- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Pendiri Wikileaks Disidang Inggris Kasus Permohonan Ekstradisi Amerika

London — Pendiri WikiLeaks, Julian Assange, menghadap pengadilan London pada Jumat (14/6/2019) waktu setempat. Dia menghadapi tahap berikutnya dari upaya AS untuk mengadilinya di Amerika atas dakwaan kasus mata-mata.

Menteri dalam negeri Inggris menyatakan sudah memvalidasi permintaan ekstradisi Amerika. Assange, 47 tahun, dituduh berkonspirasi untuk meretas komputer pemerintah AS dan melanggar undang-undang spionase.

Dia saat ini berada di penjara London untuk menjalani masa tahanan 50 minggu karena melewatkan kewajiban melapor dalam ‘bebas dengan jaminan’. Dia tidak datang melapor dan melarikan diri ke kedutaan besar Ekuador untuk menghindari ekstradisi ke Swedia. Dia awalnya berpotensi diekstradisi ke Swedia dan diinterogasi dalam penyelidikan dugaan kekerasan seksual pada tahun 2012.

[1]
Pendiri WikiLeaks, Julian Assange, memberi isyarat tangan dari jendela mobil van ketika dibawa dari Southwark Crown Court di London pada 1 Mei 2019. (Foto : Daniel Leol-Olivas/AFP/Getty Images/The Epoch Times)

“Saya sangat senang polisi akhirnya bisa menangkapnya dan sekarang dia layak berada di balik jeruji besi karena dia melanggar hukum Inggris,” Menteri Dalam Negeri Inggris, Sajid Javid, mengatakan kepada radio BBC.

“Kemarin saya menandatangani perintah ekstradisi dan mengesahkannya dan itu akan dilakukan di depan pengadilan besok. Ini pada akhirnya merupakan keputusan pengadilan.”

Validasi dari Javid berarti permintaan ekstradisi itu sah. Namun, akan menjadi kewenangan hakim untuk memutuskan apakah Assange dapat diboyong ke Amerika Serikat.

Pada 11 April 2019 lalu, polisi Inggris secara paksa memindahkan Assange dari Kedutaan Besar Ekuador di dekat department store Harrods di pusat London. Assange mengungsi di kedutaan tersebut pada tahun 2012, ketika sedang dicari oleh otoritas Swedia untuk diinterogasi dalam penyelidikan dugaan melakukan kekerasan seksual.

Jaksa penuntut AS mengatakan bahwa mereka telah mendakwanya berkonspirasi dalam upaya mengakses komputer pemerintah AS yang diklasifikasikan sebagai data rahasia.

Mereka baru-baru ini menambahkan 17 dakwaan pidana baru dalam surat dakwaan tahun lalu. Mereka baru-baru ini juga mengajukan permintaan ekstradisi formal kepada Inggris.

Jaksa Swedia juga mengatakan mereka ingin mengekstradisi Assange, sebagai bagian dari penyelidikan pemerkosaan yang sempat dibatalkan pada tahun 2017. Namun, Swedia belum mengajukan permintaan resmi kepada Inggris.

Assange kini nampaknya sedang sakit, sehingga tidak dapat menghadiri sidang ekstradisi itu. Dia dijadwalkan untuk tampil melalui videolink. (Reuters/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

Simak Juga :