Oleh Li Muyang

Meskipun pertemuan Trump dan Xi Jinping pada KTT G20 menyetujui untuk  meneruskan perundingan perdagangan, akan tetapi komunikasi kedua pihak hanya terbatas dilakukan melalui sambungan telepon. 

Presiden AS pada Selasa 16 Juli lalu mengatakan, masih membutuhkan perjalanan panjang untuk mencapai perjanjian. Jika diperlukan tarif impor untuk komoditas Tiongkok senilai 325 miliar dolar AS akan diberlakukan. 

Pada 15 Juli, Menteri Perdagangan Tiongkok, Zhong Shan, kepada media resmi Komunis Tiongkok, mengatakan, ketika menghadapi konflik ekonomi dan perdagangan dengan AS, semangat berjuang harus dikobarkan demi mempertahankan kepentingan negara sendiri. 

Ketika, pembicaraan perdagangan AS – Tiongkok masih dalam penggodokan. Namun, “bunyi geledek” sudah mulai terdengar. 

Dunia luar percaya bahwa Beijing kemungkinan masih menggunakan jurus menunda. Tampaknya perang perdagangan sewaktu-waktu dapat meletus.

Trump : Masih ada kemungkinan untuk menaikkan tarif

Pada pertemuan kabinet, Trump mengatakan bahwa Tiongkok harus memenuhi komitmennya untuk membeli produk pertanian Amerika. 

Saat ini, pemerintahannya sedang membahas sebuah perjanjian dengan pihak Tiongkok. Sekalian mengamati, semoga saja Beijing tidak melanggar perjanjian yang dicapai sebelumnya.

Trump telah menyatakan secara sangat jelas bahwa jika Beijing melanggar perjanjian, kemungkinan akan mengenakan tarif pada semua komoditas yang diekspor Tiongkok ke Amerika Serikat. 

Trump mengatakannya seperti ini : “Jika diperlukan, Amerika Serikat masih memiliki porsi komoditas senilai 325 miliar dolar AS yang dapat dikenakan kenaikan tarif”.

Berbicara tentang pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang jatuh ke level terendah selama 27 tahun terakhir, Trump mengungkapkan, tidak ingin ekonomi Tiongkok mengalami kejatuhan seburuk sekarang. 

Akan tetapi, kata Trump, komunis Tiongkok telah merusak jalan menuju kesepakatan yang baik. Meskipun Trump tidak ingin tarif membawa dampak negatif bagi  ekonomi Tiongkok, akan tetapi  telah menimbulkan dampak yang sangat negatif. 

Dalam pameran ‘Made in America Showcase’ pada 15 Juli, Trump kembali menyinggung hubungannya dengan Presiden Xi Jinping. Namun kali ini, ia mengatakan bahwa hubungannya dengan Xi tidak lagi seakrab waktu sebelumnya. 

Trump menegaskan bahwa ia harus berdiri di pihak negaranya. Amerika Serikat terpaksa mengambil tindakan paling keras dalam sejarah untuk menentang perdagangan tidak adil jangka panjang Tiongkok.

Ketika Hubungan Trump – Xi sudah kurang akrab 

Ini adalah untuk pertama kalinya Trump mengatakan bahwa hubungan persahabatannya dengan Xi tidak seakrab dahulu. Ini adalah sinyal yang sangat jelas !

Sebagaimana diketahui pada masa lalu, Trump menyebut Xi Jinping sebagai sehabat. Trump juga menyebut keduanya memiliki hubungan pribadi yang sangat baik. 

Meskipun dalam suasana perang dagang yang sedang berkobar, Trump pun masih menegaskan bahwa dirinya bersahabat baik dengan Xi Jinping. 

Pada awal bulan Mei, perundingan sempat terbengkalai akibat pengingkaran pihak Beijing. Trump masih menyebut Xi sebagai sahabat. Trump senantiasa  memberikan kesempatan bagi Beijing untuk memanifestasikan cita-cita perundingan.

Setengah bulan yang lalu, dalam pertemuan dengan Xi Jinping di G20. Trump juga menyebut kunjungannya ke Tiongkok merupakan kenangan yang tak terlupakan.

Hal unik lainnya adalah : Ketika memberikan kritikan terhadap komunis Tiongkok, Trump selalu memisahkan antara komunis Tiongkok dengan Xi Jinping. 

Apakah saat menyerang praktik perdagangan tidak adil komunis Tiongkok, mencuri hak kekayaan intelektual, atau tindakan komunis Tiongkok menyerang Partai Republik yang dituduh mencuri suara. Trump secara jelas memisahkan hubungan keduanya. Komunis Tiongkok adalah komunis Tiongkok, dan Xi Jinping adalah Xi Jinping.

Dari sana terlihat bahwa di satu sisi, Trump paham benar tentang komunis Tiongkok. Xi Jinping hanyalah pemimpin partai saat ini. Ia tidak dapat dibebani dengan tanggung jawab terhadap semua kejahatan yang dilakukan Komunis Tiongkok. Di sisi lain, hal ini menunjukkan bahwa Trump menghargai hubungannya dengan Xi Jinping.

Namun sekarang, Trump telah dengan jelas mengklarifikasi hubungan antara keduanya. Dari sini terlihat ketidakberdayaan seorang Trump, meski ia ingin membantu. Hanya karena Xi berjuang untuk kepentingan Tiongkok, ia untuk kepentingan Amerika Serikat. 

Pernyataan Trump juga dapat mengungkapkan makna lain, yakni komunis Tiongkok adalah organisasi jahat. 

Jika Xi Jinping terus merangkul partai jahat tersebut dan enggan untuk melepaskan tangannya, maka selain kesalahan perang dagang akan dikalungkan ke lehernya, semua kejahatan partai mungkin harus ia tanggung.

Hubungan persahabatan antara Trump dan Xi mulai renggang. Ini jelas diakibatkan oleh kinerja Beijing yang mengecewakan.

Mendag Zhong Shang mengancam 

Ketika Menteri Perdagangan Tiongkok, Zhong Shan hadir dalam pembicaraan telepon Tiongkok – AS. Zhong Shan adalah sosok garis keras di mata Washington. 

Banyak pengamat berpendapat bahwa partisipasi Zhong Shan dalam negosiasi akan membuat jalannya negosiasi lebih sulit.

Pada 15 Juli, kepada media ‘People’s Daily’ Zhong Shan, mengatakan bahwa pihak AS memprovokasi konflik ekonomi dan perdagangan, itu adalah tindakan yang melanggar prinsip-prinsip WTO. 

AS adalah unilateralisme dan proteksionisme. Wall Street Journal mengutip ucapan cendekiawan mengatakan, mempromosikan semangat perjuangan terutama agar suara ini didengar masyarakat dalam negeri. Tapi itu jelas menunjukkan bahwa Beijing siap untuk berperang dagang secara jangka panjang.

Istilah mengobarkan semangat perjuangan hampir tidak berbeda dengan istilah yang disampaikan biro statistik komunis Tiongkok pada tahun 2008. Ketika itu muncul istilah yang berbunyi : Rakyat Tiongkok dapat hidup selama satu tahun meskipun hanya dengan makan rumput. Tidak ada masalah ! Setelah perang dagang berkobar, para pejabat komunis Tiongkok juga menyerukan kalimat ini di Wall Street New York. Katanya orang Tiongkok dapat bertahan hidup hanya dengan makan rumput.

Zhong Shan hanya sedikit mengubah cara penyampaian dengan tujuan untuk mengobarkan sentimen nasional. Tujuannya agar rakyat yang menjadi korban. Pernyataan semacam ini lebih menipu masyarakat.

Negosiasi semakin sulit

Ekonom Scott Kennedy memperkirakan, ketika semakin banyak Zhong Shan terlibat dalam perundingan, menunjukkan komunis Tiongkok telah kehilangan minat untuk menyelesaikan masalah yang menjadi perhatian AS. Beijing tidak ingin mencapai kesepakatan besar tentang resiprokal pasar. Oleh karena itu, Beijing tidak dapat menyelesaikan masalah yang dikhawatirkan baik Amerika Serikat maupun negara-negara lain.

Ekonom yang merupakan anggota dari Pusat Penelitian Strategis dan Studi Internasional Think Tank Washington itu mengingatkan : Bagi mereka-mereka yang mengharapkan perundingan bisa mencapai kesepakatan dan menstabilkan hubungan antara kedua negara. Dipersilakan membuang ilusi itu. karena “Situasi ini tidak akan tiba dalam waktu cepat.”

Komentator Politik, Jason mengatakan bahwa mungkin sikap Beijing telah mengecewakan Trump. Karena itu, ia baru secara terbuka mengklarifikasi bahwa persahabatannya dengan Xi mulai renggang.

Jason mengatakan, dilihat dari sikap saat ini, masing-masing pihak tidak ingin membuat konsesi.  Entah kapan negosiasi akan berakhir. 

Komunis Tiongkok mengirim negosiator bergaris keras, ini jelas merupakan taktik untuk menunda waktu sampai tahun depan setelah pemilihan presiden. 

Namun, Trump tidak mungkin membiarkan komunis Tiongkok mengulur-ulur waktu. 

Ada kemungkinan Trump akan memberlakukan kenaikan tarif jika Beijing terus menimbulkan kekecewaan. Lalu bagaimana perkembangan situasinya? mari kita amati terus. (sin/asr)

Share

Video Popular