Erabaru.net. Kematian karena tawa sangat jarang terjadi, tetapi bukan berarti hal itu tidak pernah terjadi. Seperti dalam kasus berikut, dimana seorang pria di Tiongkok meninggal karena tertawa terlalu keras, setelag mendengar lelucon tetangganya.

Menurut laporan media Tiongkok, itu terjadi ketika tetangga yang diidentifikasi sebagai Zhou dari kota Zunyi di provinsi Guizhou, Tiongkok bertemu dengan tetangganya pada 6 Februari awal tahun ini.

Keduanya kemudian mulai mengobrol sebelum Zhou menceritakan lelucon dan tetangganya mulai tertawa begitu keras untuk sementara waktu.

Gambar hanya untuk tujuan ilustrasi. Kredit: pixabay

Apa yang kelihatannya hanya kunjungan tetangga kecil yang ramah, berubah menjadi tragis, ketika pria yang sedang tertawa itu tiba-tiba membiru dan jatuh ke tanah.

Karena panik dan bingung, Zhou kemudian melarikan diri dari tempat kejadian, alih-alih menyelamatkan tetangganya. Tetangganya itu kemudian meninggal di tempat.

Keponakan pria itu tahu bahwa sebelum kematiannya, saat itu pamannya sedang berbicara dengan Zhou, lalu dia meminta penjelasan perihal apa yang telah terjadi dengan pamannya, kepada Zhou.

Namun, Zhou yang mungkin merasa bersalah, menolak untuk bekerja sama, yang menyebabkan keluarga pria itu mengajukan laporan ke polisi.

Setelah otopsi, polisi mengungkapkan bahwa pria itu meninggal karena penyakit jantung koroner, dia tertawa sangat keras dan itu telah menyebabkan beban berat untuk jantungnya.

Gambar hanya untuk tujuan ilustrasi. Kredit: pixabay

Polisi awalnya mencurigai Zhou karena dia seharusnya tahu bahwa pria itu menderita penyakit jantung koroner, dan bisa mengalami kesulitan bernapas jika dia tertawa terlalu keras.

Namun demikian, mereka kemudian menemukan bahwa Zhou sama sekali tidak tahu kalau tetangganya menderita penyakit jantung, dan dia hanya bermaksud bersikap ramah dan menceritakan lelucon kepada tetangganya.

Dia tidak didakwa melakukan pelanggaran pidana tetapi atas kesepakatan yang dicapai antara dia dan keluarga tetangganya, dia setuju untuk memberikan kompensasi sebesar 60.000 yuan (Sekitar Rp. 125 juta).

Tertawa mungkin dapat mengurangi stres dan risiko serangan jantung, tetapi dalam kasus ini, tertawa justru menjadi penyebab kematian seseorang.

Ingatlah bahwa sesuatu yang berlebihan, apapun itu, adalah sebaiknya dihindari. (Jul)

Sumber: goodtimes.my

VIDEO REKOMENDASI

Share

Video Popular