Erabaru.net. Mungkin, untuk dapat kembali dari kematian, adalah sesuatu yang banyak diinginkan oleh orang-orang, yang masih mempunyai sesuatu untuk dilakukan di dunia, ataupun masih belum bisa meninggalkan orang atau apapun di dunia.

Bagaimanapun juga, hal tersebut hanya sekedar keinginan, belum tentu seseorang bisa kembali dari kematian, namun ada satu orang yang cukup beruntung, dia mengalami hal tersebut, dia mati dan kemudian hidup kembali.

Dia mengalami serangan jantung dan kehilangan tanda-tanda vital kehidupan selama 7 menit, kemudian dia hidup kembali, dan kini, dia memutuskan untuk melukis apa yang dia lihat selama dalam kematian, dan menunjukkan semua alam semesta paralel yang telah dia lihat (setidaknya, itulah yang dia katakan).

Shiv Grewal adalah aktor berusia 60 tahun dari bagian Tenggara London, Inggris. Suatu hari, pria itu baru saja tiba di rumah setelah menyelesaikan esai tentang drama Shakespeare yang terkenal, ketika dia terkena serangan jantung setelah makan malam dengan istrinya Alison, 50.

Pria itu ingat bahwa dia secara teknis sudah mati selama tujuh menit, sementara paramedis berjuang untuk menghidupkannya kembali menggunakan peralatan resusitasi kardiopulmoner. Aktor itu mengingat kejadian mengerikan yang dia alami dan menggambarkannya dengan kata-kata ini:

“Saya cukup yakin bahwa saya sedang menjauh dari dunia ini, bahwa otak saya berteriak minta tolong. Seolah-olah tubuh saya telah terpisah dari jiwa saya. Itu adalah kekosongan fisik, tetapi saya bisa merasakan emosi. Meskipun merasa sudah mati, saya berharap untuk kembali. Saya juga tahu bahwa saya akan kembali ke dunia dengan cara yang berbeda, tetapi saya belum menginginkannya. Saya ingin kembali ke dunia material dan bersama dengan istri saya. Jadi saya memintanya dari alam semesta, dan itu diberikan kepada saya.”

Seluruh situasi ini menyebabkan Shiv termotivasi untuk ingin berbagi semua hal yang dia rasakan dan lihat selama trans eksistensial. Untuk alasan ini, dia melukis perjalanannya ke dunia lain dan mengadakan pameran di kota London yang disebut “Terjaga saat bermimpi.”

Pada pameran tersebut, seniman ini mengatakan hal berikut:

Saya ingat semua yang terjadi ketika jantung saya berhenti dan saya mencoba menerjemahkannya ke dalam seni. Karya saya bertindak sebagai peta untuk menemukan kembali dan memahami pengalaman saya.

Namun, pelukis ini mengakui bahwa semua kejadian yang dia alami sangat sulit baginya untuk dipercaya oleh dirinya sendiri; karena dia adalah orang dengan mentalitas ilmiah. Jadi pengalaman yang dia alami itu, berarti adalah penemuan kembali pemikirannya akan eksistensi kehidupannya, yang kini menjadi yakin bahwa ada kehidupan setelah kematian.

Demikian juga, sang seniman berbicara tentang penilaian hidupnya yang baru:

Saya memiliki lebih sedikit ketakutan akan kematian, tetapi pada saat yang sama saya juga memiliki lebih banyak ketakutan, karena kini saya telah menyadari betapa berharganya segala yang saya miliki dalam hidup ini.

Singkatnya, apakah benar pria ini telah mengungkapkan atau tidak, hal yang dia alami saat berada dalam kematian, ke dalam lukisannya, kita tidak bisa tahu.

Namun tidak ada keraguan bahwa seni adalah cara unik untuk mengekspresikan semua perasaan dan sensasi yang dirasakan manusia, bahkan ketika perasaan itu datang dari dunia lain, yang dalam kasus ini memang dialami oleh pria tersebut, dalam waktu 7 menit berhentinya detak jantung.

Perlu juga dicatat bahwa semua “pengalaman” dapat membawa dividen ekonomi yang baik … mengapa tidak? (Jul)

Sumber: dailymail.co.uk

VIDEO REKOMENDASI

Share

Video Popular