Erabaru.net. Matahari terbenam dengan cahaya oranye. Begitu juga peringatan cuaca ekstrem untuk Paris.

Meteorolog menempatkan lebih dari separuh Perancis, termasuk di sekitar ibukota, dalam keadaan siaga untuk suhu tinggi pada, Senin 24 Juni karena gelombang panas diperkirakan akan menyebar ke seluruh benua Eropa pada minggu-minggu ini.

Badan cuaca nasional Meteo France meramalkan cuaca panas dapat mencapai 40 derajat celcius di seluruh negeri seperti musim liburan musim panas bergeser dengan cepat.

Badan cuaca Prancis menetapkan tingkat peringatan panas pada warna oranye – intensitas tertinggi kedua pada sistem kategorisasi empat tingkatnya untuk kondisi yang berpotensi berbahaya  memerlukan “kewaspadaan” publik.

Di Paris, organisasi amal berpatroli di jalan-jalan untuk menyediakan air bagi para tunawisma.  Sementara pemerintah setempat mengatur tempat-tempat umum ber-AC tempat orang bisa berlindung dari cauca panas.

Menteri Pendidikan Prancis Jean-Michel Blanquer, memutuskan terlalu panas untuk belajar. Pihaknya memerintahkan ujian nasional  menuju sekolah menengah ditunda dari Kamis dan Jumat hingga minggu depan.

Federasi sepakbola internasional -FIFA- menerapkan tindakan pencegahan gelombang panas di Piala Dunia Wanita, yang menjadikan Prancis sebagai tuan rumah.

Tindakan pencegahan termasuk menahan istirahat selama pertandingan dan menunda pertandingan jika panasnya terlalu kuat.

Pertandingan Piala Dunia Wanita dijadwalkan setiap hari minggu ini, kecuali hari Rabu dan Minggu. Untungnya, pertandingan sebagian besar digelar pada malam hari.

Prancis memperkenalkan sistem peringatan setelah gelombang panas terlama yang mematikan pada Agustus 2003 silam. Suhu tertinggi dalam lebih dari setengah abad akhirnya diperkirakan telah menyebabkan 15.000 kematian terkait panas, banyak orangtua yang tinggal di apartemen kota dan rumah pensiun tinggal tanpa AC.

Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Senin mengatakan bahwa kewaspadaan adalah semboyan untuk minggu ini.

“Seperti yang Anda tahu, pada saat-saat seperti ini, orang sakit, wanita hamil, bayi, dan orangtua adalah yang paling rentan. Jadi kita harus waspada dengan mereka dan memiliki langkah-langkah pencegahan untuk intervensi secepat mungkin, ”kata Macron.

Menteri Kesehatan Prancis Agnes Buzyn pada Senin lalu mengatakan bahwa “semuanya sudah siap” di rumah pensiun, rumah sakit dan sistem transportasi.“ Namun ketika orang renta, bahkan ketika semuanya diatur, selalu ada tingkat kematian yang lebih tinggi.”

Ahli meteorologi mengatakan angin panas dari Gurun Sahara membawa cuaca yang panas ke Eropa. Gelombang panas serupa diperkirakan terjadi di Belgia, Swiss, dan Jerman.

Di Jerman, suhu di atas 40 celcius dimungkinkan di beberapa tempat pada hari Rabu, melampaui rekor Juni sebelumnya hampir 37 celcius di Frankfurt pada tahun 1947.

Layanan penyelamatan mendesak orang-orang untuk menjaga anak-anak, orangtua dan mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang rentan berisiko tinggi dalam suhu tinggi.

Beberapa wilayah timur laut Jerman juga berisiko tinggi terhadap kebakaran hutan. Pihak berwenang di negara bagian timur Brandenburg, yang mengelilingi Berlin, mengatakan risiko kebakaran hutan berada pada tingkat tertinggi dalam beberapa hari mendatang.

Para ilmuwan mengatakan pengukuran menunjukkan bahwa gelombang panas di Eropa menjadi lebih sering.

Dim Coumou, seorang ilmuwan di Free University of Amsterdam, mengatakan mencairnya es laut Arktik mempengaruhi sirkulasi atmosfer, yang pada gilirannya membuat kemungkinan terjadinya panas ekstrem.

“Analisis data menunjukkan bahwa sirkulasi musim panas yang biasanya bergerak ke timur di belahan utara Belahan Bumi Utara telah melambat, termasuk Jet Stream,” katanya.

“Ini mendukung penumpukan kondisi panas dan kering di benua itu, kadang-kadang mengubah beberapa hari yang cerah menjadi gelombang panas berbahaya,” imbuhnya. (asr)

oleh Slyvie Corbet

Share

Video Popular