Zhang Lin

Meskipun ada ancaman dari Komunis Tiongkok dan barisan polisi Hong Kong yang diorganisir komunis Tiongkok, warga Hong Kong tetap berunjuk rasa yang digelar pada Senin (1/7/2019) lalu.

Aksi yang digelar pada 1 Juli tidak cukup terkonsentrasi. Demonstrasi digelar di sejumlah lokasi pada waktu yang berbeda. Dikarenakan adanya beberapa faktor, Federation for a democratic China –FDC – atau Front Hak Asasi Manusia Sipil Hong Kong  mengubah rute pawai protes. Akibatnya sejumlah besar peserta merasa tidak nyaman. Peserta aksi juga berhenti di tengah jalan.

Meski begitu, masih ada jutaan peserta dalam aksi sepanjang hari itu. Ini adalah aksi protes ke-tiga yang diikuti jutaan massa hanya dalam tempo 22 hari. Aksi ini memecahkan the Guinness World Records.

Namun, unjuk rasa yang menarik perhatian media global pada 1 Juli lalu justru difokuskan pada aksi penyerbuan ke Gedung Dewan Legislatif Hong Kong oleh beberapa ribu massa. Sementara itu, puluhan ribu demonstran di sekitarnya menentang penyerbuan ke Gedung Dewan Legislatif.

Sejatinya, Gedung Dewan Legislatif adalah lembaga opini publik. Warga Hong Kong memiliki hak untuk masuk, meski menerobos paksa juga tidak akan menimbulkan korban. Jadi, tidak perlu berlebihan juga dalam menanggapinya.

Apalagi, mayoritas anggota Dewan Legislatif ditunjuk oleh komunis Tiongkok, bukan dipilih langsung oleh orang-orang Hong Kong.

Anggota Dewan Legislatif selalu bekerja untuk komunis Tiongkok. Mereka merugikan kepentingan dan merampas kebebasan orang-orang Hong Kong.

Rakyat Hong Kong tidak hanya memiliki hak menerobos ke Gedung Dewan Legislatif, mereka menghukum Anggota dewan yang dipilih komunis Tiongkok. Langkah ini juga sejalan dengan prinsip dasar keadilan.

Namun, para demonstran tetap berusaha menahan diri.  Mereka memilih berjuang atas dasar hukum. Jelas ini  sangat kondusif untuk kekompakan dalam protes. Bagaimanapun, Aliansi Demokrasi Hong Kong terdiri dari lebih 50 kelompok demokrasi.

Banyak yang terlihat ganjil ketika para demonstran menerobos dan menghancurkan pintu Gedung Dewan Legislatif. Pengamat yang jeli juga menemukan adanya sejumlah besar keganjilan.

Pertama, polisi Hong Kong secara tidak biasa melonggarkan penjagaan mereka di Gedung Dewan Legislatif. Bahkan polisi membiarkan ribuan demonstran menyerbu Gedung Dewan Legislatif.

Sebelumnya, polisi Hong Kong yang arogan bahkan tidak mengizinkan demonstran mendekati Gedung Dewan Legislatif. Mereka malah main pukul meski berhadapan dengan ribuan demonstran.

Di hadapan puluhan ribu demonstran, polisi Hong Kong yang selalu sombong bahkan tidak mengizinkan demonstran mendekati Dewan Legislatif dan berulang kali berjuang menindaknya.

Video langsung di lokasi menunjukkan, beberapa orang yang mengenakan masker dengan identitas tak dikenal,  seakan telah diatur sebelumnya. Mereka mendorong orang-orang yang menentang menghancurkan gerbang pintu Gedung Dewan Legislatif, melabrak pintu kaca.

Para demonstran menerobos masuk ke gedung dewan pada pukul 21:00 waktu Hong Kong.  Sementara itu, seorang juru bicara kepolisian mengeluarkan pernyataan kutukan di Facebook pada pukul 21:30.

Cepatnya tanggapan yang responsive itu jelas sangat ganjil. Pastinya sangat mencurigakan. Ini menunjukkan seakan memang telah diatur sebelumnya.

Netizen yang menyaksikan video itu dengan jeli menemukan bahwa jarum jam yang dipakai oleh juru bicara polisi menunjukkan sekitar pukul 5:30 sore pada hari itu! Ini berarti polisi Hong Kong telah merekam pernyataan kutukan itu empat jam sebelumnya.

Selain itu, Kepala Eksekutif Pemerintah Hong Kong, Carrie Lam, mengadakan konferensi pers pada jam 4 pagi mengutuk keras demonstran yang menyerbu Gedung Dewan Legislatif. Ia mengumumkan akan menindak para pelaku dengan tegas. Jelas semua itu telah diatur sesuai rencana!Fenomena yang ganjil di atas menunjukkan, bahwa para demonstran yang menyerbu Gedung Dewan Legislatif pada malam itu dilakoni oleh mata-mata komunis Tiongkok!

Hal ini membuat kita tidak bisa tidak membayangkan kembali kasus bakar diri di Lapangan Tiananmen yang diciptakan komunis Tiongkok 20 tahun silam untuk memfintah Falun Gong!

Namun, dari analisis dan interpretasi seorang ahli tentang kasus bakar diri itu, siapa pun bisa menyadari bahwa itu semua merupakan hasil setingan yang sempurna oleh agen komunis Tiongkok.

Lagipula, selama dua dekade terakhir, tidak pernah ada kasus bakar diri apa pun dari para praktisi Falun Dafa di dunia. Jadi hal itu bisa memberi bukti nyata bahwa kasus bakar diri Lapangan Tiananmen memang sengaja diciptakan oleh mata-mata komunis Tiongkok. Tujuannya tak lain untuk memfitnah Falun Gong ketika itu!

Jadi terkait penyerbuan demonstran ke Gedung Dewan Legislatif seperti tersebut di atas, dimana polisi telah menyiapkan rekaman itu empat jam sebelumnya.

Namun, karena itu adalah perbuatan jahat, sehingga mereka lupa bahwa video sekarang sudah bisa disaksikan dengan resolusi yang tinggi.

Tampaknya untuk memungkiri dosanya, di mana setelah celah itu terungkap. Semua polisi Hong Kong akan melepas arloji mereka ketika mereka memberikan pernyataan lagi.

Sayangnya, karena pengaruh kuat dari budaya Inggris, petugas kepolisian Hong Kong telah terbiasa memakai jam tangan. Sehingga akan tampak lebih mencolok di pergelangan tangan jika melepas arloji mereka untuk sementara waktu!

Aktivis Demokrasi Tiongkok 1989 dan Penulis Lepas

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular