Erabaru.net. Dokter telah menyelamatkan nyawa seorang anak setelah mengeluarkan baterai kancing yang ditemukan bersarang di kerongkongannya, dan melaporkan bahwa baterai telah berada di kerongkongannya selama enam bulan.

Shaylah Carmichael, yang berusia lima tahun dari Melbourne, mengalami kesulitan menelan makanan, demam, muntah, dan penurunan berat badan sejak akhir tahun lalu.

 

Baterai yang berada di dalam kerongkongan Shaylah selama enam bulan. (Foto: cocomy)

Dia dibawa ke Rumah Sakit Casey akhir pekan lalu di mana sinar-X mengungkapkan bahwa di kerongkongan bocah itu terdapat baterai kecil yang menghalangi jalan menuju ke perutnya.

Shaylah dibawa ke Rumah Sakit Anak Monash di mana ia menjalani operasi darurat untuk mengangkat benda asing itu.

Ibunya, Kirra yang berusia 32 tahun, menyatakan bahwa dia terkejut dan dia tidak bisa percaya putrinya masih hidup setelah dokter gagal mendiagnosis masalah yang dialami anak-anaknya selama berbulan-bulan.
 
Pemindaian sinar-X menunjukkan bahwa baterai kancing ada di dalam kerongkongannya

(Foto: cocomy)

“Aku tidak percaya gadis kecilku masih hidup. Beberapa anak tidak terlalu beruntung, “kata Carmichael di postingan Facebook-nya.

Ibu yang memiliki tiga anak tersebut mengatakan bahwa dia telah membawa Shaylah ke rumah sakit berkali-kali tetapi dokter hanya melakukan rontgen di perutnya atau merujuk ke dokter anak.
 
Shaylah mengeluh sakit tenggorokan dan mengatakan dia tidak bisa menelan makanannya.

“Dia kehilangan banyak berat badan dan memilih apa yang bisa dia makan. Dia terlihat lelah dan lesu. Saya merekam video ketika dia minum sebagai bukti untuk ditunjukkan kepada dokter, “kata Carmichael kepada 9news.

Shaylah. (Foto: 9news)

Ketika Shaylah mulai demam dan muntah, dia dilarikan ke ruang gawat darurat di mana mereka menunggu hingga tiga jam.

Carmichael mengatakan para dokter pada awalnya meminta mereka pulang tetapi membiarkan mereka tinggal di rumah sakit selama satu malam setelah dia meminta putrinya dirawat.

Dia mengatakan demam Shaylah semakin memburuk dan dia tidak makan tetapi mereka hanya melihatnya ‘semakin lemah’.

Keesokan harinya, dokter memerintahkan untuk melakukan tes barium swallow yang menunjukkan ke mana makanan Shayna sedang menuju tetapi tes kemudian dibatalkan karena, anak itu merasa cemas.

Shaylah dijadwalkan kembali untuk tes pada hari Selasa dan ketika dia sedang mempersiapkan tes, dokter akhirnya membuat sesuatu yang mengejutkan.

(Foto: TheSun)

Dokter segera mengirim gadis itu ke Rumah Sakit Anak-Anak Monash untuk melakukan pemindaian sinar-X yang mengkonfirmasi bahwa ia memiliki baterai kacing pada kerongkongannya yang telah ‘bersarang’ di tubuhnya selama enam bulan.

Foto-foto yang diposting oleh ibunya setelah operasi Shaylah menunjukkan baterai berbentuk bulatan kecil dan menjadi semakin terkikis.

Carmichael ingin larangan penggunaa baterai kancing

Shaylah (digendong) dan keluarganya di Melbourne (Foto: 9news)v

“Saya telah berusaha untuk mendapatkan bantuan untuk masalah anak-anak kami sejak lama. Dokter mengatakan baterai telah berada di kerongkongan selama berbulan-bulan. Kerongkongannya telah terluka dan dia kehilangan banyak darah sehingga mereka mengatakan dia mungkin perlu transfusi darah, “tambahnya.

(Foto: 9news)

Bulan lalu, organisasi nirlaba, CHOICE bersama dengan Australian Competition and Consumer Commission, menyerukan undang-undang baru yang mengontrol ‘produk tidak aman’ – termasuk baterai kancing.

Baterai kecil, bulat, lithium telah menjadi penyebab 17 kasus cedera pada anak sejak Desember 2017 dan mengakibatkan dua kematian, menurut organisasi itu.

(Foto: commonswikimedia)v

Baterai semacam itu dapat ditemukan pada barang-barang rumah tangga seperti jam, termometer, remote control, timbangan dapur, dan kalkulator.

Pada 2013, sebuah pemeriksaan mengungkapkan bahwa gadis berusia empat tahun dari Queensland telah meninggal setelah dia menelan baterai lithium 2 sentimeter. Berdasarkan laporan pemeriksaan, korban telah muntah setengah liter darah sebelum dia meninggal.(yant)

Sumber: 9news, Erabaru.my

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular