari Yunani, Ptolemy, juga pernah menyebutkan perihal kuil ini.

Karena itu, dokumen-dokumen serta tokoh-tokoh dalam sejarah telah membuktikan bahwa kuil ini telah dibangun sekal 2.000 tahun lalu, namun pelajaran sejarah resmi yang kita dapatkan, mengatakan bahwa sepeda telah diciptakan sejak 200 tahun lalu. Jadi siapa yang bisa menjelaskan hal ini?

Mari saksikan videonya:

Sebetulnya contoh semacam ini juga tidak langka.

Seperti yang kita tahu, mantan kosmonot Rusia, Yuri Gagarin, adalah orang pertama yang terbang ke luar angkasa. Dia dilahirkan pada tanggal 9 Maret 1934, dan pada pagi hari jam 9:07, tanggal 12 April 1961, Gagarin telah berhasil menerbangkan pesawat luar angkasa Vostok.

Yuri Gargarin. Kredit foto: delfi.lt

Vostok 1 dari tempat peluncuram Baiknuer telah terbang dan mengelilingi bumi dengan ketinggian maksimum 301 km. Penerbangan itu berlangsung selama 1 jam 48 menit, dan kembali dengan selamat pada pukul 10:55. Pesawat itu mendarat di Smeito, Saratov.

Akhirnya penerbangan pertama dengan awak manusia ke luar angkasa berhasil dilakukan oleh umat manusia, membuat umat manusia merasa lebih tertantang untuk menjelajah angkasa dengan jarak yang lebih jauh lagi.

Bagaimanapun juga, sudah ada cukup banyak orang yang tahu bahwa di Gereja Salamanca, di Spanyol, ada pahatan seorang astronot misterius. Selain binatang-binatang legendaris serta para orang suci, ada satu pahatan detail yang sangat menarik, terlihat dengan jelas sekali, seorang astronot dalam baju lengkapnya.

Relief astronot di Katedral Salamanca. (Kredit foto: renminbao.com)

Gereja ini dibangun pada tahun 1513 dan selesai tahun 1733. Jika dihitung dari waktu gereja ini selesai dibangun, maka “astronot tak dikenal” yang dipahat di gereja ini, telah pergi ke luar angkasa, sekitar 200 tahun lebih awal daripada Gagarin.

Ada yang mengatakan bahwa gereja ini pernah mengalami pemugaran dan saat itu, orang-orang yang memugarlah, yang membuat pahatan baru, berbentuk astronot, namun sebuah sanggahan mengatakan bahwa pemugaran tidak mengubah apapun, hanya memperbaiki saja, dan tidak mungkin sebuah perbaikan sampai mengubah suatu objek, menjadi bentuk seorang astronot.

Apapun itu, kita manusia harus mengakui, bahwa ada sangat banyak hal di dunia ini yang masih menjadi misteri, dan ada sangat banyak kekurangan pada cara kita untuk mengenali alam semesta. Pada akhirnya kita bisa mengatakan bahwa pengenalan kita terhadap sejarah manusia, adalah tidak mutlak benar, dan sangat banyak hal yang tidak bisa dijelaskan oleh ilmu pengetahuan yang kita miliki hari ini, diperlukan banyak perbaikan agar kita benar-benar mampu mengenali alam semesta.

Dari demikian banyak benda budaya dan peninggalan yang tergali, beberapa ilmuwan sudah berani menyatakan bahwa peradaban manusia adalah bukan satu kali saja, ada peradaban lain sebelum peradaban sekarang ini, dan jika dilihat dari benda peninggalan yang tergali, seperti peradaban masa lalu adalah bukan hanya satu kali saja, ada beberapa kali peradaban yang pernah muncul di bumi ini.

Sama seperti manusia yang harus menjalani proses terbentuk-bertahan-rusak-musnah, begitu juga dengan peradaban manusia yang harus menjalani proses seperti itu.

Setelah satu peradaban terbentuk, kemudian berkembang menjadi maju, lalu ada suatu kejadian yang akan menyapu habis peradaban tersebut, dalam sejarah kita tahu bahwa ada meteor yang jatuh ke bumi sekitar 65 juta tahun lalu, dalam kitab suci juga kita pernah mendapat informasi perihal banjir besar yang berasal dari hujan deras tanpa henti selama 40 hari 40 malam.

Ilustrasi. Kredit foto: New Scientist

Namun setiap kali peradaban itu hancur, tidak semuanya musnah. Ada tersisa sedikit orang yang masih membawa sedikit benda dan teknologi dari peradaban sebelumnya.

Itulah sebabnya di masa kini, kadang kita menemukan teknologi ataupun ilmu pengetahuan kuno yang agak sulit diterima oleh ilmu pengetahuan di masa sekarang, seperti misalnya ilmu pengobatan Tiongkok, yakni akupunktur, dengan menusukkan jarum ke beberapa titik, maka penyakit bisa sembuh, serta banyak hal lainnya. Bisa saja itu adalah ilmu pengetahuan dari masa lalu.

Atau contoh lain, misalnya Pilar Besi Delhi atau “Pilar India yang Tak Berkarat,” yakni sebuah pilar yang berdiri di halaman masjid Quwwatul, di Delhi, India.

Pilar besi yang dibuat pada abad ke-4 ini, setelah lebih dari 1.600 tahun berdiri, secara misterius, ternyata sama sekali tidak berkarat, sekalipun terus diterpa panas dan hujan sepanjang waktu.

Dengan derajat kemurnian hingga 99, 72% persen, pilar ini sering dianggap sebagai bukti betapa majunya teknologi metalurgi pada masa India kuno. 

Besi yang tak berkarat. Kredit foto: id.wikipedia.org

Kasus relief orang naik sepeda di kuil kuno ini, serta banyak penemuan lainnya, bisa membuat kita bertanya: apakah sesungguhnya kita hanya menciptakan kembali, penemuan yang sudah pernah diciptakan oleh peradaban orang-orang kuno di masa lalu? Siapa yang tahu? (Jul)

Sumber: dkn.tv

VIDEO REKOMENDASI

Share

Video Popular