Erabaru.net. Setelah Huawei, Amerika Serikat kembali menerapkan sanksi baru terhadap sebuah perusahaan asal Tiongkok. Kali ini terhadap BUMN energi Tiongkok. 

Melansir dari Reuters, Menlu AS Mike Pompeo dalam pidatonya pada 22 Juli mengatakan sanksi kepada perusahaan energi milik pemerintah Tiongkok, Zhuhai Zhenrong Co Ltd karena diduga melanggar pembatasan yang diberlakukan terhadap sektor minyak Iran. 

“Kami sudah mengatakan bahwa kami akan memberikan sanksi atas perilaku yang dapat dikenakan sanksi, dan kami bersungguh-sungguh,” kata Pompeo dalam sambutannya di Florida.

Pemberlakuan sanksi ini  di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Negara Barat serta antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Belum lama ini, AS-Tiongkok telah memulai kembali pembicaraan perdagangan. 

Pemerintahan  Trump telah meningkatkan sanksi terhadap Iran setelah melanggar perjanjian nuklir. Ketka itu perjanjian dibuat yang diperantarai antara Teheran dan negara-negara Barat saat pemerintahan Barack Obama.  

Kedutaan Besar Tiongkok  di Washington akhirnya bersuara dengan menolak pengumuman Pompeo.

Zhuhai Zhenrong adalah BUMN yang berspesialisasi terutama dalam membeli minyak Iran dan berbasis di Beijing.  Perusahaan ini sebelumnya pernah dikenai sanksi pada tahun 2012 oleh pemerintahan Obama karena berurusan dengan Iran. Kini, Zhuai Zhenrong merupakan anak perusahaan dari Grup konglomerasi Nam Kwong yang dikendalikan oleh negara. 

Tetapi langkah Washington adalah satu lagi tembakan melintasi haluan yang mencerminkan keseriusan sikap pemerintahan Trump terhadap Iran.

ClearView memprediksi tembakan diarahkan hanya ke Tiongkok, tetapi juga terhadap pembeli potensial lainnya seperti Turki dan mungkin Rusia. Kedua negara diketahui berfungsi sebagai perantara  minyak dari Iran ke negara-negara lain. 

Melansir dari The Wall Street Journal, Departemen Keuangan AS pada  Senin 22 Juli Lalu secara resmi memasukkan perusahaan dan pejabat puncaknya ke dalam daftar hitam. 

Ketika sanksi diberlakukan, perusahaan ini dan eksekutifnya akan dilarang terlibat dalam transaksi valuta asing, perbankan atau properti apa pun di bawah yurisdiksi Amerika Serikat. 

Walaupun perusahaan itu tidak berbisnis di Amerika Serikat. Akan tetapi sanksi dapat mempersulit kemampuannya untuk mengasuransikan pengiriman dan membiayai transaksi melalui negara-negara Barat. 

Pompeo kepada The Wall Street Journal mengatakan, sanksi mengirimkan “pesan penting bagi dunia,” bahwa AS bisa melihat pengiriman minyak mentah itu bergerak.

Amerika Serikat kembali menerapkan sanksi terhadap Iran. Ini setelah Iran menarik diri dari perjanjian nuklir Tahun 2015 antara Teheran dan enam kekuatan di dunia.

Sebulan lalu, perwakilan khusus AS untuk Iran, Brian Hook, mengatakan Washington akan memberikan sanksi kepada negara mana pun yang terus mengimpor minyak Iran. Ia juga memperingatkan, AS akan melihat laporan minyak mentah Iran yang akan dikirim ke Tiongkok.

Menurut data dari pemerintah dan sumber-sumber perdagangan, impor minyak mentah Asia dari Iran turun pada Mei ke level terendah.Penurunan ini terjadi setidaknya dalam lima tahun terakhir. Ini setelah Tiongkok dan India mengurangi pembelian di tengah sanksi AS.  Sementara itu, Jepang dan Korea Selatan langsung menghentikan minyak impor dari Iran. (asr)

Oleh Lesley Wroughton/Reuters

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular