- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Nenek Berusia 98 Tahun Berjalan Kaki Sejauh 3 Km untuk Membayar Hutangnya 50 Tahun Lalu

50 tahun lalu dia berhutang untuk membeli sebuah furnitur, untuk putranya. Jadi sekarang, dia berjalan kaki di tengah terik matahari untuk membayar hutang yang tiba-tiba saja muncul dalam ingatannya.

Erabaru.net. Nyonya Sun Xingbao, kini tinggal sendirian di sebuah rumah kecil, suaminya telah meninggal, 2 dari 5 anaknya juga telah meninggal. Anak-anaknya yang lain sudah tua dan tinggal di rumah lain di desa yang sama, namun mereka masih sering datang untuk merawat Ibu mereka yang sudah sangat tua.

Sekitar 50 tahun lalu, putranya yang paling tua menikah, dia meminta kepada tukang kayu di desa, Zhang Falin, untuk membuatkannya sebuah ranjang kayu, sebagai hadiah pernikahan untuk putranya.

“Saat itu, keluarga saya sangat miskin, saya tidak punya uang untuk membayarnya, jadi saya berhutang,” kata Nenek Sun. Kejadian itu sudah berlalu selama 50 tahun, Zhang Falin si tukang kayu juga tidak pernah menagih hutang itu, dan seluruh keluarga Sun juga lupa.

Entah mengapa suatu hari, setelah 50 tahun, tiba-tiba Nenek Sun ingat hutang lamanya dan berniat untuk membayarnya. Dia berhutang sebesar 10 Yuan (sekitar Rp. 20 ribu), kini dia melihat bahwa harga furnitur sudah meningkat hingga 120 kali lipat, jadi dia berniat membayarnya sebesar 1.200 Yuan (Sekitar 2,5 juta)  

[1]
Nenek Sun. Kredit foto: People

Jarak dari rumahnya tidak terlalu jauh, hanya sekitar 3KM, jarak yang dengan mudah ditempuh oleh anak muda dalam waktu sekitar 20 menit, namun bagi seorang Nenek tua, diperlukan hingga 1 jam jalan kaki hingga dia sampai ke rumah Zhang.

Ketika tukang kayu Zhang membuka pintu, dia dan istrinya cukup terkejut, setelah tahu alasan Nenek Sun datang, mereka menjadi lebih terkejut.

[2]
Tukang kayu Zhang. Kredit foto: People

Zhang masih melakukan pekerjaan lamanya, dia masih bekerja sebagai tukang kayu, dia sangat terkejut ketika mendengar seseorang ingin membayar hutangnya dari 50 tahun yang lalu.

Zhang segera mengembalikan uang yang dia terima dan berkata, “Saya tidak bisa menerimanya, simpan saja.” Nenek Sun berkata lagi dengan cemas: “Saya tidak bisa menerimanya lagi, saya tidak bisa, saya tidak akan bisa tidur. Tolong terimalah, tolong, berbuat baiklah kepada saya.”

Akhirnya Zhang menerima uang tersebut, dan Nenek Sun pulang ke rumah dengan baju dan sepatu yang basah dengan keringat.

Zhang mulai masuk ke bengkel kerja dan berurusan dengan hal pertukangan kayu, sejak berusia 10 tahun, dan kemudian dia menjadi tukang kayu terkenal di daerahnya. “Saat itu, semua orang di sini sangat miskin, sedikitpun saya tidak berani menagih,” katanya. Kini, sambil memegang uang yang dia terima dari Nenek tua itu, dia merasa bukan hanya menerima sejumlah uang, tapi juga sesuatu yang lebih berharga.

Kisah Nenek Sun dan si tukang kayu dengan segera menyebar, hutang 50 tahun lalu dan di usia yang hampir 1 abad. Ini bukan sekedar kisah pembayaran hutang, namun adalah kisah kemanusiaan, teladan bagi generasi yang lebih muda.

Prinsip langit dan bumi adalah sama, siapapun yang telah berhutang maka dia harus membayarnya. Jadi, jika Anda ingat masih memiliki hutang kepada seseorang, besar ataupun kecil, segeralah lunasi!

Melunasi hutang, sesungguhnya Anda tidak akan rugi, Anda justru telah melakukan sesuatu yang mendatangkan keuntungan bagi kehidupan Anda, dan bagi kehidupan orang yang Anda hutangi juga. (Jul)

Sumber: DKN.tv

VIDEO REKOMENDASI