Erabaru.net. Seberapa sering Anda bisa melihat kebaikan orang lain ketika mobil Anda rusak atau tersesat? Atau Anda harus meminta seseorang untuk meminjamkan ponsel untuk melakukan panggilan darurat.

Beberapa contoh situasi di mana Anda membutuhkan bantuan orang lain. Satu hal yang perlu dipelajari adalah bahwa Anda harus terus memiliki kebaikan untuk membantu orang lain yang membutuhkan, karena mungkin pada suatu ketika giliran Anda yang akan membutuhkan bantuan mereka.

Baru-baru ini, para peneliti dari jurnal Science telah melakukan eksperimen sosial yang menelan biaya sekitar setengah juta dolar (sekitar Rp 7 miliar.
 

Ilustrasi. (Foto: rawpixel.com – Pexels)

Idenya cukup mudah. 11 pria dan 2 wanita bepergian ke 355 kota besar di 40 negara di mana mereka bereksperimen dengan “kehilangan” 17.000 dompet. Tujuan utamanya adalah untuk melihat bagaimana reaksi masyarakatnya di setiap negara berbeda ketika mereka menemukan dompet yang hilang. Apakah mereka akan mengembalikannya? Apakah mereka menyimpan uang itu? Apa alasan di balik tindakan mereka?

Ada dua jenis dompet yang digunakan dalam percobaan ini, satu terdapat kunci dan tidak ada uang di dalamnya, dan yang lain memiliki sedikit uang dan kunci.

(Foto: Science)

 
Dompet juga berisi daftar kebutuhan yang harus dibeli dan ditulis dalam bahasa setempat, kartu bisnis dengan nama pemilik dengan alamat email dengan uang dan kunci.

Jumlah uang dalam dompet adalah USD13,45 (sekitar Rp 200 ribu) dalam mata uang negara masing-masing, serta beberapa negara seperti Inggris, Polandia, dan Amerika Serikat sebesar USD94,15 (sekitar R 1,3 juta). Seperti disebutkan sebelumnya, ada juga dompet yang tidak berisi uang tetapi hanya ada kunci.

Temuan dalam grafik ini menunjukkan bagaimana warga yang berbeda bereaksi terhadap percobaan ini.

(Foto: Science)

 
Seperti ditunjukkan dalam grafik, titik-titik kuning menunjukkan persentase dompet tanpa uang dan jumlah mereka yang mengembalikannya, dan titik merah menunjukkan persentase dompet yang berisi uang di dalamnya dan dikembalikan.

Negara-negara Skandinavia memiliki persentase percobaan tertinggi dengan mengembalikan jumlah dompet yang hilang paling banyak. Sementara itu, negara-negara seperti Tiongkok, Maroko, Peru, dan Kazakhstan memiliki persentase pengembalian terendah.

Ada beberapa faktor yang memengaruhi cara orang merespons dompet yang hilang.

Para peneliti menemukan bahwa dompet dengan kunci akan dikembalikan lebih sering daripada dompet tanpa kunci.

Ini karena berkaitan dengan pendapat orang yang menganggap kunci memiliki nilai yang lebih signifikan atau penting bagi pemiliknya.(yant)

Sumber: Erabaru.my, Bored Panda

Share

Video Popular