Erabaru.net. Sejak awal peradaban manusia, kelainan genetik telah membingungkan orang tua dengan kejutan yang tidak diinginkan. Anak-anak yang berbeda dari yang lain selalu diperlakukan berbeda.

Akan menjadi nasib buruk, jika anak-anak itu menjadi kesulitan menjalani hidup, namun di sisi lain, merupakan keberuntungan besar bagi anak-anak tersebut untuk bisa berpartisipasi dalam pertunjukan populer, dan beberapa bahkan menjadi selebriti sejati.

Pada tahun 1898, penduduk kota mempekerjakan Fanny Mills untuk menginjak puntung rokok yang dibuang orang.

Fanny Mills dilahirkan dalam keluarga imigran Inggris yang menetap di Ohio, Amerika Serikat, pada tahun 1860. Tidak diketahui dengan pasti kapan orangtuanya pertama kali memperhatikan anomali itu, tetapi diyakini kondisi tidak biasa pada kakinya disebabkan oleh tekanan yang dialami sang Ibu selama masa kehamilan.

Selama kehamilan, Ibu dari Fanny harus merawat anak kuda dengan anggota tubuh yang terluka dan dikatakan bahwa penderitaan hewan itu mungkin mempengaruhi wanita hamil tersebut.

View this post on Instagram

📑📑📑 Milroy Disease ( or Nonne-Milroy Disease) was first described in 1891-1982. This Sindrome causes lymphedema in the foot and legs. It is a familiar disease caused by congenital abnotmalities in the lymphatic system. In the pics, Miss Fannie Mills ( aka "The Ohio Big Foot Girl" ). Informations about her, Tell us that she was a petite woman who wheighed 115 pounds (53 Kg) and she wore size 30 shoes ( US sizes!). Each foot was to be 19 inches (48,5 cm) long and 7 inches (18 cm) wide, although photos clearly show that they were bit the same size. #history #fannymills #milroydisease #milroysyndrome #sindromedimilroy #nonnemilroy #bigfeet #lymphedema #congenital #linfedemaereditario #storiadellalinfologia #lymphology #historyoflymphology #fannybrown

A post shared by BC – Fisioterapia e Linfologia (@fisioterapiaelinfologia) on

Beginilah cara orang tua menjelaskan pertumbuhan kaki putri mereka yang tidak proporsional. Pada usia yang lebih dewasa, berat badan Fanny sedikit di atas 50 kilogram, tetapi sangat sulit baginya untuk bergerak akibat ukuran kaki dan pergelangan kakinya.

View this post on Instagram

Fanny Mills (1860-1892) began to have painful symptoms of Milroy’s Disease – swelling and fluid building, commonly in the legs, caused by congenital abnormalities in the lymphatic system – at a very young age. She required a size 30 shoe. Her feet grew to be about nineteen inches long and seven inches across. She had to wear pillow case socks. She found walking to be very painful and couldn’t do it unassisted. __________________ She had a dowry of $5,000 cash and a successful farm, should any man want to marry her. Her father was desperate to marry her off. She found her love in William Brown and married him. She began displaying herself on the freak show circuit and was a big hit.  She pulled in about $150/week. She gave birth to a stillborn baby in 1887 and her health began to fail. She was forced to retire in 1892. She died later that year. #weekofspecialladies #weekofspecials #fannymills #lohfannymills #milroysdisease #bigfeet #circuit

A post shared by The women of the past. (@ladies_of_history) on

Kondisinya dikenal sebagai penyakit Milroy , yang mempengaruhi sistem limfatiknya.

Pasien dengan diagnosis ini ditandai oleh produksi cairan yang berlebihan, pembengkakan parah dan pembentukan kista dan tumor, yang mengarah pada deformasi kaki.

Informasi tentang “Bigfoot Girl” dengan cepat menyebar ke seluruh Ohio dan negara bagian terdekat. Mills mulai berpartisipasi dalam pameran sejak 1885 pada usia 25 tahun. Asistennya adalah seorang perawat, Mary Brown, yang membantunya bergerak dan memantau kondisinya.

Gadis manis dan sederhana itu hampir tidak memikirkan kehidupan pribadinya, tetapi saudara lelaki Mary, William Brown, melamarnya dan mereka hidup dalam kedamaian.

William menemani istrinya dalam tur, tetapi harus membawanya pulang pada tahun 1892: Fanny jatuh sakit dan dokter tidak bisa berbuat apa-apa. Dia meninggal pada tahun yang sama. Satu-satunya anak pasangan itu, yang lahir pada tahun 1887, juga tidak selamat.

Karirnya sangat singkat, tetapi Fanny dengan cepat menjadi favorit publik dan menunjukkan bahwa perbedaan fisik tidak berarti menjadi hal yang menghalangi seseorang untuk hidup damai dan membentuk rumah tangga.

Sumber: Fabiosa

VIDEO REKOMENDASI

Share

Video Popular