- Erabaru - http://www.erabaru.net -

PM India Kunjungi Sri Lanka dan Maladewa di Tengah Meningkatnya Pengaruh Komunis Tiongkok

Frank Fang- The Epochtimes

Erabaru.net. Perdana Menteri India Narendra Modi baru-baru ini mengakhiri kunjungan ke negara-negara tetangga Maladewa dan Sri Lanka. Kunjungan kepada dua negara itu diniai sebagai penghalang pengaruh Tiongkok.

India dianggap sebagai mitra utama dalam strategi Indo-Pasifik Amerika Serikat, sebagaimana digariskan dalam laporan Pentagon baru-baru ini yang mencatat bagaimana kedua negara berbagi “pandangan bersama” di wilayah tersebut.

Modi dilantik untuk masa jabatan keduanya pada 30 Mei lalu, menyusul kemenangan pemilu dengan telak seminggu sebelumnya. Sebagai tanda bahwa ia akan melanjutkan kebijakan luar negeri “Memprioritaskan Negara Terdekat” yang digulirkan selama masa jabatan pertamanya,

Modi melakukan perjalanan ke Maladewa dan Sri Lanka pada 8 dan 9 Juni. Kunjungan ini adalah lawatan pertama kalinya ke luar negeri setelah terpilih kembali sebagai Perdana Menteri.

“Kunjungan Modi menunjukkan kepentingan tetapi mereka juga menyoroti fakta bahwa para tetangga ini dihargai,” demikian editorial surat kabar berbahasa Inggris yang berbasis di New Delhi, Millenium Post yang diterbitkan 9 Juni.

Kunjungan Modi ditujukan untuk “menghidupkan kembali hubungan dengan dispensasi pro-India,” yang akan memungkinkan “India secara strategis menjaga ketukan dari Tiongkok,” kata editorial tersebut.

Sri Lanka dan Maladewa adalah kedua negara yang berhutang besar kepada Komunis Tiongkok karena membiayai sejumlah proyek infrastruktur lokal sebagai bagian dari inisiatif proyek OBOR.

Menteri Keuangan Maladewa mengatakan bahwa dari total utang negara itu sebesar 3,7 miliar dolar AS, sekitar 1,4 miliar dolar AS merupakan utang ke Tiongkok, sebagian besar untuk mendanai proyek-proyek OBOR.

Komunis Tiongok meluncurkan proyek OBOR pada 2013, agenda kebijakan luar negeri andalannya untuk membangun pengaruh geopolitik melalui investasi di seluruh Asia Tenggara, Afrika, Eropa, dan Amerika Latin.

Pada tahun 2017, Sri Lanka menyerahkan kendali atas pelabuhan Hambantota-nya ke Tiongkok karena tidak dapat mengembalikan pinjaman $ 6 miliar  untuk membangun pelabuhan.

Pejabat Amerika Serikat sebelumnya menyebut perilaku investasi Komunis Tiongok terkait proyek OBOR sebagai pinjaman “predator”.

Modi membuat referensi terselubung tentang proyek OBOR Komunis Tiongkok, saat berpidato di Parlemen Maladewa selama kunjungannya.

“India selalu berbagi prestasinya dengan dunia. Kemitraan pembangunan India adalah untuk memberdayakan orang, bukan untuk melemahkan mereka dan tidak juga untuk meningkatkan ketergantungan mereka kepada kami atau untuk menempatkan beban hutang yang tidak mungkin di pundak generasi mendatang,” demikian pidato Modi, menurut harian berbahasa Inggris India, The Times of India.

India juga meningkatkan kemampuan maritimnya di Maladewa. Menurut surat kabar harian India The Hindu, Modi dan Presiden Maladewa Ibrahim Mohamed Solih meresmikan sistem radar pengawasan pantai yang dibangun India di Maladewa pada 8 Juni. India telah memasang versi-versi lama dari radar-radar ini di Seychelles, Mauritius, dan Sri Lanka.

Surat kabar  berbahasa Inggris India, Deccan Herald, dalam artikel 7 Juni yang mengantisipasi peluncuran radar, menjelaskan bahwa sistem ini memiliki dua tujuan utama.

Pertama, sistem akan membantu Maladewa menjaga kedaulatannya di zona ekonomi eksklusifnya.

Kedua, artikel itu menjelaskan bahwa sistem radar akan “menjadi aset strategis bagi India dan membantu Angkatan Laut India untuk mendeteksi dan menanggapi setiap ancaman terhadap keamanan dan kedaulatan nasionalnya.”

Kapal selam dan kapal perang Tiongkok kemungkinan akan menjadi sasaran pengawasan, menurut Deccan Herald, mengingat bahwa angkatan laut Tiongok telah mengerahkan kapal perang ke Samudra Hindia dalam beberapa tahun terakhir. Pada bulan Juni dan Agustus 2017, misalnya, selama kebuntuan militer antara India dan Tiongkok, yang terakhir mengirim 14 kapal perang dan setidaknya tujuh kapal selam ke perairan itu.

Menurut situs berita Sri Lanka Colombo Page, di Sri Lanka, Modi dan Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena mengadakan pembicaraan tentang topik-topik seperti keamanan regional sebelum mereka berjanji untuk lebih memperkuat hubungan bilateral, termasuk upaya anti-terorisme.

Modi mengunjungi St Anthony’s Shrine untuk memberikan penghormatan kepada para korban yang termasuk di antara mereka yang tewas pada hari Minggu Paskah oleh pemboman bunuh diri teroris terkoordinasi di tempat-tempat ibadah Kristen.

Pada Mei, Sri Lanka juga menandatangani perjanjian dengan Jepang dan India untuk mengembangkan terminal peti kemas laut, sebuah langkah yang menunjukkan pemerintah Sri Lanka sedang berusaha untuk menjauh dari ketergantungan finansial kepada Komunis Tiongkok. (asr)