Nicole Hao – The Epochtimes

Setelah Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Tiongkok Xi Jinping mengadakan pertemuan tertutup di sela-sela KTT G-20 di Osaka, Jepang, Sabtu (29/6/2019).  Komunis Tiongkok menceritakan apa yang dikatakan selama pertemuan itu. Tetapi, berbeda dengan ikhtisar yang disampaikan oleh administrasi Amerika Serikat. 

Pertemuan sela-sela di Osaka, Jepang, adalah pertama kalinya Trump dan Xi bertemu langsung sejak Desember tahun lalu pada pertemuan G-20 di Buenos Aires, Argentina.

Perundingan perdagangan AS-Tiongkok macet pada awal Mei ketika Washington mengatakan Komunis Tiongkok mengingkari komitmen untuk melakukan reformasi ekonomi dan perdagangan.

Selama pertemuan 80 menit, Trump dan Xi berbicara tentang perselisihan perdagangan, Huawei, dan masalah pelajar dari Tiongkok di Amerika Serikat.

Pembicaraan Perdagangan

Pada konferensi pers yang diadakan pada tanggal 29 Juni, Trump mengumumkan bahwa setelah berbicara dengan Xi, mereka setuju untuk melanjutkan pembicaraan perdagangan.

“Kami akan terus bernegosiasi, Kami akan bekerja dengan Tiongkok di tempat kami tinggalkan, untuk melihat apakah kami bisa membuat kesepakatan.”

Dia menambahkan bahwa pihak Amerika Serikat akan terus bekerja menuju hubungan perdagangan yang lebih seimbang. Pada 2018, Amerika Serikat mengalami defisit perdagangan $ 419,5 miliar dengan Tiongkok.

“Kita tidak bisa memilikinya di mana Amerika Serikat kehilangan uang sebanyak ini untuk hak membangun Tiongkok. Itu harus menjadi kesepakatan yang adil,”kata Trump.

Akan tetapi,  pihak Tiongkok, media pemerintah, Xinhua menerbitkan siaran pers dari departemen propaganda Partai Komunis Tiongkok yang menekankan kepentingan Komunis Tiongkok.

Bunyi propaganda itu adalah : “Tiongkok memiliki ketulusan untuk melanjutkan negosiasi dengan Amerika Serikat untuk mengendalikan perbedaan, tetapi negosiasi harus sama, dengan keduanya saling menghormati untuk menyelesaikan keprihatinan yang wajar dari masing-masing pihak. Tiongkok harus menjaga kepentingan intinya pada isu-isu yang terkait dengan kedaulatan dan martabat Tiongkok.”

Soal Tarif

Trump mengatakan dia setuju untuk tidak mengenakan tarif lebih lanjut trhadap impor Tiongkok senilai $ 325 miliar sementara negosiasi perdagangan dimulai kembali. Namun, tarif yang diterapkan saat ini tidak akan dicabut.

Berbeda dengan siaran pers Komunis Tiongkok yang lebih samar, hanya mengatakan: “Amerika Serikat tidak akan mengenakan tarif baru pada barang-barang Tiongkok lagi.”

Pernyataan itu tidak menyebutkan tarif saat ini. Penggunaan kata “lagi” juga lebih definitif daripada apa yang dikatakan Trump.

Membeli Impor AS

Setelah sengketa perdagangan AS-Tiongkok dimulai tahun lalu, Beijing membalas dengan tarif atas produk pertanian AS, termasuk daging babi, kedelai, jagung, dan sorgum. Beijing berjanji untuk mengimpor lebih banyak barang pertanian Amerika Serikat, menurut Trump pada konferensi pers.

“Mereka akan memulai itu segera, segera,” kata Trump. “Kami akan memberi mereka daftar hal-hal yang kami ingin mereka beli.”

Namun demikian, pernyataan Komunis Tiongkok mengatakan: “Sisi Amerika Serikat berharap Tiongkok dapat mengimpor lebih banyak dari mereka.”

Huawei

Huawei telah dijauhi oleh pasar telekomunikasi AS karena pejabat AS berulang kali memperingatkan risiko keamanan nasional yang terkait dengan produk-produknya. Mereka mengatakan produk Huawei dapat dieksploitasi oleh Beijing untuk melakukan spionase, mengingat perusahaan dekat dengan rezim Komunis Tiongkok. Huawei terus-menerus membantah tuduhan itu.

Pada bulan Mei, dengan alasan keamanan nasional, Menteri Perdagangan AS menambahkan Huawei ke daftar entitasnya, yang secara efektif melarang perusahaan-perusahaan AS untuk menjual teknologi mereka dan memasok suku cadang ke perusahaan Tiongkok.

Trump mengatakan bahwa setelah bertemu dengan Xi, ia telah setuju untuk mengurangi pembatasan pada Huawei.

“Kami mengirim dan menjual kepada Huawei sejumlah besar produk yang masuk ke berbagai hal yang mereka buat. Dan saya mengatakan bahwa tidak apa-apa, bahwa kami akan terus menjual produk itu, “kata Trump.

Ketika seorang reporter meminta klarifikasi, Trump mengatakan dia akan mengizinkan perusahaan-perusahaan Amerika Serikat untuk menjual ke Huawei “peralatan di mana tidak ada masalah darurat nasional yang besar dengan itu.” Pernyataan Tiongkok tidak menyebutkan apa pun tentang Huawei.

Ekstradisi Meng Wanzhou

CFO Huawei, Meng Wanzhou ditangkap di Kanada pada Desember 2018 atas permintaan otoritas AS. Jaksa federal telah mendakwa Meng dengan penipuan dan melanggar sanksi AS terhadap Iran. Ketika sidang ekstradisi akan dimulai di Kanada, rezim Komunis Tiongkok telah berulang kali menekan pemerintah Kanada untuk membatalkan kasusnya.

Ketika ditanya apakah kedua pemimpin berbicara tentang kasus Meng, Trump mengatakan: “Kami tidak membahas Ms. Meng, Kami memang mendiskusikan Huawei tetapi kami tidak membahas situasinya.” Pernyataan Beijing tidak menyebutkan hal ini.

Soal Mahasiswa Tiongkok

Dengan meningkatnya kekhawatiran tentang spionase akademik oleh warga negara Tiongkok yang belajar atau bekerja di Amerika Serikat, pemerintah AS baru-baru ini membuat pembatasan visa bagi warga negara Tiongkok yang belajar di bidang sains dan teknologi yang telah ditargetkan rezim Komunis Tiongkok untuk pengembangan agresif.

Trump mengatakan dia ingin membangun cara bagi siswa-siswa Tiongkok yang terbaik untuk tinggal di Amerika Serikat. “Kami akan menyebutnya sebagai ‘pengabaian orang pintar.” Tapi kami akan membuatnya agar mereka tidak hanya bisa tinggal tetapi mungkin mereka memiliki akses ke Green Card. Kami ingin  orang-orang ini tetap di sini. ”

Beijing hanya menyatakan: “Trump mengatakan Tiongkok memiliki banyak mahasiswa yang unggul dan ia menyambut mahasiswa Tiongkok untuk belajar di Amerika Serikat.”

Tentang Taiwan

Pulau Taiwan yang diperintah sendiri memiliki pemerintahan, militer, dan mata uang yang dipilih secara demokratis, tetapi Beijing telah mengklaim bahwa itu adalah provinsi pemberontak yang harus dipersatukan dengan daratan suatu hari nanti.

Pernyataan Tiongkok mengklaim bahwa “Trump [memberi tahu Xi] bahwa ia menghargai kekhawatiran Tiongkok tentang masalah Taiwan dan AS telah mendukung kebijakan satu Tiongkok secara terus menerus.”

Trump tidak menyebut Taiwan selama konferensi persnya. Hubungan AS dengan Taiwan baru-baru ini telah didukung dengan penjualan senjata, kunjungan diplomatik, dan kunjungan angkatan laut AS.

Soal Semenanjung Korea

Trump juga tidak menyebutkan pembicaraan tentang Korea Utara dengan Xi.

Tetapi Beijing justru menyatakan bahwa setelah Xi berbicara tentang masalah Korea Utara, Trump menjawab: “AS menghargai posisi penting Tiongkok dalam masalah Semenanjung Korea, dan AS ingin mempertahankan komunikasi dan kerja sama dengan Tiongkok.”

Trump dan Kim bertemu satu sama lain selama sekitar satu jam pada 30 Juni di zona demiliterisasi di perbatasan antara Korea Utara dan Selatan, tetapi kedua negara belum berkomentar tentang perincian pertemuan mereka. 

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular