Erabaru.net. Kekecewaan akibat cinta bisa melukai kita dengan sangat mendalam dan sangat lama, bahkan mungkin akan teringat seumur hidup.

Inilah yang terjadi pada Adrian Pierce, seorang pria berusia 60 tahun yang tinggal di Toronto, Kanada, yang mengalami patah hati karena pacar masa remajanya. Dia dan Vicki Allen bertemu di sekolah menengah dan mulai berkencan pada tahun 1970-an.

Untuk Natal tahun 1971, Vicki memberi Adrian hadiah yang dibungkus dengan kertas biru metalik dan, pada hari yang sama, Vicki memutuskan hubungannya dengan dia karena dia bertemu dan mencium anak laki-laki lain ketika membeli hadiah.

Benar-benar putus asa, Adrian kembali ke rumah, melemparkan paket itu di bawah pohon keluarga dan memutuskan bahwa dia tidak akan pernah membukanya.

Selama 47 tahun, dia menepati janjinya dan terus menempatkan paket itu dengan sisa hadiah Natal bahkan setelah dia menikah dan setelah anak-anaknya lahir.

Tahun lalu, Adrian memutuskan untuk berbagi kisah tentang paket misterius dan tradisinya di jejaring sosial dan kemudian kisahnya menjadi viral.

Yang pasti tidak saya duga, adalah bahwa berita itu akan sampai ke Vicki sendiri, yang sekarang tinggal hampir 5.000 kilometer jauhnya, di British Columbia.

Berkat teman bersama, para tokoh dalam kisah ini kembali mengadakan kontak setelah hampir setengah abad berpisah.

Seperti dilansir The Sun , Vicki mengatakan dia terkejut bahwa Adrian telah menyimpan hadiah itu selama puluhan tahun.

Meskipun pada awalnya dia tidak yakin, dia memutuskan untuk mengundangnya bersama istrinya sehingga bersama-sama mereka dapat membuka paket di acara amal dan menutup kisah yang luar biasa ini.

Akhirnya, misteri itu terungkap dan diketahui bahwa di balik pembungkus biru itu, ada sebuah buku berjudul “Cinta Adalah: Cara-Cara Baru Untuk Mengenali Perasaan Itu.”

Dalam sebuah wawancara untuk jaringan televisi CTV News , Adrian mengakui bahwa dia “tidak membenci Vicki” dan bahkan mengakui bahwa mereka telah berhasil meninggalkan masa lalu dan menjadi teman.

“Vicky dan istri saya sekarang berteman. Kami berada di tempat yang indah di mana kami hanya bisa merasakan cinta,”tambah Adrian. Ketiganya bersama-sama menulis buku tentang sejarah hadiah itu dan publikasinya sukses.

Tanpa ragu, pengalaman Adrian adalah contoh yang jelas bahwa rasa sakit dapat menjadi kasih sayang dan, seiring waktu, adalah mungkin untuk menyembuhkan luka hati dan memberi kesempatan untuk membuka diri terhadap sebuah persahabatan baru. (Jul)

Sumber: ctvnews.ca

VIDEO REKOMENDASI

Share

Video Popular