Apakah Anda percaya ini: Seorang milyarder, meninggalkan bisnis raksasanya dan pergi ke desa, untuk menikahi seorang janda desa yang miskin?

Erabaru.net. Ini adalah kisah tentang milyarder Tiongkok bernama Yao Nashan dan seorang wanita jelata bernama Liu Lijuan. Kisah cinta mereka dimulai pada pertemuan pertama mereka di tanggal 6 Juli 2013. Hari itu, Nashan dan temannya sedang berjalan-jalan di sebuah distrik di provinsi Zhejiang, namun mereka tertinggal kereta terakhir yang berangkat ke kota hari itu. Jadi Nashan mengetuk pintu rumah di kaki bukit, berusaha mencari tempat menginap malam itu.

Ternyata dia mengetuk pintu rumah Nyonya Liu Lijuan, seorang janda yang hidup sendirian. Yang mengejutkan, walaupun itu adalah pertemuan pertama mereka, namun mereka mengobrol dengan sangat akrab, mereka langsung merasa cocok satu sama lain.

Mereka mengobrol sepanjang malam, lewat percakapan itu, Nashan mengetahui kesulitan hidup yang dialami oleh Lijuan. Dia menikah muda dan suaminya meninggal tidak lama setelah menikah karena kanker, dia mengadopsi satu orang putri, dan satu-satunya putri adopsinya itu juga menderita nekrosis tulang, jadi putrinya harus terus menjalani perawatan.

Ditambah dengan segala macam kemalangan, akhirnya dia hidup dengan penuh hutang, tapi dia masih merasa beruntung ketika akhirnya putri angkatnya sembuh, dan kini bisa tinggal dan bekerja di kota.

Apa yang diceritakan oleh Lijuan membuat Nashan tersentuh. Dia sendiri memiliki kekayaan yang sangat banyak, namun di dalam hatinya dia selalu merasa kesepian. Dia sering merasa sedih ketika mengingat istrinya yang meninggal karena kanker.

Kali ini, dia merasa bahwa Lijuan telah memberi kehangatan di hatinya. Betul sekali bahwa dia sudah pernah bertemu wanita lain yang lebih baik, lembut, cerdas dan cantik, tapi tidak pernah hatinya terasa hangat, seperti yang dia rasakan ketika dia mengobrol dengan Lijuan. Lijuan masih berbicara dan mencoba menenangkan serta menghangatkan hatinya, sekalipun dia sendiri menjalani kehidupan yang sulit.

Akhirnya, Nashan meminta Lijuan untuk pindah ke Spanyol, untuk tinggal bersamanya, dan dia akan membayarkan semua uangnya, tapi Lijuan menolak, dan mengatakan bahwa dia sendiri akan bekerja keras dan membayar semua hutangnya sendiri. Hal itu justru malah membuat Nashan semakin hormat kepada wanita ini, dia penasaran dan berpikir ada berapa orang wanita di dunia ini yang mempunyai kegigihan seperti yang dimiliki Lijuan.

Yan Nashan dan Liu Lijuan. Kredit: tinnhanh.dkn.tv

Setelah kembali ke rumah Nashan selalu memikirkan Lijuan. Dia sadar bahwa Lijuan adalah wanita yang seharusnya ada di sisinya dan menjadi pendampingnya. Dia menyerahkan bisnisnya kepada ketiga anaknya, dan dia sendiri kemudian kembali ke Tiongkok.

Pada musim gugur tahun 2014, Nashan bekerja sebagai tukang masak di sebuah kafetaria milik Lijuan, berkat steak dan salad serta sentuhan Eropa ke dalam kafetaria itu yang dibawa oleh Nashan,  bisnis di kafetaria itu berjalan bagus.   

Pada bulan Oktober tahun 2015, Nashan melamar Lijuan. Awalnya dia ragu, dia takut merusak hubungan Nashan dengan anak-anaknya, khususnya dalam masalah warisan. Bagaimanapun juga, Nashan berjanji bahwa hal itu tidak akan terjadi, hal ini juga membuat Nashan yakin bahwa Lijuan adalah wanita yang tepat untuknya.

Awalnya, anak-anak Nashan memprotes keputusan Ayah mereka untuk meninggalkan semuanya dan hidup di sebuah desa di Tiongkok, tapi ketika mereka melihat kebahagiaan di wajah Ayah mereka, mereka lalu mendukungnya. Akhirnya, pada Desember 2015, Lijuan dan Nashan mengadakan sebuah pesta pernikahan kecil, dan mereka resmi menjadi suami istri.

Cinta sejati, cinta yang tidak memandang harta dan penampilan, itu memang ada, kisah di atas adalah salah satu buktinya.

Sumber: tinnhanh.dkn.tv

VIDEO REKOMENDASI

Share

Video Popular