Erabaru.net. Para orangtua kaya di Tiongkok rela menghabiskan jutaan rupiah per jam untuk mendaftarkan anak-anak mereka seumuran enam tahun di kelas ‘Etiket Barat’ percaya bahwa ini bisa memberi mereka awal yang baik dalam hidupnya.

Pelajaran-pelajaran ini diberikan oleh Guillaume de Bernadac, seorang wanita dengan etiket bergaya Perancis di Shanghai, menurut AFP melalui South China Morning Post. De Bernadac tiba di Tiongkok sebagai mahasiswa dan mendirikan perusahaannya, Academie de Bernadac, pada tahun 2014.
 

(Foto: YouTube / AFP News Agency)

 

Dalam pelajaran, yang menghabiskan biaya sekitar 2.688 yuan (sekitar Rp 5,5 juta) selama empat jam, anak-anak diajarkan etika, sopan santun, dan tingkah laku termasuk cara berjalan dengan benar, duduk, makan, dan berbicara dengan orang-orang untuk menyebutkan beberapa nama.

(Foto: YouTube / AFP News Agency)

Mereka diperlihatkan cara berjalan dengan baik dengan sebuah buku diletakkan di atas kepala mereka sambil mempertahankan keseimbangan dan postur mereka sehingga buku itu tidak jatuh ke lantai.

(Foto: YouTube / AFP News Agency)

Dan dalam pelajaran lain, mereka diajarkan untuk menjaga siku mereka dari meja dengan meletakkan serbet di bawah ketiak mereka. Pita merah juga diikat di belakang bahu anak-anak untuk mencegah mereka membungkuk. Jika mereka gagal, anak-anak akan dengan lembut dihukum oleh staf sekolah yang berkebangsaan Inggris atau Tiongkok atau oleh de Barnadac sendiri.

(Foto: YouTube / AFP News Agency)

Dalam latihan lain, instruktur mengajar mereka bagaimana memperkenalkan diri dengan baik dan bagaimana menyapa orang, yang meliputi “ciuman udara,” serta jenis topik yang dianggap sesuai di meja makan.

Namun, de Barnadac mengatakan bahwa dia tidak berusaha membuat anak-anak lebih ke Barat-barataan. Dia hanya memberi mereka petunjuk tentang bagaimana beradaptasi ketika situasi datang.

(Foto: YouTube / AFP News Agency)

“Maksud kami adalah untuk mengatakan jika Anda pergi ke luar negeri, atau bahkan di Tiongkok sendiri jika Anda pindah ke lingkungan internasional di mana Anda mungkin menghadapi budaya lain, kami memberi Anda kunci untuk beradaptasi,” kata de Barnadac kepada AFP.

Pihak berwenang di Shanghai baru-baru ini mendekati de Barnadac dan memintanya untuk merancang program untuk sekolah-sekolah kota dan menawarkan kelas yang sama untuk orang dewasa maupun perusahaan swasta.

Kita boleh belajar budaha bangsa lain untuk membuka wawasan, dan yang terpenting tidak meninggalkan budaya bangsanya sendiri.(yant)

Sumber: Nextshark

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular