Erabaru.net. Banyak orang sering berpikir bahwa memiliki banyak teman adalah salah satu indikator dari orang yang cerdas tetapi para peneliti telah benar-benar menemukan sebaliknya.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang yang memiliki IQ tinggi cenderung memiliki lebih sedikit teman dan interaksi sosial yang lebih sedikit.

Sementara itu umum bagi banyak orang berpikir bahwa menghabiskan lebih banyak waktu dengan teman sering sama dengan menjadi lebih bahagia, orang-orang yang memiliki IQ tinggi sebenarnya lebih suka dengan dunia mereka sendiri daripada yang lain.

Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh psikolog evolusi, Satoshi Kanazawa dari London School of Economics dan Norman Li dari Singapore Management University, mereka menemukan bahwa orang  dengan IQ tinggi cenderung merasa lebih bahagia di daerah yang kurang padat penduduk dan dengan lebih sedikit interaksi sosial.

Dalam sebuah survei besar yang mencatat jawaban dari 15.000 responden, mereka menemukan bahwa “semakin tinggi kepadatan populasi dari lingkungan terdekat, semakin kurang bahagia” menurut responden itu.

Selain itu, survei juga menemukan bahwa semakin banyak interaksi yang terjadi dengan teman-teman dekat mereka,mereka semakin bahagia.

Ilustrasi (Kredit: Pixabay)

Namun, dalam penelitian mereka, Kanazawa dan Li menemukan bahwa hasilnya berbeda untuk orang dengan IQ tinggi.

Sementara kepadatan populasi di lingkungan mereka tidak mempengaruhi mereka sebanyak orang dengan IQ rendah, orang dengan IQ tinggi cenderung lebih suka interaksi lebih sedikit dengan orang lain bahkan dengan teman dekat mereka.

Ilustrasi (Kredit: Pixabay)

Mereka menemukan bahwa “efek kepadatan populasi pada kepuasan hidup, lebih dari dua kali lebih besar untuk individu dengan IQ rendah daripada untuk individu dengan IQ tinggi”. Dan juga “individu yang lebih cerdas sebenarnya kurang puas dengan kehidupan jika mereka bersosialisasi dengan teman-teman mereka lebih sering.”

Dengan kata lain, ketika orang ber-IQ tinggi lebih banyak bersosialisasi, itu membuat mereka kurang bahagia.

Ilustrasi (Kredit: Pixabay)

Namun, ini tidak berarti bahwa orang dengan IQ tinggi tidak mudah bergaul seperti orang dengan IQ rendah. Menurut Carol Graham, seorang peneliti Brookings Institution, orang dengan IQ tinggi sering menggunakan waktu mereka untuk lebih fokus pada hal-hal penting daripada interaksi sosial.

“[Mereka] cenderung menghabiskan banyak waktu bersosialisasi karena mereka berfokus pada beberapa tujuan jangka panjang lainnya,” katanya.

Misalnya, pikirkan tentang dokter yang sibuk merawat pasiennya atau pengacara yang sibuk melindungi orang yang rentan. Interaksi sosial yang sering dapat mengalihkan perhatian mereka untuk mencapai tujuan mereka dan itu dapat mempengaruhi kepuasan keseluruhan mereka dengan kehidupan.

Jadi, lain kali Anda tidak ingin bersosialisasi, Anda bisa menggunakan kode ini! *mengedipkan mata*.(yant)

Sumber: Goodtimes

Share

Video Popular