Erabaru.net. Tindakan mencuci tangan yang tidak berbahaya menyebabkan seorang anak berusia 10 tahun dirawat di rumah sakit.

Rupanya, bocah itu mencuci tangannya di kamar mandi di rumah beberapa hari yang lalu.

Ilustrasi. (Kredit: Pixabay)

Dia memiliki kebiasaan menekan tangannya di bagian tepi. Saat dia melakukannya, wastafel keramik itu tiba-tiba pecah dan menimpa padanya.
 
Setelah mendengar bunyi gedebuk dari kamar mandi, orangtuanya bergegas dan menemukan anaknya berbaring di lantai dalam genangan darah. Dia segera dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Potongan-potongan yang rusak dari pecahan wastafel telah menembus tangan dan pahanya, menyebabkan kerusakan parah pada saraf dan pembuluh darahnya. Dokter menemukan banyak luka internal dan seobekan di luar di seluruh tubuh bocah itu.

Perawatan awal dilakukan untuk menghentikan pendarahan yang banyak dan operasi dilakukan setelah detak jantungnya dianggap stabil. Seluruh prosedur memakan waktu 4 jam.

Operasi yang rumit itu melibatkan 3 ahli bedah, 2 perawat, 2 mikroskop operasi dan 3 set instrumen mikroskopis.
  

(Foto: ETtoday)

Bocah itu telah kehilangan sebagian besar saraf, pembuluh darah, dan ototnya yang harus diletakkan kembali di tempatnya satu demi satu.

Lin Youyi, ahli bedah plastik dan rekonstruksi di Chi Mei Medical Center mengingatkan orangtua di rumah untuk memeriksa peralatan rumah mereka. Dia mengingatkan bahwa wastafel tua akan sangat rapuh seiring berjalannya waktu dan dapat berpotensi mematikan ketika rusak.

Lin juga memperbarui kondisi bocah itu setelah operasi.

(Foto: ETToday)

“Mengganti pembalut luka bisa sangat menyakitkan tetapi anak kecil itu tetap tenang dan berani,” katanya. Namun, dia memperkirakan bahwa akan diperlukan setidaknya setengah tahun bagi otot dan saraf anak laki-laki itu untuk sepenuhnya pulih dan tumbuh kembali.
 
Orangtua harus selalu mengawasi anak-anak mereka karena kecelakaan cenderung terjadi bahkan pada waktu dan tempat yang paling tidak terduga.(yant)

Sumber: Goodtimes

Share

Video Popular