Erabaru.net. Di negara-negara Asia seperti Malaysia dan Singapura, layanan bike-sharing sangat populer ketika pertama kali muncul. Sayangnya, gagal beberapa tahun kemudian. Karena ini, banyak sepeda yang terbengkalai — ada yang baru, sementara yang lain hilang beberapa bagian.

Melihat masalah yang agak serius ini, seorang lulusan sekolah bisnis, Mike Than Tun Win, memutuskan bahwa ia dapat melakukan sesuatu yang lebih baik dengan semua sepeda yang ditinggalkan itu dan memutuskan untuk memberi mereka kehidupan baru.

Mike yang telah belajar dan tinggal di Singapura selama 18 tahun akhirnya kembali ke Myanmar pada tahun 2011 dan mendirikan sebuah perusahaan teknologi.

Dia telah melihat siswa yang kurang beruntung di Myanmar berjalan hingga satu jam dari rumah ke sekolah.

Than Tun Win 发布于 2019年3月1日周五

Karena membuangnya akan menjadi pemborosan besar, Mike berpikir bahwa sepeda ini masih bisa bermanfaat bagi orang-orang yang kurang beruntung di dunia.

 

Than Tun Win 发布于 2019年3月1日周五

“Mungkin menyedihkan bahwa negara-negara kaya mungkin tidak tahu bagaimana menghargai kebutuhan sederhana seperti itu tetapi bagi orang-orang yang membutuhkan, itu bisa menjadi dampak besar dan bahkan mengubah hidup,” kata Mike.

Sebuah sepeda baru mungkin berharga antara Rp 2 juta hingga Rp Rp 3 juta, sementara yang dari perusahaan bike-sharing seperti oBike, ofo, dan Mobike harus buang dan dijual ke pabrik daur ulang karena tidak lagi digunakan.

Ini memberi Mike ide dan memulai gerakan yang disebut lesswalk.org untuk mendistribusikan kembali sepeda yang tidak digunakan itu kepada siswa miskin di Myanmar.

Than Tun Win 发布于 2019年6月1日周六

  
Sebagai permulaan, Mike membeli dan mendatangkan sepeda itu untuk siswa miskin dari kelas tujuh hingga sepuluh dan mereka yang tinggal dalam jarak berjalan kaki 1,24 mil dari sekolah mereka.

Than Tun Win 发布于 2019年3月1日周五

Menurut Mothership.sg, biaya logistik untuk membeli sepeda ke penerima di desa sebesar Rp 500 ribu hingga Rp 550 ribu. Untungnya, 50 persen dari biaya proyek ini ditanggung oleh sponsor yang dikelola Mike.

Beberapa sepeda ofo berasal dari Singapura sedangkan sisanya bukan.

 

Than Tun Win 发布于 2019年6月1日周六

  
Dia juga berbagi bahwa beberapa modifikasi akan dilakukan sebelum membagikannya kepada pemakai. Kunci digital pada sepeda akan diganti dengan kunci rantai dengan kunci biasa dan mereka juga akan menambahkan dudukan tambahan di bagian belakang sehingga saudara kandung dapat bersepeda ke sekolah bersama.

Berharap bahwa proyek ini akan menginspirasi lebih banyak orang untuk melakukan hal yang sama dan membantu mereka yang membutuhkan, Mike akan melanjutkan upaya dan rencananya untuk mencari sepeda yang terbengkalai dari negara-negara seperti Tongkok, Jepang, Taiwan, dan Belanda.

Sejauh ini, Mike dan timnya telah mendatangkan 10.000 sepeda yang tidak terpakai dalam kondisi yang benar-benar baru ke Myanmar.

Than Tun Win 发布于 2019年6月1日周六

Bagi mereka yang tidak paham dengan konsep bike-sharing, pada dasarnya ini adalah layanan sewa sepeda dengan biaya kecil.

Banyak siswa pasti akan berterima kasih kepada Mike karena telah membantu mereka pergi ke sekolah dengan lebih cepat.

Berbagilah kebaikan selagi kita masih bisa untuk melakukannya, seperti yang dilakukan oleh Mike ini!(yant)

Sumber: Goodtimes, Mothership.sg

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share
Tag: Kategori: Uncategorized

Video Popular