Erabaru.net. Seorang remaja telah didiagnosis dengan kelainan genetik yang membuatnya tumbuh besar dan ibunya masih tidak yakin apakah ia tidak akan tumbuh kembali.

Broc Brown, 19 tatahun, pada 2016 secara resmi dinyatakan sebagai remaja tertinggi di dunia dan tumbuh dengan kecepatan luar biasa 15 cm per tahun.

“Menurutku, Broc sekitar 1,57 meter ketika dia masih di taman kanak-kanak,” kata ibunya. “Ketika dia di sekolah menegah pertama, tingginya sekitar 1,82 meter dan di sekolah menegaha atas tingginya sudah 2,13 meter. Dia bisa dengan mudah tumbuh 15 cm dalam setahun.”

(Foto: Theladbible.com)

Semua pakaian dan sepatu Broc dibuat khusus dan kaus kaki untuk menutupi ukuran kaki mereka yang sangat besar, 28 dengan biaya 18 dollar (sekitar Rp 252 ribu) per pasang. Selain itu, ia juga memiliki tempat tidur dengan panjang 2,50 meter dan kursi khusus yang harganya 1000 dollar (sekitar Rp 14 juta).

Brown didiagnosis mengidap sindrom Sotos, yang dikenal sebagai gigantisme, ketika dia baru berusia lima tahun. Pada saat itu, ibunya memberi tahu dia bahwa dia tidak akan hidup melampaui masa remajanya. Namun, dokter meyakinkan keluarga bahwa mereka berharap untuk hidup normal.

Selain hidup dengan kondisi bahwa tubuhnya sangat tinggi, ia juga menderita masalah belajar, jantung, lengkungan tulang belakang dan penyempitan tulang belakang.

(Foto: Theladbible.com)

“Di satu sisi rasanya seperti raket tenis besar menembus bagian belakang,” kata Brown. “Aku melakukan sesuatu untuk menghentikan kerusakan, tetapi itu membuatku merasa seperti ada jarum yang menembusnya, sulit untuk dirawat.”

Seperti kebanyakan hal dalam kehidupan bocah ini, semuanya dalam skala yang lebih besar, termasuk tulang.

“Ketika dia marah, dia menjadi gila. Tidak perlu dua detik untuk melubangi dinding. Ini bisa sangat berbahaya jika dia tidak dalam pengobatan dan kemampuan untuk tenang,” kata ibunya.

Menurut laporan yang diberikan, kondisi ini mempengaruhi satu dari 15.000 orang.(yn)

Sumber: Fabiosa.es

Share

Video Popular