Erabaru.net. Manusia sekarang mengembangkan tulang baru di bagian belakang kepala yang disebabkan oleh seringnya memandang ke bawah pada smartphone mereka, sebuah penelitian baru-baru ini mengungkapkan.

Benjolan di bagian belakang kepala yang disebut tonjolan oksipital eksternal diyakini sebagai hasil dari reaksi tubuh untuk menggunakan smartphone.

Dalam serangkaian pemindaian x-ray, David Shahar, seorang ilmuwan kesehatan di University of The Sunshine Coast, Australia memperhatikan bahwa semakin banyak orang menumbuhkan lapisan tulang baru di bagian belakang tengkorak mereka.

(Foto: Shahar and Sayers (2016))

Menurut Shahar dalam wawancara dengan BBC, fenomena yang dianggap langka sekarang menjadi relatif umum dalam dua puluh tahun terakhir.

Dalam studinya, Shahar bersama dengan rekan penulisnya menemukan fenomena dari memeriksa foto rontgen kaum milenial di kliniknya.

Mereka memeriksa 218 radiografi tulang belakang leher lateral, di mana tonjolan oksipital eksternal muncul pada orang berusia 18 hingga 30 tahun.

(Foto: Shahar and Sayers (2016))

41% dari rontgen mengungkapkan bukti tonjolan yang tumbuh di belakang kepala dengan 10% dari mereka menunjukkan tonjolan setidaknya 20mm. Tonjolan terpanjang yang tercatat adalah 35,7mm pada pria sementara 25,5mm pada wanita.
 
Fenomena ini lebih sering terjadi pada pria dibandingkan dengan wanita dengan 67% dibandingkan dengan 20%.

tonjolan yang tumbuh adalah jenis entesofit, yang merupakan tulang tumbuh abnormal yang terletak pada tendon atau ligamen. Walaupun entesofit umum terjadi pada baby boomer, tidak lagi umum di antara generasi milenium hingga dekade terakhir.

Shahar mengatakan bahwa fenomena itu bisa dikaitkan dengan seringnya penggunaan smartphone di kalangan milenial, terutama sejak anak usia dini.

Dijuluki sebagai “leher teks”, Shahar menjelaskan bahwa itu terjadi ketika leher harus bekerja ekstra keras untuk menstabilkan kepala saat kepala diarahkan ke bawah untuk melihat perangkat.
  

(Foto: Shahar and Sayers (2016))

Dia menambahkan bahwa memandang layar yang lebih lama akan menambah lebih banyak beban pada leher, memaksa tubuh untuk membuat dukungan baru di belakang kepala dengan menumbuhkan tulang.

Shahar mengatakan bahwa fenomena ini akan lebih umum di masa depan karena penggunaan perangkat elektronik menjadi lebih umum di masyarakat modern.

“Bayangkan jika Anda memiliki stalaktit dan stalagmit, jika tidak ada yang mengganggu mereka, mereka akan terus tumbuh,” pungkasnya.(yant)

Sumber: Goodtimes

Share

Video Popular