5. Aliansi Tersembunyi Antara Terorisme dengan Radikal Kiri Barat

Seorang komposer kontemporer Jerman pernah berkata, “Itu adalah karya seni terbesar yang ada untuk seluruh kosmos.” Ia tidak berbicara mengenai Simfoni Kesembilan Beethoven, tetapi mengenai serangan teroris 11 September. [65]

Setelah serangan teroris 11 September, para intelektual sayap Kiri Barat yang radikal mendukung serangan tersebut dan membela para pelakunya. Seorang penulis Amerika Serikat memuji para teroris karena menghancurkan “Menara Babel” (yaitu, World Trade Center) sebagai simbol kesalahan Amerika Serikat. Beberapa hari setelah serangan tersebut, seorang penulis naskah drama Italia dan peraih Nobel dalam bidang sastra mengatakan, “Para spekulan hebat berkubang dalam ekonomi yang setiap tahun membunuh puluhan juta orang melalui kemiskinan — jadi apalah artinya 20.000 orang mati di New York?” [66] Seorang profesor di kampus Universitas Colorado – Boulder memberi ciri khas bagi mereka yang bekerja di World Trade Center sebagai “Eichmanns kecil,” mengacu pada salah satu arsitek Holocaust Nazi. [67]

Berharap untuk mencegah Amerika Serikat melakukan intervensi militer di Afghanistan dan Irak, berbagai kekuatan sayap Kiri radikal meluncurkan gerakan protes anti-perang skala-besar.

Seorang profesor sayap Kiri di universitas terkemuka Amerika Serikat mengatakan dalam pidatonya di universitas tersebut bahwa Amerika Serikat adalah “negara terorisme terbesar” dan bahwa Washington berencana untuk meluncurkan “genosida secara diam-diam” di Afghanistan. [68]

Kaum Kiri mengadakan berjaga-jaga perdamaian dan mengajar kuliah secara tidak resmi di seluruh negeri. Sementara operasi Amerika Serikat berada dalam puncak aktivitas melawan teroris di Afghanistan, profesor tersebut melakukan perjalanan selama dua minggu ke India, Bangladesh, Bhutan, Maldives, Nepal, Pakistan, dan Sri Lanka, menyebarkan desas-desus kepada jutaan umat Islam dan Hindu. Ia menuduh Amerika Serikat berencana membunuh tiga juta atau empat juta warga Afghanistan melalui kelaparan.

Seorang profesor di Universitas Columbia mengatakan ia “secara pribadi ingin melihat satu juta Mogadishus.” [69] Dalam Pertempuran Mogadishu pada tahun 1993, pejuang al-Qaeda menyergap pasukan khusus Amerika Serikat di Somalia, yang menewaskan 18 tentara Amerika Serikat.

Gerakan anti-perang, yang diprakarsai oleh kaum Kiri radikal, menargetkan Amerika Serikat untuk menghambat upayanya dalam Perang Melawan Teror.

Pada bulan Februari 2003, sebulan sebelum Amerika Serikat menyerang Irak,
Osama bin Laden merilis rekaman audio melalui Al Jazeera yang meminta orang-orang untuk berperang melawan militer Amerika Serikat di jalan-jalan. Ia secara terbuka menyatakan, “Kepentingan umat Islam dan kepentingan kaum sosialis bertepatan dalam perang melawan tentara salib.” [70]

ANSWER (Act Now to Stop War and End Racism, Bertindak Sekarang untuk Menghentikan Perang dan Mengakhiri Rasisme) adalah organisasi anti-perang dengan paparan yang menonjol di media. Anggotanya sebagian besar adalah sosialis, komunis, dan kaum Kiri atau progresivisme.

Banyak pendirinya yang memiliki hubungan dengan Pusat Aksi Internasional dan Partai Buruh Dunia, sebuah organisasi radikal komunis. Dalam pengertian ini, ANSWER sebenarnya adalah kekuatan garis depan yang selaras dengan komunisme Joseph Stalin. Yang juga berpartisipasi dalam gerakan anti-perang adalah Not in Our Name, suatu organisasi depan Partai Komunis Revolusioner, yang merupakan partai Marxis-Leninis yang terkait dengan rezim komunis Tiongkok. [71]

Selain secara aktif menghapus teroris dan mengorganisir gerakan anti-perang, kaum Kiri dalam komunitas hukum telah habis-habisan menentang Undang-Undang Patriot, yang disahkan oleh Kongres Amerika Serikat tak lama setelah serangan 11 September untuk memperkuat kemampuan anti-teror Amerika Serikat. Sebelum RUU itu disahkan, FBI menunggu tujuh tahun sebelum menangkap Sami al-Arian, seorang profesor ilmu komputer di Universitas South Florida yang mendukung teroris dengan bantuan keuangan. Jika undang-undang yang setara dengan Undang-Undang Patriot telah ada sebelumnya, maka dengan ditangkapnya Sami al-Arian sebelumnya mungkin akan mencegah terjadinya serangan 11 September. [72]

Sheikh Omar Abdel-Rahman yang buta, yang merencanakan pengeboman World Trade Center pada tahun1993, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup pada tahun 1995. Pengacaranya, Lynne Stewart, mengunjungi penjara dan menyampaikan pesan dari Abdel-Rahman kepada pengikut di Timur Tengah, memberitahu mereka untuk melanjutkan kegiatan teroris mereka.
Lynne Stewart dinyatakan bersalah pada tahun 2005. Anehnya, setelah vonis bersalahnya, ia menjadi idola politik bagi kaum Kiri dan telah berulang kali diundang untuk memberi kuliah di universitas, sekolah hukum, dan tempat lain. [73]

Sebuah studi tahun 2004 oleh cendekiawan Amerika Serikat David Horowitz berjudul Persekutuan yang Tidak Suci: Islam Radikal dan Kaum Kiri Amerika Serikat mengungkapkan hubungan jahat antara ekstrimis Islam dengan radikal Kiri. Menurut analisisnya, kaum Kiri radikal di seluruh dunia telah berfungsi untuk melindungi para pelaku jihad Islam. [74]

Bersama dengan teroris melawan negara-negara demokratis Barat adalah bagian dari pawai radikal Kiri untuk menghancurkan masyarakat Barat dari dalam. Mereka bersedia menggunakan metode apa pun yang membantu mereka mencapai tujuan ini. Meskipun ideologi Kiri tidak memiliki hubungan yang dangkal dengan ekstremisme Islam, tujuan ideologi Kiri bertepatan untuk membentuk persekutuan jahat melawan dunia Barat dan menjadi alat yang kuat untuk komunisme.

Kesimpulan

Dari Komune Paris dan pelembagaan kekerasan Vladimir Lenin, hingga penganiayaan yang disponsori oleh Partai Komunis Tiongkok, komunisme selalu menggunakan terorisme untuk mencapai tujuannya. Selain itu, di luar wilayah yang dikendalikan oleh rezim komunis, komunisme telah memanipulasi berbagai kelompok dan orang untuk melakukan tindakan teroris, menabur kekacauan di seluruh dunia dan membuat penghalang pengalihan untuk musuh-musuhnya. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mempermudah teroris untuk membahayakan korban yang tidak bersalah.

Teroris menggunakan kekerasan untuk membuat masyarakat menjadi kacau, dan menggunakan ketakutan untuk menggiring orang di bawah kendalinya. Teroris melanggar nilai-nilai moral yang dimiliki secara universal di seluruh umat manusia untuk mencapai tujuannya. Akar komunisme dapat dilihat dalam ide-ide intinya, karena ideologi komunis menyediakan kerangka kerja teoritis untuk nilai-nilai jahatnya.

Korban utama ekstremisme Islam adalah rakyat negara-negara asal teroris. Sementara media memusatkan perhatiannya pada serangan teroris yang menargetkan masyarakat Barat, sebagian besar korban yang terbunuh adalah umat Islam.

Demikian pula, lebih dari 100 juta kematian yang disebabkan oleh komunisme adalah hampir semua orang yang hidup di bawah pemerintahan rezim komunis.

Terorisme tidak dapat dipisahkan dari komunisme, di mana komunisme itu sendiri adalah akar penyebab terorisme terbesar di dunia. Tanpa menyingkirkan akar beracun ini, maka umat manusia tidak akan menikmati kedamaian satu hari pun.

Hanya dengan mengakui peran komunisme dalam kegiatan teroris yang mengganggu dunia kita, dan dengan berdiri di sisi nilai-nilai moral tradisional dan keyakinan, kita dapat melindungi diri dari ancaman ini.

Referensi

[1] Brian Whitaker, “The Definition of Terrorism,” The Guardian, May 7, 2001, https://www.theguardian.com/world/2001/may/07/terrorism.

[2] “Lenin and the Use of Terror,” World Future Fund, accessed November 17, 2018, http://www.worldfuturefund.org/wffmaster/Reading/Quotes/leninkeyquotes.htm.

[3] Karl Kautsky, Terrorism and Communism: A Contribution to the Natural History of Revolution (1919), accessed November 17, 2018, https://www.marxists.org/archive/kautsky/1919/terrcomm/index.htm.

[4] Carey Goldberg, “‘Red Saturday’ Not Such a Celebration for Lenin,” Associated Press, April 21, 1990,https://apnews.com/0f88bdb24ea112b606c9c56bca69e9dd; Francis X. Clines, “Upheaval in the East; Soviet Congress Debates New Presidency,” The New York Times, March 13, 1990, https://www.nytimes.com/1990/03/13/world/upheaval-in-the-east-soviet-congress-debates-new-presidency.html.

[5] Brian Crozier, The Rise and Fall of the Soviet Empire (Rocklin, CA: Prima Lifestyles, 2000).

[6] Stanislav Lunev, Through the Eyes of the Enemy: The Autobiography of Stanislav Lunev (Washington, D.C.: Regnery Publishing, Inc., 1998), 80.

[7] “The KGB’s Terrorist Footprints,” The Washington Post, September 23, 1981,https://www.washingtonpost.com/archive/politics/1981/09/23/the-kgbs-terrorist-footprints/16f129fd-40d7-4222-975c-6e39044768bf/?utm_term=.0f15a9d808da.

[8] Ion Mihai Pacepa, “Russian Footprints,” National Review, August 24, 2006,  https://www.nationalreview.com/2006/08/russian-footprints-ion-mihai-pacepa/.

[9] Ion Mihai Pacepa and Ronald Rychlak, Disinformation: Former Spy Chief Reveals Secret Strategies for Undermining Freedom, Attacking Religion, and Promoting Terrorism (Washington, D.C.: WND Books, 2013), Chapter 33.

[10] “A Sampling of Chinese Public Opinion Following the 9/11 Terrorist Attacks,” [〈911恐怖分子袭击事件之后:国内言论摘登〉] Modern China Studies [《當代中國研究》] (2001, Fourth Issue),  http://www.modernchinastudies.org/us/issues/past-issues/75-mcs-2001-issue-4/596-911.html. [In Chinese] [11] Paul Berman, “The Philosopher of Islamic Terror,” The New York Times Magazine, March 23, 2003, https://www.nytimes.com/2003/03/23/magazine/the-philosopher-of-islamic-terror.html.

[12] Raymond Ibrahim, “Ayman Zawahiri and Egypt: A Trip Through Time,“ The Investigative Project on Terrorism: A Special Report, November 30, 2012, https://www.investigativeproject.org/3831/ayman-zawahiri-and-egypt-a-trip-through-time.

[13] Dale C. Eikmeier, Qutbism: An Ideology of Islamic-Fascism, Defense Technical Information Center, March 2007, accession number ADA485995,  http://www.dtic.mil/docs/citations/ADA485995.

[14] Hassan Hassan, The Sectarianism of the Islamic State: Ideological Roots and Political Context (Washington: Carnegie Endowment for International Peace, June 2016), 26, https://carnegieendowment.org/files/CP_253_Hassan_Islamic_State.pdf.

[15] Andrew McGregor, “Al-Qaeda’s Egyptian Prophet: Sayyid Qutb and the War On Jahiliya,” Terrorism Monitor 1, No. 3, May 4, 2005, https://jamestown.org/program/al-qaedas-egyptian-prophet-sayyid-qutb-and-the-war-on-jahiliya/.

[16] Robert R. Reilly, The Roots of Islamist Ideology (London: Centre for Research into Post-Communist Economies, February 2006), 4, http://crce.org.uk/briefings/islamistroots.pdf.

[17] Berman, “The Philosopher of Islamic Terror.”

[18] McGregor, “Al-Qaeda’s Egyptian Prophet,” https://jamestown.org/program/al-qaedas-egyptian-prophet-sayyid-qutb-and-the-war-on-jahiliya/.

[19] A. E. Stahl, “‘Offensive Jihad’ in Sayyid Qutb’s Ideology,” International Institute for Counter-Terrorism, March 24, 2011, https://www.ict.org.il/Article/1097/Offensive-Jihad-in-Sayyid-Qutbs-Ideology#gsc.tab=0.

[20] McGregor, “Al-Qaeda’s Egyptian Prophet.”

[21] Stahl, “‘Offensive Jihad’ in Sayyid Qutb’s Ideology.”

[22] McGregor, “Al-Qaeda’s Egyptian Prophet.”

[23] Roxanne L. Euben, “Mapping Modernities, ‘Islamic’ and ‘“Western,’” in Border Crossings: Toward a Comparative Political Theory, ed. Fred Reinhard Dallmayr (Lanham, Md.: Lexington Books, 2013), 20.

[24] Vladimir Lenin, What Is to Be Done? trans. Joe Fineberg and George Hanna, accessed November 17, 2018, https://www.marxists.org/archive/lenin/works/1901/witbd/.

[25] Glenn E. Robinson, “Jihadi Information Strategy: Sources, Opportunities, and Vulnerabilities,” in Information Strategy and Warfare: A Guide to Theory and Practice, eds. John Arquilla and Douglas A. Borer (London: Routledge, 2007), 92.

[26] Ibid.

[27] Ibid.

[28] McGregor, “Al-Qaeda’s Egyptian Prophet.”

[29] “Impaling Leninist Qutbi Doubts: Shaykh Ibn Jibreen Makes Takfir Upon (Declares as Kufr) the Saying of Sayyid Qutb That Islam Is a Mixture of Communism and Christianity,” January 2, 2010, http://www.themadkhalis.com/md/articles/bguiq-shaykh-ibn-jibreen-making-takfir-upon-the-saying-of-sayyid-qutb-that-islam-is-a-mixture-of-communism-and-christianity.cfm.

[30] Damon Linker, “The Marxist Roots of Islamic Extremism,” The Week, March 25, 2016, http://theweek.com/articles/614207/marxist-roots-islamic-extremism.

[31] Charles Moscowitz, Islamo-Communism: The Communist Connection to Islamic Terrorism (City Metro Enterprises, 2013), Introduction.

[32] Antero Leitzinger, “The Roots of Islamic Terrorism,” The Eurasian Politician, No. 5 (April–September 2002), http://users.jyu.fi/~aphamala/pe/issue5/roots.htm.

[33] Lawrence Wright, The Looming Tower: Al-Qaeda and the Road to 9/11 (New York: Knopf Publishing Group, 2006), 21.

[34] Dawn Perlmutter, Investigating Religious Terrorism and Ritualistic Crimes (New York: CRC Press, 2004), 104.

[35] The 9/11 Commission Report, The National Commission on Terrorist Attacks Upon the United States, 55, https://www.9-11commission.gov/report/911Report.pdf.

[36] Michael Scheuer, Through Our Enemies’ Eyes: Osama bin Laden, Radical Islam, and the Future of America, 2nd ed. (Washington: Potomac Books, 2006), 114.

[37] Lawrence Wright, The Looming Tower: Al-Qaeda and the Road to 9/11 (New York: Knopf Publishing Group, 2006), 36.

[38] Lawrence Wright, “The Man Behind Bin Laden: How an Egyptian Doctor Became a Master of Terror,” The New Yorker, September 16, 2002, https://www.newyorker.com/magazine/2002/09/16/the-man-behind-bin-laden.

[39] Lawrence Wright, The Terror Years: From Al-Qaeda to the Islamic State (New York: Vintage Books, 2016), 17.

[40] Wright, The Looming Tower, 36.

[41] Glenn E. Robinson, “The Four Waves of Global Jihad, 1979–2017,” Middle East Policy 24, No. 3 (Fall 2017), 70, https://www.researchgate.net/publication/319160351_The_Four_Waves_of_Global_Jihad_1979-2017.

[42] Robinson, “Jihadi Information Strategy,” 88.

[43] Robinson, “The Four Waves of Global Jihad,” 85.

[44] Anthony Bubalo and Greg Fealy, “Between the Global and the Local: Islamism, the Middle East, and Indonesia,” The Brookings Project on U.S. Policy Towards the Islamic World, No. 9 (October 2005), 7, https://www.brookings.edu/wp-content/uploads/2016/06/20051101bubalo_fealy.pdf.

[45] Robert Manne, “Sayyid Qutb: Father of Salafi Jihadism, Forerunner of the Islamic State,” The ABC, November 7, 2016, http://www.abc.net.au/religion/articles/2016/11/07/4570251.htm.

[46] Joshua Sinai, “Mining the Roots of the ‘Why and How’ of Terrorism,” review of The Mind of the Islamic State: ISIS and the Ideology of the Caliphate, by Robert Manne, The Washington Times, October 31, 2017, https://www.washingtontimes.com/news/2017/oct/31/book-review-the-mind-of-the-islamic-state-by-rober/.

[47] Seth G. Jones, A Persistent Threat: The Evolution of al Qa’ida and Other Salafi Jihadists (Rand Corp, 2014), 64–65, https://www.rand.org/content/dam/rand/pubs/research_reports/RR600/RR637/RAND_RR637.pdf.

[48] 2011 Report on Terrorism, The National Counterterrorism Center, 14, https://fas.org/irp/threat/nctc2011.pdf.

[49] Country Reports on Terrorism 2016, Bureau of Counterterrorism and Countering Violent Extremism, https://www.state.gov/j/ct/rls/crt/2016/272241.htm.

[50] Alex Nowrasteh, Terrorism and Immigration: A Risk Analysis, Cato Institute, September 13, 2016, https://object.cato.org/sites/cato.org/files/pubs/pdf/pa798_1_1.pdf.

[51] Shi Yanchun, [時延春]“Zhou Enlai and the Middle East,” [〈周恩來與中東〉] Party History in Review [《黨史縱橫》] (2006, First Issue), 7–8.  http://waas.cssn.cn/webpic/web/waas/upload/2011/06/d20110602193952375.pdf [In Chinese] [52] Party of European Socialists, accessed November 17, 2018, https://www.google.com/url?q=https://web.archive.org/web/20130503194245/http:/www.pes.eu/en/about-pes/pes-members/parties&sa=D&ust=1542506434796000&usg=AFQjCNHwfLae215sWQn58IVwbGPeL_N0jg.

[53] “U.S. Orders Closure of Palestine Information Office, Department Statement, September 15, 1987, Transcript,” US Department of State Bulletin, November 1987,https://web.archive.org/web/20090808192756/http://findarticles.com/p/articles/mi_m1079/is_n2128_v87/ai_6198831/.

[54] Andrea L. Stanton, Edward Ramsamy, Carolyn M. Elliott, Peter J. Seybolt, eds., Cultural Sociology of the Middle East, Asia, and Africa: An Encyclopedia, Vol. 1 (Los Angeles: SAGE, 2012), 274.

[55] Stefan Aubrey, The New Dimension of International Terrorism (Zürich: vdf Hochschulverlag AG an der ETH, 2004), 34.

[56] Ibid., 34–36.

[57] S. Frederick Starr, Xinjiang: China’s Muslim Borderland, first ed. (London: Routledge, 2004), 149.

[58] John Hooper, “Claims that China Paid Bin Laden to See Cruise Missiles,” The Guardian, October 20, 2001, https://www.theguardian.com/world/2001/oct/20/china.afghanistan.

[59] Ted Galen Carpenter, “Terrorist Sponsors: Saudi Arabia, Pakistan, China,” The Cato Institute, November 16, 2001, https://www.cato.org/publications/commentary/terrorist-sponsors-saudi-arabia-pakistan-china.

[60]  “China’s Role in Osama bin Laden’s ‘Holy War’ On America,” The Population Research Institute, 3, No. 23 (September 19, 2001),  https://www.pop.org/chinas-role-in-osama-bin-ladens-holy-war-on-america/.

[61] Yitzhak Shichor, “The Great Wall of Steel: Military and Strategy in Xinjiang,” in Xinjiang: China’s Muslim Borderland, ed. S. Frederick Starr (London: Routledge, 2004), 158.

[62] Qiao Liang and Wang Xiangsui, Chao Xian Zhan (Unrestricted Warfare) (Beijing: Zhongguo shehui chubanshe, 2005), Chapters 2 and 5. [In Chinese] [63] “Chinese Firms Helping Put Phone System in Kabul,” The Washington Times, September 28, 2001, https://www.washingtontimes.com/news/2001/sep/28/20010928-025638-7645r/.

[64] D. J. McGuire, “How Communist China Supports Anti-U.S. Terrorists,” Association for Asian Research, September 15, 2005, http://www.asianresearch.org/articles/2733.html.

[65] Jamie Glazov, United in Hate: The Left’s Romance with Tyranny and Terror (Los Angeles: WND Books, 2009), Chapter 14.

[66] Ibid.

[67] “Ward Churchill Profile,” Discover the Networks, accessed November 17, 2018, http://www.discoverthenetworks.org/individualProfile.asp?indid=1835.

[68] Glazov, United in Hate, Chapter 14.

[69] “Nicholas De Genova Profile,” Discover the Networks, accessed November 17, 2018, http://www.discoverthenetworks.org/individualProfile.asp?indid=2189.

[70] Glazov, United in Hate, Chapter 14.

[71] Ibid.

[72] Ibid.

[73] “Lynne Stewart Profile,” Discover the Networks, accessed November 17, 2018, http://www.discoverthenetworks.org/individualProfile.asp?indid=861.

[74] David Horowitz, Unholy Alliance: Radical Islam and the American Left (Washington D.C.: Regnery Publishing, Inc., 2004), 37.

Share

Video Popular