Epochtimes Hong Kong

Pada malam yang sama mantan Kepala Eksekutif Hong Kong, Leung Chun-ying menuding mahasiswa Hong Kong sebagai orang “kurang disiplin dalam keluarga,” pada tempat lainnya gerombolan orang-orang bersenjatakan tongkat dan batang logam menyerang pengunjuk rasa dan warga di stasiun kereta Yuen Long. 

Serangan itu mengakibatkan, empat puluh lima orang terluka termasuk wartawan dan anggota parlemen Hong Kong.

Melansir dari Epochtimes Hong Kong, anggota dewan legislatif  Hong Kong, Yuen Long Zachary Wong Wai-yin memperoleh informasi bahwa orang-orang itu adalah gangster dari daerah Yuen Long dan Tuen Mun. 

Kepala Eksekutif Hong Kong, Carrie Lam menghindari pertanyaan wartawan tentang kemitraan antara pejabat, polisi, dan mafia. Tepat sebelum serangan Yuen Long terjadi,  ratusan ribu warga Hong Kong berbaris lagi pada 21 Juli. 

Warga Hong Kong tetap menuntut pertanggungjawaban pihak pemberi perintah kepada polisi untuk menggunakan gas air mata dan peluru karet kepada demonstran pada 12 Juni. Kekerasan itu yang pertama di Hong Kong sejak  dikembalikan ke Tiongkok. Bahkan Komunis Tiongkok  menyebut aksi protes 12 Juni sebagai aksi “kerusuhan”.

Pengunjuk rasa meminta penyelidikan dan menargetkan kepada Han Zheng. Ia adalah anggota Komite Tetap Politbiro Komunis Tiongkok. Ia juga sebagai kepala Kelompok Koordinasi Pusat untuk Urusan Hong Kong dan Makau. 

Aktor lainnya adalah Zhang Xiaoming, Direktur Kantor Urusan Hong Kong dan Makau. Kedua orang ini secara terbuka mendukung RUU Ekstradisi. Isinya mengusulkan agar orang-orang dapat diekstradisi ke daratan Tiongkok untuk diadili.

Sebuah konferensi pers yang diadakan oleh anggota dewan pan-demokratik mengutuk polisi memberikan tunjangan bagi tersangka mafia untuk menyerang warga setempat. (Poon Zaishu / The Epoch Times)

To Ka Lun, anggota dewan legislatif Hong Kong dari daerah Yuen Long, mengatakan,  penduduk Yuen Long telah menerima jawaban “jika Anda takut, jangan keluar.” Hal demikian diterima ketika mereka menelpon aparat kepolisian. Kadang-kadang, hotline polisi 999 dibiarkan tanpa pengawasan. Polisi Hong Kong bahkan tidak kelihatan hidungnya selama lima jam sejak pengaduan warga. 

Klip video yang viral di internet menunjukkan adanya polisi berbalik arah. Ia bahkan meninggalkan sebuah lokasi di mana sejumlah lelaki berbaju putih memukuli warga. Wartawan Hong Kong lantas bertanya-tanya apakah polisi berkolusi dengan gangster lokal. 

Sebagian besar toko sudah tutup pada sore hari di kawasan Yuen Long pada hari Senin itu. Kawasan Yuen Long telah berubah menjadi kota hantu.  Warga setempat sudah saling bertukar informasi tentang adanya potensi pertikaian di antara gangster Yuen Long. Beberapa dari gangster ini tidak senang kepada yang lainnya menolak RUU ekstradisi dengan menggunakan kekerasan di stasiun kereta.

Mengutuk Kekerasan Gangster Sebagai Serangan Teroris

Sebanyak dua puluh empat anggota parlemen pro-demokrasi Hong Kong, mengeluarkan pernyataan bersama.  Mereka mengutuk keras kolusi antara polisi Yuen Long dan gangster. Mereka menuduh polisi membiarkan gangster memukuli warga biasa selama berjam-jam. 

Mereka juga mempertanyakan mengapa polisi membiarkan sekelompok besar gangster dengan batang logam dan pisau berkeliaran dengan bebas. Mereka juga mempertanyakan apakah  tindakan “menggunakan warga untuk memerangi warga.” Mereka mempertanyakan, perintah Komunis Tiongkok yang ditaati oleh pemimpin Hong Kong Carrie Lam. 

Mereka menuntut digelarnya komite investigasi independen. Mereka menyerukan Stephen Lo Wai Chung, Komisaris Polisi Hong Kong agar segera mengundurkan diri. 

Anggota Dewan Legislatif Hong Kong, Au Nok-hin menggambarkan kekerasan Yuen Long sebagai “terorisme nasional.” 

Au menyebut bahwa pemerintah Hong Kong menggambarkan pemrotes sebagai “penyerang kekerasan” akan tetapi menyebut kekerasan Yuen Long sebagai “konflik.” 

Dia mengatakan, pemimpin Hong Kong, Carrie Lam menggunakan gangster selama gerakan payung. Kali ini, bahkan warga biasa diserang di stasiun kereta Yuen Long.

Anggota Dewan Legislatif Hong Kong, James To Kun-sun berharap para pemimpin di pemerintah pusat dapat melihat apa yang telah terjadi.  Beberapa mungkin karena kolusi jangka panjang antara keamanan publik, keamanan nasional dan gangster. 

Kekacauan Hong Kong Terhubung ke Zhongnanhai

Adalah hal yang tidak biasa ketika Carrie Lam mengaktifkan gangster lokal, menurut Dr. Victor Ng Ming Tak, Asisten Assosiasi Professor di Hong Kong Baptist University.  Dia mengatakan, Carrie Lam tampaknya telah berkolaborasi dengan musuh-musuh Xi Jinping. 

Victor mengatakan, hal pertama yang dilakukan adalah agar tetap bermalas-malasan di Kantor Penghubung Hong Kong. Kedua, menempatkan kekerasan di atas panggung di kawasan Yuen Long.  Menurut Victor, tujuannya adalah untuk menciptakan kekacauan di Hong Kong untuk memaksa kompromi politik dari Xi Jinping. 

Victor menambahkan, hal demikian justru menjadi kesempatan bagi rakyat Hong Kong melihat dengan jelas siapa yang membuat kekacauan. Termasuk meminta pertanggungjawaban secar langsung kepada mereka.

Wartawan telah melihat dengan mata kepala mereka adanya pejabat dari Beijing dan Shanghai di antara kerumunan orang pada aksi protes pada 21 Juli lalu. 

Kekerasan Yuen Long sungguh mengejutkan pusat pemerintahan Komunis Tiongkok, Zhongnanhai di Beijing, menurut sumber Epoch Times dalam internal Generasi Merah Kedua. Mereka adalah orang-orang yang merupakan generasi kedua hingga tingkat tinggi Pejabat Komunis Tiongkok yang mengambil alih Tiongkok pada tahun 1949. 

Beberapa pejabat di Kantor Penghubung dan Kantor Urusan Hong Kong dan Makau mungkin bakal dihukum karena menciptakan kekacauan di Hong Kong.

Namun, Kantor Penghubung Hong Kong mengkritik keras demonstran. Situasi di Hong Kong sulit diprediksi, kata sumber itu.

Kolumnis Hong Kong, To Kit : Petugas Polisi dan Mafia Berkolusi untuk Mengontrol Hong Kong

“Situasi telah benar-benar berubah,” kata kolumnis Hong Kong, To Kit. 

Dia mengatakan, pemerintah Hong Kong yang dipimpin oleh Carrie Lam telah menggunakan cara-cara politik yang ekstrem. Bahkan mengaktifkan mafia untuk mengendalikan masyarakat.

Ia mengatakan, sejumlah pria kaos putih mengejar dan memukuli warga dengan pakaian hitam. Lalu memukuli mereka dengan tongkat. Tidak ada keamanan atau polisi di stasiun kereta. Ini berlangsung sepanjang malam. Sudah jelas bahwa polisi, pemerintah Hong Kong, dan mafia telah membentuk aliansi. Untuk diketahui, orang yang berkostum hitam adalah yang paling banyak dipakai pemrotes.  Praktik ini tentu sangat mengkhawatirkan tentang kreadibilitas Hong Kong sebagai kota internasional.

Menurut To, kekerasan Yuen Long dan kerusuhan Kiri Hong Kong 1967 sama-sama bersumber dari kaum kiri di Hong Kong. Akan tetapi pemerintah Hong Kong ketika itu mengambil kendali secara efektif pada tahun 1967. Hingga memenangkan kepercayaan warga. 

To mengatakan : “Pemerintah ini dan pemerintah Inggris sangat berbeda dalam kemauan, keadilan, dan karakter.”

Gangsters Yuen Long Terkait dengan Mantan Kepala Eksekutif

Kolumnis Lin Baohua menyatakan bahwa gangster Yuen Long terkait dengan mantan Kepala Eksekutif Hong Kong, Leung Chun-ying.  Leung adalah anggota Partai Komunis Tiongkok  bawah tanah. Ia tahu persis pentingnya “menggunakan warga untuk memerangi warga.”

Yuen Long adalah bagian dari Wilayah baru. Warga di Wilayah baru ini dulunya adalah tuan tanah di mata Komunis Tiongkok. Namun, ketika Beijing memutuskan untuk mengambil alih Hong Kong, penduduk di Wilayah Baru adalah target pertama yang menang. 

Dalam beberapa bulan pada tahun 1984, Deng Xiaoping berbicara tiga kali. Ia mengatakan bahwa ada patriot di antara mafia. Selama dia bisa mengambil kembali Hong Kong, bahkan pemerintahan oleh pemilik budak atau penguasa masyarakat feodal akan melakukannya. Dia mengizinkan tuan tanah di Wilayah Baru untuk menjaga hak istimewa mereka.  Contohnya, seperti Kebijakan Rumah Sederhana.

Oleh karena itu, selama negosiasi antara Inggris dan Tiongkok pada 1980-an, orang-orang ini adalah kelompok “patriot” yang pertama menyambut pengambilalihan Beijing. 

Perkembangan baru di Wilayah baru ini telah memperkenalkan pemain baru. Bahkan telah mengubah Yuen Long sebagai daerah di mana para gangster menjadi aktif, karena mantan Kepala Eksekutif Leung Chun-ying.

Zeng Qinghong Mendukung Mafia di Hong Kong

Zeng Qinghong adalah mantan anggota Komite Tetap Politbiro Komunis Tiongkok. Dia adalah  anak buah mantan kepala Komunis Tiongkok, Jiang Zemin. Ia telah merekrut banyak anggota Partai Komunis Tiongkok bawah tanah. Ia telah membentuk agen mata-mata “merah” di Hong Kong. 

Teknik operasinya adalah “semakin kacau Hong Kong, maka semakin baik.” Hong Kong adalah salah satu medan perangnya untuk melawan Xi Jinping.

Mantan Wakil Presiden Tiongkok Zeng Qinghong menghadiri sesi pembukaan Kongres Partai Komunis ke-18 yang diadakan di Aula Besar Rakyat di Beijing pada 8 November 2012. (Feng Li / Getty Images)

Sebuah contoh lembaga “merah” yang didirikan Zeng Qinghong tak lama sebelum mantan Kepala Eksekutif Leung Chun-ying menjabat. Organisasi ini bernama Hong Kong Youth Care Association atau HKYCA. 

Hong Kong Youth Care Association didirikan pada 10 Juni 2012. Kelompok ini telah melecehkan Falun Gong di Hong Kong selama tujuh tahun. Cara yang mereka lakukan serupa dengan Pengawal Merah Partai Komunis Tiongkok selama Revolusi Kebudayaan. 

Menurut World Organization of Investigating the Persecution of Falun Gong atau WOIPFG, Hong Kong Youth Care Association mendapat dukungan dari Komisi Urusan Politik dan Hukum Pusat. Organisasi ini adalah cabang dari organisasi mata-mata Komunis Tiongkok di luar negeri.

Ketika Dewan Distrik, Sham Shui Po mengadakan diskusi menentang RUU ekstradisi pada 19 Juli.  Saat itu, lebih dari sepuluh orang memegang spanduk di kursi publik. Mereka berteriak serta menghina Anggota Dewan Distrik. Rapat akhirnya harus ditunda tiga kali dan  harus berakhir. 

Para pemimpin dan anggota Hong Kong Youth Care Association terlihat di antara orang-orang ini.  Termasuk orang-orang yang telah menyerang praktisi Falun Gong. Mereka pernah dihukum karena kejahatannya.

Banyak pemimpin Hong Kong Youth Care Association hadir dalam “Pawai Menjaga Hong Kong” pada 20 Juli.  Rapat umum ini adalah kegiatan yang diorganisir oleh anggota bawah tanah Partai Komunis Tiongkok di Hong Kong. Anggota Hong Kong Youth Care Association juga membagikan materi yang memfitnah dan menjelek-jelekkan Falun Gong dalam rapat umum itu.

Junius Ho Menjadi Musuh Publik

Junius Ho Kwan-yiu, anggota dewan legislatif pro-Komunis Tiongkok dari distrik Tuen Mun, terlihat berjabat tangan dengan para geng-geng berkostum putih. 

Ia sempat memberi acungan acungan jempol dan menyebut mereka “Anda adalah pahlawan saya” kepada salah satu dari mereka. Laki-laki kaos putih meresponnya, “Anda adalah idola saya.” Video ini terekam jelas dan viral di internet. 

Junius Ho Kwan-yiu pernah mengumumkan “siapa pun yang mengatakan kemerdekaan Hong Kong akan dibunuh tanpa pengampunan” pada 2017 silam. 

Banyak warga negara terganggu. Lebih dari 100 warga memprotes di kantor Junius Ho Kwan-yiu di kawasan Tsuen Wan. Warga mengkritiknya karena berkolusi dengan gangster lokal. 

Ho adalah pengacara Hong Kong Youth Care Association , menurut WOIPFG.  Kepala Hong Kong Youth Care Association, Yang Jiang juga mendukung langsung kampanye pemilihan Ho pada tahun 2017 silam. (asr)

Video Rekomendasi : 

 

Share

Video Popular