oleh Zhang Ting

Pukulan telak kembali menimpa ponsel pintar Made in Tiongkok. Sepeti dillaporkan Reuters Jumat 7 Juni,  Facebook tidak lagi mengizinkan  aplikasinya diinstal pada smartphone Huawei.

Kabar terbaru ini setelah Kementerian Perdagangan AS memasukkan Huawei dalam daftar hitam kontrol ekspor pada bulan Mei.

Facebook kepada Reuters melaporkan pelanggan yang sudah memiliki ponsel Huawei masih dapat menggunakan aplikasi ini dan menerima pembaruan. Namun, ponsel Huawei yang baru sudah tidak diizinkan untuk menginstal aplikasi Facebook, WhatsApp dan Instagram.

 Wall Street Journal melaporkan bahwa juru bicara Facebook dalam sebuah pernyataannya menyebutkan bahwa perusahaan sedang meninjau aturan final dari Kementerian Perdagangan AS dan lisensi penggunaan sementara yang baru dikeluarkan. Langkah tersebut diambil guna  memastikan bahwa Facebook tidak melanggar peraturan AS.

 Vendor ponsel cerdas sering kali mendapatkan perjanjian komersial yang memungkinkan aplikasi pra-instal yang paling populer di kalangan konsumen, seperti Facebook. Twitter dan Booking.com juga sudah diinstal sebelumnya pada ponsel Huawei di pasaran.

Reuters mengatakan bahwa Twitter menolak memberikan komentar mengenai hal ini. Booking Holdings belum memberikan tanggapan. Tetapi Huawei menolak berkomentar.

Langkah Facebook ini semakin melemahkan prospek penjualan smartphone Huawei. Tahun lalu, smartphone Huawei adalah sumber pendapatan terbesar yang didorong oleh pasar Eropa dan Asia yang cukup kuat.

 Huawei terus terpukul setelah di-blacklist

 Pada pertengahan bulan Mei, Kementerian Perdagangan AS secara resmi mendaftarkan Huawei dan 68 anak perusahaannya di lebih dari 20 negara ke dalam daftar hitam kontrol ekspor.

Di masa depan, Huawei yang mengimpor suku cadang dari perusahaan AS harus mendapatkan persetujuan dari Biro Industri dan Keamanan AS. Artinya, sebelum mendapatkan lisensi Biro Industri dan Keamanan AS, perusahaan dari negeri paman SAM itu tidak dapat menjual atau mengalihkan teknologi atau produk ke Huawei. Ini setara dengan secara efektif melarang perusahaan AS menyediakan komponen dan teknologi untuk Huawei dan anak perusahaannya.

Langkah otoritas AS ini mendorong Micron, Qualcomm, Intel dan perusahaan teknologi lainnya  mengumumkan kepatuhannya terhadap peraturan AS dan menghentikan pengiriman produk mereka ke Huawei.

Pemasok Huawei di luar Amerika Serikat juga terpengaruh, karena Amerika Serikat mengharuskan produk negara lain yang menggunakan komponen AS atau konten perangkat lunak lebih dari 25% juga mematuhi larangan ini.

Perusahaan perancang chip terkemuka Inggris ARM telah mengumumkan niat untuk menghentikan bisnisnya dengan Huawei karena desain chip perusahaan mengandung teknologi dari Amerika Serikat.

Karena ARM pada dasarnya menguasai teknologi desain chip paling hulu, analis mengatakan ini menjadi pukulan yang tidak dapat dielakkan oleh Huawei. Ini kemungkinan menjadi pemutus jalur bagi pengembangan chip Huawei.

Sebelum Facebook melarang Huawei, Google telah mengumumkan rencana menghentikan otorisasi sistem operasi Android kepada Huawei dan menangguhkannya selama 90 hari sesuai instruksi yang diberikan oleh Kementerian Perdagangan AS.

 Bryan Ma, analis perusahaan riset IDC mengatakan bahwa bagi jutaan pengguna ponsel yang berada di luar daratan Tiongkok, akan kehilangan daya tarik untuk membeli ponsel Huawei bila aplikasi Google dan layanannya tidak tersedia lagi di ponselnya.

 “Ini sama saja dengan membunuh nilai pakai ponsel Huawei di luar daratan Tiongkok, dan Huawei akan tenggelam dan mati”, tambahnya.

Sumber yang mengetahui masalah kepada Reuters mengatakan larangan Facebook berlaku untuk semua ponsel Huawei yang belum meninggalkan pabrik. Facebook menolak mengomentari kapan tindakan ini mulai diberlakukan.

 Ponsel model lama Huawei masih bisa mengunduh aplikasi Facebook dari Google Playstore. Namun, ponsel Huawei keluaran baru sudah tidak dapat lagi mengakses Google Play store dan aplikasinya sampai pemerintah AS mengubah kebijakan yang ada.

Baru-baru ini, banyak negara telah terlibat dalam “membuang ponsel Huawei”, hal ini membuat harganya terus jatuh.

Beberapa pelanggan di toko-toko Eropa dan Asia mengatakan kepada Reuters bahwa mereka tidak mau membeli ponsel Huawei dalam kondisi ketidakpastian saat ini. Analis memperkirakan penjualan ponsel pintar Huawei pasti turun tajam.

 Meskipun Ren Zhengfei, pendiri Huawei mengklaim dampak kontrol ekspor AS terhadap Huawei tidak besar, tetapi sumber yang memahami masalah mengatakan kepada Nikkei Asia Review bahwa Huawei kini telah mengurangi atau membatalkan pesanan dari sejumlah pemasok utama komponen smartphone dan peralatan telekomunikasi.

Taiwan Semiconductor Manufacturing, pembuat chip terbesar di dunia pada hari Rabu 5 Juni memberikan konfirmasi bahwa pesanan Huawei sudah menurun.

Seorang sumber yang akrab dengan pesanan ponsel cerdas Huawei mengatakan kepada Nikkei bahwa setelah dimasukkan ke dalam daftar hitam AS, Huawei telah menurunkan perkiraan total pengiriman ponsel cerdas untuk paruh kedua tahun 2019 sebesar sekitar 20 hingga 30 persen. (Sin/asr)

Share

Video Popular