- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Bencana Besar Global 11.000 Tahun Silam

Epochtimes.com

Bencana besar sudah pernah melanda belahan dunia sejak puluhan ribu tahun silam. Adapun dataran beku di Alaska dan Siberia ternyata menyembunyikan sisa-sisa kepunahan akibat dari sebuah bencana besar yang terjadi pada masanya. Berikut diungkap lebih lanjut.   

Makam Hewan Raksasa Yang Membeku

1-1 Steak Sapi Sudah Biasa, Coba “Mammoth Steak”: Temuan Mengejutkan Di Balik Kuliner Nikmat

Fairbanks, Alaska, Amerika Serikat, adalah sebuah kota di zona dingin. Disini Anda bisa berganti selera, berpisah dengan steak daging sapi yang sudah umum dan mencoba kuliner khas restoran disini yakni “steak mamut (sejenis gajah purba)”.

Mungkin Anda akan bertanya, “Daerah beriklim dingin, dari mana ada daging gajah?” Setelah menyantap menu nikmat tersebut, pelayan restoran berkata pada Anda: Ini adalah daging mamut yang telah punah, apakah Anda merasa seperti dalam mimpi? Jika lebih lanjut dikatakan: daging ini telah membeku setidaknya 11.000 tahun lamanya, mungkin, Anda akan terperangah!

Di dataran beku di Siberia dan Alaska, masyarakat sudah terbiasa mengambil potongan daging dari jasad mamut untuk memberi makan anjing peliharaan mereka. Karena rasa penasaran, para “penikmat kuliner” pun ikut terbawa masuk ke tengah temuan mengejutkan ini:

Pada “zona maut” di lingkar arktik terkubur sejumlah besar mahluk purba yang telah membeku:

Utara Siberia, Kuburan Mahluk Raksasa Beku

Di dalam tanah beku di sebelah utara Siberia, ditemukan ribuan jasad hewan mamalia purbakala yang telah membeku. Pakar mengatakan, hewan-hewan itu langsung membeku setelah mati, dan tetap dalam kondisi membeku setelahnya, sehingga daging dan taringnya tersimpan dengan sangat baik. (1)

Sejumlah ilmuwan mengumpulkan dan meneliti virus flu yang berasal dari 11.000 tahun silam dari tubuh gajah mamut yang membeku sempurna.  Ada juga ilmuwan yang berusaha menghidupkan kembali gen mahluk raksasa purba itu, Untuk mewujudkan impian “Jurassic Park.” Disini sepertinya adalah sebuah kuburan mamut yang membeku.

Sejak zaman Romawi kuno, tempat ini selalu dikunjungi oleh para pedagang gading. Di awal abad ke-20, dalam tempo 10 tahun berhasil menghasilkan 20.000 pasang gading gajah.

Kepulauan Siberia Baru, Negeri Kepulauan dari Timbunan Gading

Kepulauan Siberia Baru terletak di dalam lingkar arktik, seorang penjelajah yang pertama kalinya mendarat di pulau itu mendeskripsikannya sebagai kepulauan yang terbentuk dari timbunan gading dan jasad mamut raksasa.

Dataran Beku Alaska, Gedung Arsip Bencana

Di dalam tanah lempung di dataran beku Alaska: di antara jasad mahluk purba yang terpelintir dan batang kayu yang malang melintang, bercampur baur bongkahan es yang mengkristal dengan gambut dan lumut. Ada bison, kuda, serigala, beruang, singa.  Jelas bahwa ada semacam kekuatan yang memaksa sekelompok hewan ini mati berkelompok. Tumpukan jasad hewan dan manusia ini, jelas tidak mungkin disebabkan oleh kekuatan alam yang biasa saja. (2)

Jasad hewan mamalia dan bison telah tercerai berai, menggumpal menjadi satu, seolah-olah terbunuh oleh satu pukulan telapak tangan dewa yang sedang marah. Kaki depan dan bahu seekor mamut dan pada tulangnya masih menempel sedikit otot, kuku dan bulunya. Leher dan kepala bison, tendon tulang belakang dan ligamen-nya masih utuh.

Hewan-hewan ini ada yang bobotnya mencapai beberapa ton, pada tubuhnya tidak terlihat bekas sayatan pisau, melainkan tercabik seperti orang-orangan dari jerami. Yang ikut menggumpal bersama tumpukan jasad tersebut adalah potongan dan serpihan pohon yang tidak beraturan dan terlilit satu sama lain, tertutup di bawah selapis pasir halus, tersimpan dalam keadaan membeku selamanya. (3)

Cepat dan tragisnya bencana yang melanda terpampang jelas. Analisa dan fakta setelahnya memberitahu kita: bencana ini belum pernah ada dalam konsepsi sebelumnya dan “terjadi pada suatu tempat pada waktu lampau yang sangat lama.” Bencana besar yang terjadi mendadak mencakupi seluruh dunia yang begitu destruktif itu, menyebabkan tidak ada manusia di masa itu yang selamat! 

1-2 Dari Pangsit yang Cepat Membeku Sampai Mamut — Lihat Kecepatan Beku dan Lingkupnya

 (Dari zona panas menjadi zona dingin, turun 45 derajat dalam 1 jam)

Kalau tadi sudah “menikmati steak gajah raksasa (mamut)”, maka mamut mungkin cepat membeku mungkin akan membuat Anda teringat pada mempercepat pangsit membeku. Mari kita analisa beberapa masalah krusial pada bencana ini dari “prinsip mempercepat pangsit yang membeku”.

Mengapa pangsit harus dibekukan dengan cepat? Jika tidak, kadar air di dalam pangsit akan membentuk kristal es yang lebih besar, yang akan secara serius mempengaruhi bentuk, kualitas dan cita rasa pangsit itu! Jadi setelah dibungkus, pangsit harus segera dibekukan 30 derajat di bawah nol agar bisa menjaga kesegarannya.

Dari “teori preservasi cepat-beku” tersebut bisa dilihat, hewan raksasa yang membeku di sekitar kutub utara itu juga mengalami “preservasi” seperti itu. Sampai disini, tak sulit bagi kita untuk memahami pernyataan pakar: “Hewan raksasa tersebut langsung membeku setelah mati, dan terus berada dalam keadaan membeku selama ini, hal ini yang membuat daging dan gadingnya tersimpan sangat baik.” (4)

Gajah mamut membeku setidaknya 11.000 tahun silam, melalui masa 11.000 tahun tanpa kerusakan, bisa dibayangkan betapa cepat terjadinya pembekuan tersebut! Apalagi gajah mamut berbobot beberapa ton akan lebih sulit dibekukan sempurna!

Ini belum sepenuhnya selesai. Fakta membuktikan, sebelum lahan ini sepenuhnya membeku, dulunya adalah sebuah dataran beriklim tropis, dengan kata lain: dalam waktu yang sedemikian singkat, dari sebuah dataran tropis berubah menjadi tundra kutub?! Berapa lama waktu sedemikian singkat itu? Sekitar 1 jam?! Suhu turun 45°C! Fakta ini tidak main-main.

Flora Fauna Tropis, Membeku di Daerah Kutub

Pada lapisan tanah beku di utara Siberia telah tergali jasad mamut berkulit kasar dan berdaging tebal.  hal ini tidak mengherankan, akan tetapi banyak hewan jenis lain yang tidak mampu bertahan hidup di daerah dingin bercampur aduk membeku menjadi satu, seperti badak, banteng, kuda, antelope, coyote, harimau bertaring tajam, singa dan lain-lain… bahkan ada juga jasad manusia!

Di Kepulauan Siberia Baru, penemuan yang paling tipikal adalah sebuah pohon buah membeku yang masih lengkap sempurna, tingginya 70 kaki, daunnya hijau dan buahnya masih melekat pada pohonnya. ini adalah khas tanaman tropis. Dan, sekarang ini di Kepulauan Siberia Baru, satu-satunya tumbuhan yang bisa tumbuh adalah pohon Willow yang tingginya hanya 1 inci. (5)

Dalam radius 500 mil dari titik kutub utara, pernah terdapat rawa yang subur. Pada Pulau Spitsbergen di wilayah Svalbard juga pernah ditemukan daun palem sepanjang 10 kaki dan juga tanaman bunga Lily air, ini adalah tumbuhan yang hanya bisa hidup di tempat beriklim hangat dengan tingkat kelembaban tinggi.

Rumput Hijau di Mulut dan Lambung Hewan Raksasa, Belum Sempat Dicerna

Saat gajah raksasa (mamut) dibedah, pada lambungnya yang telah membeku, bahkan juga di mulutnya, ditemukan makanan yang belum sempat dicerna. Lebih mengejutkan lagi adalah, jenis makanannya adalah tanaman bunga Hyacinth, Kembang Merak, Jeringau (Calamus), kacang liar dan lain-lain. Semuanya masih tersimpan dalam keadaan baik, begitu melihatnya langsung bisa diidentifikasi. (6)Tapi semua tanaman itu adalah tanaman tropis?!

Mau Tak Mau Harus Diakui, di sekitar Kutub Utara, Dulunya Adalah Padang Tropis

Fakta tidak dapat dihindari, arkeolog terkemuka Graham Hancock mengatakan: “Mau tidak mau kita harus mengakui, pada masa itu (tahun 11.000 SM), iklim di Siberia pasti hangat, bahkan cukup panas sehingga cocok untuk tumbuhnya berbagai jenis mahluk hidup…… Lalu iklim dingin tiba-tiba menerpa Siberia, yang dengan cepat membuat dataran tersebut menjadi padang beku atau Tundra.”

Dalam bencana tersebut, keseluruhan wilayah barat Alaska di Amerika, wilayah Yukon di Kanada, dan sebagian besar Siberia (termasuk Kepulauan Siberia Baru di Kutub Utara) mendadak berubah dingin, dan akhirnya seketika itu membekukan banyak gajah raksasa dan hewan mamalia berukuran besar lainnya. (7)

“Olah Otak” Tiada Akhir, dari Hangat Menjadi Beku, Suhu Turun 450 Dalam 1 Jam!

Jika bencana alam itu terjadi perlahan? Maka bunga Hyacinth, Jeringau, dan semua rerumputan zona tropis lainnya akan mati lebih dulu. Bagaimana mungkin masih berada di dalam perut dan mulut mamut? Dan hanya dengan suhu menurun tiba-tiba secara drastis, jasad hewan dan tumbuhan bisa tersimpan sangat baik, dan suhu harus mencapai 300 di bawah nol.

Maka, jika suhu udara terendah zona tropis diperkirakan 150, dan titik beku setelah penurunan suhu paling konservatif adalah minus 300, maka berarti penurunan suhu paling konservatif diperkirakan mencapai 450!

Jika proses penurunan suhu lebih dari 1 jam, maka rumput di dalam lambung gajah raksasa (mamut) akan sudah dicerna, tapi faktanya belum sempat dicerna

Apakah mungkin: hewan raksasa yang hampir mati membeku memakan rumput yang telah membeku, baru kemudian mati kedinginan? Jika demikian halnya, maka tidak akan dapat memperkirakan waktu terjadinya bencana dari makanan yang terdapat di lambung hewan, bisa jadi dalam tempo 1 hari.

Sebenarnya, dengan menganalisa lebih rinci akan didapati kecurigaan ini tidak dapat berdiri sendiri. Coba dianalisa dari “prinsip preservasi beku-cepat”: jika hewan raksasa memakan rumput yang telah membeku, maka rumput akan lebih dulu tercerna di dalam lambung.

Saat hewan tersebut mati membeku maka isi perutnya juga akan ikut membeku, rumput di dalam lambung dibekukan lagi, proses “membeku” lalu “mencair” lalu “membeku” lagi, rumput tidak akan bisa tetap terjaga segar, bahkan akan membusuk, dan tidak akan seperti kondisi saat dibedah “langsung terlihat jelas masih tersimpan dengan baik”.

Suhu udaranya menurun drastis, angin dan salju memenuhi udara, hewan raksasa yang ketakutan tidak ada tempat menyelamatkan diri. Seekor demi seekor membeku dan mati, ada yang bahkan rumput di mulutnya belum sempat ditelan, lantas kebutu membeku. Dalam tempo 1 jam, itu pun perkiraan yang paling konservatif!

Bencana alam yang mengerikan! Malapetaka yang menyapu seluruh bumi, siapa yang mampu menyelamatkan diri?

Iklim seluruh dunia saling berkaitan, adalah satu kesatuan besar. Siberia dan Alaska yang dekat dengan Kutub Utara mengalami perubahan tragis yang sedemikian ekstrim, tidak mungkin tidak berimbas ke seluruh dunia.

Kekuatan apakah yang menyebabkan petaka ini? Apa yang terjadi di wilayah lain? Mari simak uraian berikut.

1-3 Hipotesa 1: Pergeseran Besar Kerak Bumi – “Teori Kulit Jeruk” Kejutkan Einstein

Sebenarnya kekuatan apakah yang mengakibatkan terjadinya malapetaka di seluruh dunia itu?

“Hipotesa Kulit Jeruk”

Ketika Profesor Charles Hapgood meneliti peta Antartika kuno (10), dikemukakanlah hipotesa pergeseran kerak bumi (earth-crust displacement, Red.) tersebut.

Teori ini sangat berlainan dengan teori pergerakan benua (continental drift, Red.). Ia mengemukakan: keseluruhan kerak bumi kadang-kadang bisa bergerak bersamaan, ibarat kulit tebal dari sebuah jeruk yang telah longgar, setelah terlepas maka seluruhnya akan pindah posisi. (9) Disini, kami akan menyebutnya sebagai “hipotesa kuklit jeruk”.

Menurut hipotesa tersebut: kerak bumi setebal 30 mil bergeser di atas pusat bumi setebal 8.000 mil. Dataran Antartika sekarang ini, awalnya terletak sekitar 2.000 mil di sebelah utara Antartika.

Sebelum adanya peradaban manusia kali ini muncul, setidaknya sebelum tahun 4.000 SM, atau setidaknya 6.000 tahun silam dari sekarang, telah terjadi satu kali pergeseran kerak bumi, seluruh kerak bumi bergerak dan berganti posisi, mendorong dataran Antartika pada posisinya saat ini. Hal ini membuat Antartika yang tadinya beriklim hangat berubah menjadi beriklim dingin, secara perlahan tertutup lapisan es dan salju.

Pujian Einstein dan Hipotesisnya

Ide yang berani ini menyulut ketertarikan sangaat besar dari seorang fisikawan yakni Einstein, ia menulis prakata untuk buku Hapgood yang berjudul “Earth’s Shifting Crust”, dan menuliskan: “Saya kerap menerima surat dari berbagai tokoh, mengundang saya untuk memberikan pendapat atas pandangan mereka yang belum dipublikasikan. Mayoritas argumen tersebut sangat minim akan dasar ilmiah. Namun surat dari Hapgood ini membuat saya sangat bersemangat, pandangan yang sederhana namun memiliki inovasi yang sangat kaya; jika bisa ditemukan bukti yang konklusif, pandangannya ini pasti akan menimbulkan dampak yang sangat jauh dan mendalam terhadap penelitian kerak bumi.”

Einstein mengemukakan penjelasan terhadap teori “pergeseran kerak bumi: “Di daerah kedua kutub utara dan selatan, es dan salju terus menerus menumpuk, tersebar tidak merata, sehingga menimbulkan efek sentrifugal pada rotasi bumi, yang ditransformasikan pada lapisan permukaan bumi yang keras. Energi akibat dari gaya sentrifugal seperti ini perlahan akan semakin kuat; sampai pada tingkat tertentu, akan menyebabkan kerak bumi menjadi kendur, lalu mulai bergeser…” (10)

Perpanjangan Lebih Lanjut Atas Hipotesa Ini

Beberapa tahun terakhir, sejumlah akademisi mulai memperhatikan teori ini, dan lebih lanjut membuat kalkulasi ulang hingga 8.000 tahun silam, bahkan hingga 1.0000 tahun silam.

Dalam sebuah film edukasi ilmiah buatan Amerika tahun 1998 yang berjudul “The Mystery of Human Origins”, beberapa akademisi menghubungkan bencana alam yang terjadi 11.000 tahun silam di Siberia dengan yang terjadi di Alaska: dalam pergeseran kerak bumi kali ini, dalam waktu yang sangat singkat, dataran Antartika telah bergerak sejauh 2.000 mil, memasuki Lingkar Antartika; di saat yang sama Alaska dan Siberia berbelok ke arah kutub utara. Ini menyebabkan dataran yang dulunya hangat itu tiba-tiba “membeku”.

Bencana Global

Sejumlah analisa di atas: “Waktu itu Siberia dan Alaska, dalam waktu sekitar 1 jam, suhu udara turun 450C!” Maka, bisa dibayangkan: Pergeseran kerak seluruh bumi sebesar ini, tidak terhindarkan akan terjadi tsunami, menyapu seluruh dunia! Mantel magma akan ikut terbawa, setidaknya mengakibatkan sebagian gunung berapi meletus!

Banyak wilayah akan terjadi gempa besar, karena “kecepatan rotasi sudut” bumi pada berbagai garis lintang yang berbeda adalah sama, sedangkan kecepatan linear berbeda, pergeseran kerak bumi pasti akan mengakibatkan perubahan “kecepatan rotasi linear” pada lempeng benua, menyebabkan tabrakan dan himpitan antar lempeng, dan terjadi gempa besar!

Gunung es yang tadinya berada di kutub, mencair saat memasuki dataran yang hangat, permukaan laut naik menjadi tinggi, dataran pun tenggelam! Zona panas memasuki zona hangat, zona hangat bergeser ke zona panas… ekosistem di bumi mengalami pukulan yang bersifat destruktif, berbagai mahluk hidup musnah secara massal! Jika dalam waktu 1 jam terjadi perubahan seperti itu, maka mayoritas kehidupan dan spesies akan punah.

Siberia dan Alaska membeku secara tiba-tiba, adalah fakta yang sudah tidak bisa dibantah. Sementara “hipotesa kulit jeruk” hanyalah semacam penjelasan, adakah “hipotesa” lain yang menjelaskan penyebabnya? Mari kita simak kelanjutannya.

NB: Ketika Hapgood meneliti peta kuno, pada tahun 1513 telah ditemukan peta dataran Antartika sebelum tertutup lapisan es yang digambar “berdasarkan catatan sebuah naskah kuno” sebelum dieksplorasinya benua tersebut, yang sangat menyerupai peta topografi Benua Antartika di bawah lapisan esnya yang digambarkan dengan pencitraan jarak jauh satelit. Ia mengemukakan hipotesa pergeseran kerak bumi untuk menjelaskan perubahan di Antartika, dan mendapat dukungan kuat dari Einstein.

1-4 Hipotesa Yang Diumpan: Asteroid Menabrak Bumi Hingga Melenceng?

Artikel di atas mengatakan: sebelum masyarakat manusia kali ini memasuki peradaban, dari beberapa lembar peta kuno yang digambar sekitar 6000~12000 tahun silam, telah secara presisi menggambarkan dataran Antartika, dan posisinya terletak pada posisi titik kutub. (11)

(Pertanyaan) Untuk menjelaskan perubahan pada Benua Antartika, Hapgood telah mengemukakan hipotesa pergeseran kerak bumi: kerak bumi telah bergeser sekitar 2.000 mil (sekitar 30°), menyebabkan Benua Antartika memasuki Lingkar Kutub Selatan, dan diselimuti oleh es dan salju.

Namun, pada peta kuno, Benua Antartika yang kala itu belum tertutup salju itu, terletak pada posisi kutub sekarang. Tidak mengalami pergeseran yang besar. Itu berarti Antartika pada 11.000 tahun silam, bukan merupakan daerah dingin?!

Empat Musim dan “Tingkat Kemiringan” Bumi?

Kita semua tahu: Kutub Utara dan Kutub Selatan adalah dua buah kutub bumi, di sana sangat dingin, bukan karena keduanya adalah kutub, melainkan karena sinar matahari yang miring, energi yang diserap sangat sedikit, sedangkan di wilayah khatulistiwa sinar matahari menyorot tegak lurus.

Jadi energi yang diserap sangat banyak, maka sangat panas. Kini bumi mengelilingi matahari dalam “posisi miring” (miring dari ekliptika), jadi zona yang hangat memiliki perubahan empat musim; jika bumi mengelilingi matahari secara tegak lurus (sudut 0° dari ekliptika).

Semua wilayah tidak mengalami perubahan sinar miring atau tegak lurus matahari, hampir tidak ada perubahan empat musim (hanya ada jauh dekat dengan matahari, perubahannya sangat kecil).

Jika bumi lebih miring sedikit, lebih miring sekitar 20°, jika digabungkan dengan iklim global 11.000 tahun silam yang lebih hangat daripada sekarang. maka wilayah kutub utara dan selatan adalah wilayah yang agak hangat. Maka kutub utara dan selatan pada masa itu terletak di posisi kutub yang sama dengan sekarang.

Suatu Pandangan Baru: Asteroid Menabrak Miring Bumi?

Apakah ada kemungkinan ini: suatu kekuatan memaksa poros bumi berubah 20°, menjadi posisi saat ini? Sebuah asteroid menabrak bumi, yang kemudian “posisi yang miring ditabrak lurus sekitar 20°, menjadi seperti sekarang ini?

Jika demikian, maka akan memicu melapetaka yang lebih besar, gempa bumi, tsunami, letusan gunung berapi, dikhawatirkan sangat sedikit mahluk yang tersisa. Tentunya, ini hanya suatu hipotesa yang tidak matang, pada dasarnya hanya bisa menjelaskan posisi kutub utara dan selatan di bumi. Peta kuno adalah salah satu buktinya.

Bukti Lainnya

Di sebelah utara Siberia, semakin ke arah utara, akan didapati semakin banyak jasad gajah raksasa dan hewan-hewan lainnya! Terbalik dengan yang diprediksi. (12) Ini berarti iklim pada masa itu, semakin ke kutub utara, semakin hangat.

Jika waktu itu posisi rotasi bumi adalah “miring sekitar 20°” dibandingkan dengan saat ini, maka akan terjadi kutub utara dan selatan bukanlah tempat yang paling dingin, tapi sebaliknya adalah tempat yang paling hangat.

Legenda dari Suku Pedalaman Kuno

Di sejumlah suku pedalaman kuno, beredar legenda sejarah ini, mencatat iklim yang tiba-tiba berubah menjadi dingin. Seperti legenda dalam ajaran Zoroastrianisme atau Majusi yang berasal dari Persia : “Di surga musim panas yang tadinya terjadi 7 bulan setiap tahunnya, dalam seketika berubah menjadi padang gersang yang tertutup salju. Setiap tahun selama 10 bulan berubah menjadi musim dingin yang menggigil.”(13)

Di dalam “ingatan” sejumlah suku bangsa, juga beredar cerita tentang malapetaka yang melanda bumi. Bencana kedua terakhir yang dikisahkan, selalu adalah musim dingin menggigil yang tiba-tiba melanda.

 (Note : Dari lebih 500 legenda (epic) rakyat di seluruh dunia, serempak menyebut “banjir besar” adalah bencana yang melanda bumi sebelumnya, sangat sedikit ada catatan tentang bencana kedua terakhir yang terjadi.”

Kekuatan ajaib apakah yang menyebabkan kutub utara dan selatan mendadak menjadi dingin? Artikel ini hanya menyediakan suatu penjelasan yang berani, dengan tujuan menjadi umpan untuk menarik munculnya pendapat lain, menstimulus ide baru yang orisinil dari pembaca sekalian. (SUD/WHS/asr)

  1. Frank C. Hibben, The Lost Americans, cited in The Path of the Pole, p258.
  2. Ibid p275ff.
  3. Ibid p275ff.
  4. Graham Hancock, “Fingerprints of The God”, tahun 1995.
  5. Frank C. Hibben, op cit p258.
  6. Frank C. Hibben, op cit p256.
  7. Ivan T. Sanderson, “Riddle of the Quick-Frozen Giants”, Saturday Evening Post, Jan 16, 1960, p82.
  8. Graham Hancock, “Fingerprints of The God”.
  9. Frank C. Hibben, op cit p258.
  10. Frank C. Hibben, op cit, p256.
  11. Graham Hancock, loc it
  12. Graham Hancock, loc it
  13. Graham Hancock, loc it

Referensi: 

1: Charles H. Hapgood, Earth`s Shifting Crust: A Key to Some Basic Problems of Earth Science, Pantheon Books, New York, 1958.

2: Prakata dari Einstein untuk Charles H. Hapgood, Earth`s Shifting Crust: A Key to Some Basic Problems of Earth Science, Pantheon Books, New York, 1958, pp.1~2.

 3:Graham Hancock, “Fingerprints of The God”.