Erabaru.net. Banyak yang mengatakan bahwa hal tersulit untuk disembunyikan adalah batuk dan uang. Cepat atau lambat, orang akan tahu apakah Anda kaya atau tidak. Dalam kasus Sylvia Bloom, orang-orang baru tahu saat sudah terlambat, tepatnya adalah setelah kematiannya, ketika keluarga dan teman-temannya menyadari bahwa dia mengumpulkan kekayaan besar sebesar 9 juta dolar (sekitar Rp. 126 milyar).

Siapakah Sylvia Bloom?

Dia adalah putri emigran dari Eropa Timur dan sepanjang hidupnya tinggal di Brooklyn, New York. 

Mungkin berkat pengalaman bersama orang tuanya, ketika dia tumbuh selama masa Depresi Hebat, Sylvia menjalani banyak masa yang sangat sulit yang tidak diragukan lagi membentuk karakternya; Dia bekerja keras di siang hari untuk membayar studinya di malam hari.

Ilustrasi. Kredit: Everett Historical / Shutterstock.com

Pada 1947 dia mulai bekerja sebagai sekretaris di Cleary Gottlieb Steen & Hamilton , sebuah firma hukum Wall Street, dan bekerja di sana sampai pensiun pada tahun 2016, tak lama setelah memasuki usia 96 tahun.

Sylvia menikah dengan seorang petugas pemadam kebakaran yang kemudian pensiun dan menjadi guru sekolah. mereka tidak pernah memiliki anak. Keduanya menjalani seluruh hidup mereka dengan sangat sederhana di apartemen sewaan, dan Sylvia menggunakan kereta bawah tanah setiap hari dalam hidupnya untuk berpergian.

Ilustrasi. Kredit Victoria Lipov / Shutterstock.com

Bagaimana dia berhasil mengumpulkan begitu banyak uang?

Ini mungkin adalah pertanyaan pertama yang muncul di benak setiap orang ketika mendengar cerita ini. 

Menurut keponakannya, Jane Lockshin – satu-satunya anggota keluarga dan ahli waris yang masih hidup – Sylvia adalah seorang sekretaris di sebuah firma hukum. Dia dikelilingi oleh pengacara selama bertahun-tahun dan belajar perihal banyak hal mengenai keuangan dari mereka.

Ilustrasi. Kredit: Dean Drobot / Shutterstock.com
Ilustrasi. Kredit: Tong Nawarit / Shutterstock.com

Hasilnya sangat memuaskan, tapi itu tidak menjadi alasan bagi Sylvia untuk mengubah gaya hidupnya. Sebaliknya, dia menyembunyikan uang itu di akun yang menggunakan nama gadisnya sendiri saat sebelum menikah, dan melanjutkan hidupnya dengan cara yang normal. 

Bahkan, ada kemungkinan kalau suaminya, yang meninggal pada tahun 2002, tidak tahu tentang uang tersebut.

Sylvia bekerja sampai tubuhnya tidak sanggup dibawa bekerja lagi. Ketika dia pensiun, dia pindah ke panti jompo di mana dia meninggal tidak lama kemudian. Jutawan rahasia itu mengejutkan semua orang ketika membaca surat wasiatnya. 

Setelah mereka membuat inventaris atas asetnya, yang secara total berjumlah lebih dari 9 juta dolar atau sekitar Rp. 126 milyar, yang terbagi atas investasi, nota kredit, dan uang tunai yang didistribusikan di berbagai bank.

Surat wasiat juga menetapkan dengan tepat apa yang harus dilakukan dengan kekayaan tersebut. Tentu saja Sylvia meninggalkan sebagian uang itu untuk keluarga dan teman-teman, tetapi angkanya sangat kecil dibandingkan dengan sumbangan terbesarnya: 8 juta dolar untuk beasiswa universitas, di mana 6,24 juta adalah untuk Henry Street, sebuah yayasan yang memberikan bentuan kepada orang Amerika yang paling tidak beruntung.

Berita itu telah menyebar ke seluruh dunia dan sekarang Sylvia Bloom adalah salah satu wanita paling terkenal di dunia, tidak hanya untuk altruismenya tetapi juga untuk cara yang keras di mana dia menjalani seluruh hidupnya dengan sederhana bahkan ketika dia memiliki banyak uang. 

Sebuah contoh nyata untuk diikuti, dan sejalan dengan banyak saran dari ahli investasi, yakni untuk tetap bergaya hidup sederhana sekalipun saldo di rekening Anda memiliki jumlah yang fantastis. (Jul)

Sumber: univisiondeportes.com

VIDEO REKOMENDASI

Share

Video Popular