- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Amerika Serikat Bakal Membekukan Aset Hasil Korupsi Jiang Zemin Sebesar USD 500 Miliar

Erabaru.net. Departemen Luar Negeri Amerika Serikat memberi tahu praktisi Falun Gong untuk menyerahkan daftar nama korban penindasan kepada Deplu Amerika. Kini mantan pemimpin Komunis Tiongkok Jiang Zemin tinggal menunggu nasibnya selanjutnya. Siapakah dia sebenarnya?

Pada 31 Mei 2019 lalu, Minghui.org mengeluarkan pemberitahuan yang berisikan permintaan kepada seluruh praktisi Falun Gong untuk segera mengambil tindakan, mengumpulkan informasi tentang aset, anak-anak dari keluarga korban penindasan untuk menentukan status korban terkait.

Adapun Jiang Zemin adalah pelaku utama yang melakukan penindasan terhadap Falun Gong. Jiang dilaporkan menguasai aset hasil korupsi sebesar 500 miliar dolar Amerika Serikat yang disembunyikan keluarganya di luar negeri. Kemungkinan akan dibekukan oleh AS.

Beberapa waktu lalu, pejabat Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengatakan kepada beberapa kelompok agama dan kepercayaan, bahwa Deplu Amerika Serikat akan menerapkan pengajuan permohonan visa yang lebih ketat, menolak memberikan visa kepada mereka yang melakukan pelanggaran hak asasi manusia dan penganiayaan agama, termasuk visa imigran dan visa non-imigran, seperti perjalanan, kunjungan keluarga, bisnis, dan lain-lain. Bagi mereka yang telah mendapatkan visa, termasuk “pemegang green card”,  kemungkinan juga akan ditolak masuk ke Amerika.

Pejabat Departemen Luar Negeri Amerika Serikat juga mengabarkan kepada praktisi Falun Gong di Amerika bahwa mereka dapat menyerahkan daftar nama korban penganiaya kepada Deplu Amerika Serikat.

[1]
“Ada politisi senior gaek yang tidak kunjung sadar, tidak menaati aturan, tua mentang-mentang dan bertingkah tidak menyenangkan, jika memaksa saya (Xi) untuk turun tangan tapi jangan salahkan kalau tidak mengenal ampun.” Demikian makna yang bisa diserap dari tulisan di media corong partai “Harian Rakyat” pada 10 Agustus 2015.(AFP)

Praktisi Falun Gong menyerahkan daftar nama korban penganiayaan berdasarkan fakta yang pasti ke Deplu Amerika sesuai dengan undang-undang imigrasi dan pengumuman yang disahkan presiden Amerika Serikat untuk menolak visa dan melarang masuk bagi pelaku kejatahatan kemanusiaan.

Kebijakan itu tidak terbatas pada mereka yang terlibat langsung dalam penganiayaan, tetapi juga termasuk mereka yang merumuskan kebijakan penganiayaan, oknum yang mengeluarkan perintah, dan kroninya.

Harta kekayaan pejabat elite Komunis Tiongkok di Amerika Serikat mencapai angka yang fantastis.

Komunis Tiongkok kini menghadapi keruntuhan dan telah menuju ke jalan buntu. Amerika Serikat adalah pilihan utama bagi pejabat korup Komunis Tiongkok untuk melarikan diri.

Media melaporkan bahwa lebih dari 700 pejabat korup Komunis Tiongkok bersembunyi di Amerika Serikat.

Seorang profesor di sekolah partai komunis Tiongkok mengungkapkan pada 2010 bahwa sudah ada 1,18 juta isteri pejabat dan anak-anaknya tinggal di luar negeri.

Pada 3 Oktober tahun lalu, media Hong Kong mengungkapkan bahwa banyak pejabat senior dan jenderal militer komunis Tingkok memiliki sejumlah besar uang di Amerika Serikat.

Beberapa pemimpin elite komunis Tiongkok bahkan memiliki aset lebih dari satu triliun yuan di Amerika Serikat. Kerabat mereka juga berimigrasi ke Amerika Serikat, dengan modus cerai untuk menyembunyikan maksud sebenarnya.

Sebuah studi di masyarakat Tiongkok menemukan bahwa 91% anggota Komite Sentral Komunis Tiongkok punya anggota keluarga yang bermigrasi ke luar negeri dan bahkan menjadi warga negara asing; 88% anggota Komite Disiplin Pusat Komunis Tiongkok memiliki anak-anak yang imigrasi di luar negeri.

Pemerintah Amerika Serikat menolak untuk mengeluarkan visa dan melarang masuknya oknum penganiaya. Entah berapa banyak pejabat senior komunis Tiongkok yang akan “dilibas oleh Amerika Serikat”, yang akan menyebabkan kebangkrutan.

Di antara mereka, keluarga Jiang Zemin akan menanggung beban terbesar. Aset senilai 500 miliar dolar AS keluarga Jiang Zemin terancam dibekukan.

Pada Oktober tahun lalu, ada berita dari luar negeri yang mengatakan bahwa Trump akan bertindak dan menyita aset kelompok Shanghai di Amerika Serikat.

Sebuah sumber mengatakan bahwa Trump akan lebih dulu secara hukum menyegel aset keluarga Jiang Zemin, mantan pemimpin komunis Tiongkok.

Aset $ 500 miliar yang disembunyikan keluarga Jiang Zemin di Amerika Serikat kemungkinan besar akan menguap.

Keluarga Jiang Zemin adalah keluarga super serakah yang terkenal di Tiongkok dan juga dijuluki “keserakahan nomor satu di Tiongkok”. Sebelumnya disebutkan, bahwa keluarga Jiang Zemin saat ini memiliki lebih dari 500 miliar dolar Amerika Serikat dalam bentuk tunai dan aset di dalam dan luar negeri.

Dilaporkan bahwa aset Jiang di luar negeri termasuk dana yayasan, saham, bank, saham energi, saham teknologi, emas berjangka, real estat, perusahaan induk di luar negeri, offshore company dan sebagainya. Aset itu dikelola Jiang Zhicheng, cucu Jiang Zemin, atas nama keluarga Jiang.

Sumber di luar negeri mengatakan bahwa Jiang Zhicheng saat ini memiliki dua kewarganegaraan antara Tiongkok dan Amerika Serikat. Di satu sisi Jiang dan kelompoknya memperpanjang penganiayaan hingga ke seluruh dunia.

Penganiayaan brutal kelompok  Jiang Zemin  terhadap kelompok kepercayaan Falun Gong telah berlangsung selama 20 tahun.

Praktisi Falun Gong yang tak terhitung jumlahnya ditangkap secara ilegal, dikurung ke dalam kelas pencucian otak dan rumah sakit jiwa, kamp pendidikan ulang, penyiksaan, penganiayaan hingga tewas, serta pengambilan organ praktisi Falun Gong. Itu merupakan penindasan Hak asasi manusia – HAM terbesar dalam sejarah umat manusia.

Selain itu, kelompok Jiang Zemin juga memperluas penganiayaan hingga ke seluruh dunia, termasuk Amerika Serikat. Banyak praktisi Falun Gong yang merupakan warga negara Amerika juga telah diancam dan dilecehkan.

Solidaritas global untuk orang-orang Tiongkok menuntut Jiang Zemin atas kejahatannya menindas Falun Gong. Sejauh ini, lebih dari 3 juta orang dari 34 negara telah meminta untuk menyeret Jiang Zemin ke pengadilan.

Dari laporan-laporan kongres dan senat Amerika Serikat selama bertahun-tahun, atau laporan tahunan Konferensi Hak Asasi Manusia PBB, atau dari komunitas internasional dan opini publik, menyebutkan bahwa menghentikan penganiayaan adalah tekat bulat dari masyarakat internasional.

Pada 2016, Amerika Serikat mengesahkan Global Magnitsky Human Rights Accountability Act, pada Desember 2017.  Presiden Trump menandatangani perintah eksekutif untuk memberi sanksi kepada 13 pelanggar hak asasi manusia, dan angka ini kemudian meningkat lagi sejak itu.

Menteri Keuangan Amerika Serikat Steven Mnuchin mengatakan bahwa Departemen Keuangan akan membekukan aset Jiang Zemin dan secara terbuka mengutuk kejahatan yang telah mereka lakukan. Jiang akan membayar mahal atas kejahatanya. Kementerian Keuangan akan terus mengambil tindakan tegas dan efektif terhadap mereka yang melanggar hak asasi manusia.

Penganiayaan komunis Tiongkok terhadap Falun Gong sekarang telah menemui jalan buntu. Dalam waktu dekat, setelah jatuhnya rezim Komunis Tiongkok, semua orang yang terlibat dalam penganiayaan terhadap Falun Gong akan menghadapi hukuman berat.

Mereka yang sebelumnya juga terlibat dalam penganiayaan dan menyiapkan jalan keluar di Amerika Serikat dan luar negeri sekarang juga telah menemui jalan buntu.

Kini, satu-satunya cara untuk menebus kesalahan oknum-oknum komunis Tiongkok yang pernah terlibat dalam penganiayaan terhadap Falun Gong adalah menghentikan penganiayaan, mencoba melindungi dan memperlakukan dengan baik praktisi Falun Gong yang dianiaya, dan mengumpulkan bukti penganiayaan terhadap Falun Gong yang dilakukan para pejabat di semua tingkatan sebagai syarat untuk mengurangi rasa bersalah mereka kelak di depan pengadilan. (Jon/rp/asr)