oleh Zhou Jianpeng

Usai pawai anti-RUU Ekstradisi yang digelar warga Hong Kong pada 21 Juli, komunis Tiongkok mengerahkan sejumlah gangster. Mereka melancarkan serangan secara gila-gilaan kepada warga dan demonstran hingga ada yang terluka parah hingga kritis. 

Pada malam hari itu, sejumlah warga yang mengikuti pawai diserang gangster di daerah Yuen Long. Di antara mereka, sekelompok gangster berpakaian putih. Mereka mengenakan masker dan membawa senjata. 

Mereka tanpa basa-basi menyerang peserta pawai di Stasiun Kereta Api Barat di Yuen Long. Bahkan penyerang sampai memasuki gerbong kereta. Lam Cheuk Ting, seorang legislator demokratis dan reporter ‘The Stand News’ mengalami luka-luka dan harus dirawat di rumah sakit.

Menurut media elektronik Hongkong, setidaknya 36 orang peserta pawai mengalami luka-luka dalam serangan di daerah Yuen Long. 

Para korban ini dikirim menyebar ke tiga rumah sakit. Salah satunya dalam kondisi kritis, ia dirawat di Rumah Sakit Tuen Mun dan 4 orang lainnya terluka parah.

Kronologi kejadian menurut laporan media Hong Kong, ‘TMHK’, seorang reporter media tersebut pada malam itu berada di seputar Yuen Long. Ia menemui seorang pria berusia 30 tahun dengan pakaian hitam. Pria itu sedang dipukuli dengan batang bambu oleh 4 hingga 5 orang gangster berpakaian putih. Korban pun berdarah-darah. Merasa diperhatikan orang lain, para gangster itu buru-buru kabur. Memang ketika itu, ada reporter yang sedang merekam gambar saat kejadian.

Sekitar pukul 11 malam, sekelompok gangster lainnya mengenakan baju putih dan bermasker dengan membawa tongkat panjang. Mereka juga membawa batang bambu dan senjata pemukul lainnya. Mereka lalu menyerang para peserta pawai yang tiba di lobi Stasiun Kereta Api Barat di Yuen Long. 

Dari rekaman gambar yang diambil oleh anggota Dewan Legislatif Partai Demokrat Lam Cheuk Ting, terlihat ketika kereta membuka pintu dan berhenti. Tiba-tiba ketika itu, dari dalam gerbong terdengar suara teriakan untuk para penumpang yang mau turun.

Kelompok gangster itu lalu masuk ke dalam gerbong untuk melakukan pemukulan secara membabi buta. Serangan mereka hanya ditangkis sekenanya oleh para peserta pawai. Mereka  tak memperkirakan serangan itu sebelumnya. 

Meskipun penumpang lainnya terus berteriak-teriak. Ada juga yang menangis, sampai ada orang yang berlutut di lantai minta gangster menghentikan serangan itu. Mukanya pun tak lepas menerima bokem mentah. Termasuk seorang reporter wanita dari ‘The Stand News’, Lam Cheuk Ting, mantan reporter ‘TVB’ turut terluka.

Anggota Dewan Yuen Long marah karena polisi tidak bertindak

To Ka Lun, anggota Dewan Fairview Park mengatakan,  petugas polisi di Yuen Long tidak tanggap setelah menerima laporan dari warga atas insiden itu. 

Ketika reporter ‘The Stand News’ mewawancarai seorang wanita di Stasiun Kereta Api Barat yang baru melapor ke kantor polisi via sambungan telepon, ia mengatakan, bahwa operator hanya mengatakan “Aku tahu” lalu segera menutup teleponnya. 

Tetapi cuplikan rekaman lain menunjukkan, saat terjadi penyerangan oleh orang-orang berbaju putih, ada polisi yang tiba di lokasi tetapi mereka segera berbalik arah dan pergi.

Wong Wai Yin, anggota Dewan Yuen Long merasa sangat marah tentang insiden itu. Diketahui, ada lebih dari 100 pertemuan ilegal. Akan tetapi polisi tidak melakukan tindakan apa pun. 

Mereka mengkritik polisi karena secara terang-terangan membiarkan hal itu terjadi. Wong Wai Yin mengatakan, ketika akan diadakan pemutaran film tentang anti-RUU pada hari Rabu di suatu regional, sudah ada orang yang diduga preman mengeluarkan suara-suara ancaman. 

Saat itu, Wong Wai Yin mulai menaruh kewaspadaan, tetapi tak  disangka ada serangan membabi buta. Ia mendengar informasi bahwa para gangster itu datang dari kawasan Yuen Long dan Tuen Mun.

Ia mengatakan bahwa sejak pukul  19.00 pada hari itu, penduduk Yoho telah memberitahukan bahwa ada lebih dari 100 orang berbaju putih berkumpul. Namun, setelah mereka melaporkan ke polisi, selama lebih dari tiga jam kemudian masih belum ada polisi yang tiba di lokasi.

Sebuah rekaman video pendek menunjukkan, Junius Ho Kwan-yiu, anggota Dewan Legislatif Hong Kong sempat berjabatan tangan dengan para preman berbaju putih itu sebelum berangkat. Ia mengangkat jempol kepada mereka. Ada orang berbaju putih itu mengatakan : “Anda ini pahlawan kami”.

Dilaporkan bahwa pejabat yang bertanggung jawab untuk menghadapi para pengunjuk rasa saat ini adalah Tang Ping-keung. Ia adalah Wakil Direktur Kepolisian Hongkong. Ia adalah orangnya Leung Chun-ying yang ditunjuk menduduki jabatan komandan Distrik Polisi Long Yuen sejak tahun 2012.  Ia disebut akrab dengan gangster komunitas setempat. Para gengster Yuen Long selama ini menjadi pendukung dari Leung Chun-ying.

Publik mempertanyakan : “Gangster Yuen Long hari ini telah secara terbuka menyerang publik di gerbong. Berita itu telah beredar luas sejak kemarin. Pukul 8 malam itu, orang-orang berbaju putih mondar-mandir di jalan-jalan. Penduduk distrik dan anggota dewan melapor ke kantor polisi tetapi tidak ada pencegahan. Tampaknya mereka bekerja sama. Serangan gengster itu telah mengintimidasi rakyat Hongkong. Kami punya alasan untuk meragukan apakah komandan Distrik Polisi Long Yuen adalah dalangnya ?”

Protes Keras Elemen Masyarakat Hong Kong

Kekerasan berdarah mengejutkan masyarakat. Asosiasi Jurnalis Hongkong, Asosiasi Jurnalis Foto Hongkong, dan Asosiasi Kritik Independen mengeluarkan pernyataan yang mengutuk keras kekejaman pemukulan terhadap wartawan di stasiun Yuen Long.

Anggota Dewan Legislatif Demokrat mengeluarkan pernyataan yang mengutuk kelalaian polisi dalam bertugas, sehingga gangster Yuen Long yang mengendalikan Hongkong. Hingga para gangster itu dapat menyerang secara membabi buta terhadap warga Hongkong. Aksi itu dicurigai sebagai hasil persekongkolan antara mereka dengan polisi. 

Partai Demokrat menuntut untuk segera mengadakan pertemuan dengan Carrie Lam. Pertemuan itu bertujuan membahas bencana sipil yang belum pernah terjadi sebelumnya di Hongkong. Pertemuan itu untuk mengatasi krisis yang terjadi saat ini.

Front Hak Asasi Manusia Sipil mengeluarkan pernyataan, pihaknya  mengutuk keras aparat polisi yang tidak menegakkan hukum di Yuen Long. Selain itu, mengutuk tindakan polisi yang membiarkan para gangster menyerang reporter ‘The Stand News’ dan masyarakat umum. 

Di satu sisi, polisi menyemprotkan gas air mata kepada para pengunjuk rasa dalam situasi yang tidak perlu di daerah Sheung Wan. Tetapi di sisi lain, ada massa secara nyata-nyata diserang secara membabi buta di kawasan Yuen Long. Termasuk penyerangan yang menimpa wartawan dan anggota dewan, bahkan ada diantara mereka yang terluka. Meski demikian, polisi tak kunjung bertindak sedikitpun. (Sin/asr)

Share

Video Popular