- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Massa Demonstran Hong Kong Di Tengah Kekhawatiran Meningkatnya Siklus Serangan Kekerasan

Reuters/The Epochtimes

Otoritas Hong Kong mulai meningkatkan keamanan di sekitar kantor perwakilan utama penghubung Beijing di kota itu pada 28 Juli lalu.   Penjagaan ketat ini ketika massa mulai kembali  berkumpul untuk menggelar aksi protes. Demonstran mengecam keras meningkatnya siklus kekerasan terhadap mereka.

Melansir dari Reuters, Pihak berwenang mengatakan 11 orang telah ditangkap pada 27 Juli lalu.  Polisi menangkap demonstran atas dalih penyerangan, kepemilikan senjata ofensif dan perakitan ilegal di distrik utara Yuen Long, dekat dengan perbatasan dengan Tiongkok.

Pawai hari Sabtu lalu, menolak larangan polisi untuk menggelar aksi pawai. Aksi digelar di Kawasan Yuen Long untuk memprotes serangan terhadap demonstran. Serangan terakhir, berasal dari anggota gangster di stasiun kereta api pada akhir pekan sebelumnya.

Tetapi protes hari Sabtu berakhir dalam adegan kekerasan. Pasukan polisi anti huru hara bereaksi agresif. Pasukan ini bergerak untuk membubarkan puluhan ribu demonstran. Polisi menyerang demonstran dengan gas air mata, peluru karet dan granat spons untuk mengendalikan massa.

Kemudian, aparat polisi menyerbu stasiun kereta yang sama dengan tempat diduga sebagai serangan gangster seminggu sebelumnya. Polisi lagi-lagi, memukuli pemrotes dengan pentungan. Akibatnya, meninggalkan beberapa orang berlumuran darah. Pihak berwenang rumah sakit mengatakan 24 orang terluka dan dua orang lainnya mengalami luka serius.

Ribuan pengunjuk rasa, banyak yang berpakaian hitam-hitam, berkumpul di taman pusat kota pada 28 Juli lalu. Massa sebelum memulai pawai menolak pembatasan polisi di tengah teriakan “Polisi hitam. Memalukan.”

Beberapa demonstran mengangkat spanduk yang bertuliskan : “Kami bangkit sebagai kesatuan, kami berjuang sebagai kesatuan.” Spanduk lainnya bertuliskan : “Hentikan kekerasan.”‘

Seorang warga kepada Reuters mengatakan, ia selalu datang ke setiap aksi protes. Ia mengaku  tak pernah memakai masker. Warga bernama Phong Luk ini, ikut aksi dengan setelan Spider-Man untuk menyesuaikan dengan kostum putranya yang berusia 6 tahun.

Ia mengatakan, dirinya  tidak melakukan kesalahan. Sedangkan, pihak yang berkuasalah melakukan kesalahan. Oleh karena itu, tidak ada yang bisa dilakukan kecuali Carrie Lam mengundurkan diri. Karena dia jelas tidak dapat memimpin Hong Kong. 

Pada 21 Juli lalu, para pengunjuk rasa mengepung kantor perwakilan utama Beijing. Kantor ini dikenal sebagai Kantor Penghubung di kota itu. Aksi massa yang menggeruduk kantor ini memicu kemarahan Komunis Tiongkok.

Media corong Komunis Tiongkok menggambarkannya sebagai “tantangan besar bagi pemerintah pusat” yang tidak akan ditoleransi.

Pada tanggal 28 Juli, tembok barikade berisi air didirikan di sekitar gedung, dan beton di trotoar. Perisai plastik bening juga menutupi lambang nasional Komunis Tiongkok yang menjadi sasaran demonstran seminggu sebelumnya.  Polisi anti huru hara ditempatkan di dalam gedung itu. Sementara, kendaraan dan pemandu wisata dikerahkan ke jalan-jalan terdekat.

Protes selama dua bulan terakhir telah memicu krisis politik paling serius bagi Hong Kong. Aksi protes ini terjadi sejak kembalinya dari pemerintahan Inggris ke Tiongkok pada tahun 1997 silam. Ketika itu disepakati untuk menjamin hak dan otonomi khusus Hong Kong.

Aksi protes dimulai dengan gerakan untuk menolak undang-undang ekstradisi. Protes warga menolak  memungkinkan penduduk Hong Kong dikirim ke Tiongkok untuk diadili. Aksi protes berkembang meluas. Warga menuntut  pengunduran diri pemimpin Hong Kong yang didukung Beijing Carrie Lam.

Warga Hong Kong menyerukan demokrasi secara total. Warga menyerukan penyelidikan independen terhadap kepolisian yang bertindak berlebihan terhadap demonstran. (asr)

Video Rekomendasi :