Erabaru.net. Dengan perubahan iklim yang mengancam akan menghancurkan kehidupan kita untuk selamanya, semakin banyak orang yang menggunakan dan membeli produk yang tidak hanya mengurangi bahaya terhadap lingkungan, tetapi juga membantu menjadikannya lebih baik.

Berbasis di Cebu, Philipina, Eco Hub adalah salah satu kontributor gaya hidup ramah lingkungan. Mereka telah menjadi sensasi media sosial baru-baru ini untuk pensil mereka yang bisa ditanam- yang tumbuh menjadi tanaman yang sebenarnya begitu mereka terlalu pendek untuk digunakan.

Sekilas, alat tulis inovatif ini terlihat persis seperti pensil biasa. Daya tarik utama adalah di ujung pangkalnya.

(Foto : Facebook / Eco Hub Cebu)

Apa yang tampak seperti penghapus itu sebenarnya adalah ‘kapsul gelatin’ yang menampung berbagai jenis benih tanaman.

Ilustrasi. (Foto: Pixabay)

Pensil itu sendiri terbuat dari kayu yang berkelanjutan, tanah liat, grafit dan biji non-transgenik. Anda dapat membaca label pada pensil dan akan menemukan mint, silk cotton, tomat, sereh, kemangi, wortel dan daftarnya terus bertambah. Ini adalah indikator tanaman apa yang nantinya akan tumbuh menjadi benih.

Eco Hub menulis di posnya bahwa ini memberinya ‘kesempatan baru untuk kehidupan’.

“Alih-alih dibuang, pensil tanam menjadi simbol keberlanjutan,” tambah mereka. Mereka dapat tumbuh secepat lima hingga sepuluh hari setelah ditanam dan disiram secara teratur.

Ilustrasi. (Foto: Pixabay)

Sebuah perusahaan bernama Sprout telah memasarkan pensil yang bisa ditanam di seluruh wilayah termasuk Eropa, Kanada dan Amerika Serikat. Mereka adalah gagasan kolaborasi dari tiga mahasiswa MIT dan pengusaha Denmark.

Proyek ini dimulai pada 2012 dan bertujuan untuk menghasilkan pensil yang tumbuh menjadi tanaman herbal, sayuran dan tanaman lainya. Setelah menerima dana dari kampanye kewirausahaan, perusahaan ini diluncurkan pada 2013 dan telah beroperasi sejak saat itu.

Sungguh mengharukan melihat upaya-upaya seperti itu dibuat menjadi produk-produk aktual yang berupaya menyediakan lingkungan yang berkelanjutan untuk masa depan.(yant)

Sumber: Goodtimes

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular