Erabaru.net. Sementara semua orang berbicara tentang revolusi pembayaran tanpa uang tunai di Tiongkok, tampaknya beberapa masih lebih suka berpegang pada cara lama, tidak peduli ketidaknyamanan yang ditimbulkannya.

Pada beberapa waktu yang lalu, seorang pria di Provinsi Jinan, Tiongkok, mengangkut 20 galon air besar yang diisi dengan uang koin ke kantor penjualan real estat untuk membayar uang muka apartemen.

Perusahaan properti kemudian dipaksa untuk mengerahkan 26 anggota stafnya untuk menghitung semua koin tersebut. Mereka butuh empat jam.

Akhirnya, mereka memutuskan akan lebih mudah untuk membagi koin dan kemudian menimbangnya daripada menghitung semuanya, akhirnya, mereka selesai dengan jumlah total 150.800 yuan (sekitar Rp 309 juta).

Ternyata klien yang datang dengan urang receh ini adalah seorang pedagang kaki lima yang menjual ikan, tahu, dan tauge. 20 galon koin adalah tabungannya selama satu dekade.

Kejadian ini tidak hanya sekali ini, awal bulan lalu, seorang wanita di Provinsi Hebei memecah celengan figuratifnya untuk membayar sebuah Volkswagen Passat dengan harga 130.000 yuan (sekitar Rp 270 juta). (yant)

Sumber: Shanghai.ist

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular