Fan Yu – The Epochtimes

Usaha patungan Ford Motor Co. di Tiongkok didenda oleh Beijing karena pelanggaran antimonopoli, di mana Tiongkok tampaknya meningkatkan pengawasannya dan pembalasan terhadap perusahaan Amerika Serikat oleh otoritas Tiongkok.

Taktik dapat digunakan untuk memanfaatkan para pemimpin bisnis untuk menekan pemerintah Amerika Serikat

Denda yang dikenakan terhadap Dearborn, produsen mobil yang berbasis di Michigan adalah yang terbaru dalam serangkaian tindakan hukuman terhadap perusahaan Amerika Serikat dalam kebuntuan perang dagang yang semakin tegang antara Amerika Serikat dengan Tiongkok.

Motif Beijing dapat dua kali lipat: Satu adalah untuk membalas sanksi administrasi Donald Trump terhadap Huawei, raksasa telekomunikasi Tiongkok, sementara tujuan lainnya adalah untuk menekan perusahaan Amerika Serikat yang beroperasi di Tiongkok untuk mengajukan banding ke administrasi Donald Trump untuk mengurangi atau menurunkan tarif yang sedang berlangsung terhadap impor Tiongkok.

Denda dan Investigasi

Ford Automobile Co. di Chang’an didenda sebesar 162,8 juta yuan, atau sekitar USD 23 juta, oleh pihak berwenang karena diduga membatasi harga jual eceran sejak tahun 2013. Denda itu diungkapkan oleh situs web Administrasi Negara untuk Peraturan Pasar.

Penjualan di Chang’an, perusahaan patungan antara Ford dengan Chongqing Chang’an Automobile, telah merosot sejak akhir tahun 2017 karena pasar mobil Tiongkok berada di tengah-tengah perlambatan.

Sementara hukumannya adalah ringan, hal itu menandakan cara baru bahwa Beijing mungkin membalas Amerika Serikat di tengah perang dagang.

Keputusan untuk mendenda Ford datang beberapa hari setelah pemerintah Beijing mengatakan mereka akan menyelidiki FedEx Corp, raksasa logistik Amerika Serikat untuk “pengiriman paket yang salah,” menurut media pemerintah Tiongkok. FedEx Corp mendapat kecaman setelah Huawei menuduh bahwa kurir FedEx Corp telah mengalihkan beberapa paket yang ditujukan untuk kantor perusahaan di Asia.

Dua paket FedEx Corp yang ditujukan ke kantor Huawei dialihkan ke Amerika Serikat, menurut laporan Reuters. Sejak itu FedEx Corp mengatakan dua paket tersebut “salah antar.”

Pejabat Partai Komunis Tiongkok pada awal bulan Juni mengisyaratkan bahwa Beijing akan menyusun daftar “entitas yang tidak dapat diandalkan,” untuk memasukkan perusahaan yang dianggapnya tidak dapat dipercaya dan dapat membahayakan kepentingannya. Berkenaan dengan FedEx Corp, penyiar TV corong Komunis Tiongkok, CCTV  mengatakan hal tersebut adalah peringatan terhadap perusahaan Amerika Serikat, sementara media corong lainya Xinhua secara khusus menggunakan dua tagar #ChinaUSTrade dan #RetaliateAgainstUSTradeBullying dalam laporan terkait pada platform media sosial Weibo.

Tiga Kemungkinan Strategi oleh Beijing

Selain mendenda Ford, beberapa hukuman materi yang nyata telah diberikan kepada perusahaan Amerika Serikat pada tanggal 7 Juni.

Namun pamer kekuatan oleh Beijing telah mengguncang investor dan, tidak diragukan lagi, banyak perusahaan Amerika Serikat dengan operasi besar di Tiongkok bersiap-siap untuk kemungkinan tindakan pembalasan.

Ada tiga jalur paralel yang dapat dilalui Beijing. Satu jalur bersifat langsung dan menempatkan perusahaan Amerika Serikat di daftar “tidak dapat diandalkan,” yang akan sangat membatasi operasi perusahaan tersebut di Tiongkok dan berurusan dengan perusahaan Tiongkok. Dalam praktiknya, hal ini mirip dengan pembatasan yang diterapkan oleh Amerika Serikat pada Huawei pada bulan Mei, tetapi kemungkinan tidak akan mencakup banyak perusahaan.

Jalur kedua lebih mirip dengan tindakan yang mengarah pada denda Ford. Tiongkok dapat meningkatkan pengawasan terhadap perusahaan Amerika Serikat yang beroperasi di Tiongkok dan menerapkan tindakan hukuman. Investigasi lebih lanjut akan segera hadir, atas perilaku antimonopoli, keselamatan konsumen, pelanggaran teknis, dan bahkan masalah politik.

Jalur ketiga melibatkan tindakan pembalasan tidak langsung yang dapat memengaruhi banyak perusahaan Amerika Serikat. Beijing tidak akan menyatakan hukuman khusus tetapi akan mengambil langkah-langkah yang lebih halus untuk berdampak negatif pada operasi perusahaan Amerika Serikat.

Hal ini dapat mencakup tindakan seperti membatasi perjalanan wisatawan Tiongkok, lebih lanjut membatasi arus keluar khusus ke dolar Amerika Serikat, keputusan yang lebih bias terhadap perusahaan Amerika Serikat dalam kasus hukum, dan menggembleng semangat nasionalistik untuk mendorong boikot konsumen terhadap merek Amerika Serikat.

Sebagai contoh, Nike Inc. — yang pakaian olahraganya sangat populer di Tiongkok — dapat kehilangan sponsor dan pangsa pasarnya yang beralih ke merek lokal seperti Anta Sports atau Li-Ning di Tiongkok.

Beijing akan menggunakan taktik ini tidak hanya untuk membalas pemerintah Amerika Serikat, tetapi juga — karena pendapatan, penghasilan, dan kepentingan komersial sedang dipertaruhkan — sebagai cara untuk menekan investor dan manajemen perusahaan Amerika Serikat agar mengajukan banding ke administrasi Donald Trump atas namanya sendiri. (Vv/asr)

Video Rekomendasi ; 

Share

Video Popular