- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Walikota di Meksiko Dipaksa Berpakaian Seperti Wanita Karena Gagal Memenuhi Janji Kampanyenya

Erabaru.net. Politisi selalu membuat janji selama kampanye pemilihan yang tidak bisa mereka tepati, tetapi pemilih tidak pernah menuntut atas kebohongannya.

Nah, penduduk di kota kecil Meksiko baru-baru ini memutuskan untuk memberi pelajaran kepada walikota mereka karena gagal memenuhi janji kampanyenya dengan mengaraknya dengan pakaian wanita selama empat hari berturut-turut.

Javier Sebastián Jiménez Santiz memenangkan pemilihan walikota di Kota Huixtán dengan janji memperbaiki sistem air setempat, tetapi gagal memenuhi harapan konstituennya.

Bulan lalu, setelah muak dengan alasan dan janjinya, penduduk setempat menyerbu masuk ke kantor walikota dan mendandani Santiz dan wakilnya Luis Ton dengan pakaian wanita.

[1]

Walikota Santiz harus mengenakan rok panjang hitam dan blus putih dengan ruffles dan sulaman bunga, sementara Ton diberi gaun merah muda cerah dengan bintik-bintik putih.

Kedua pejabat itu diarak berkelilingg Kota Huixtán selama empat hari, mulai 30 Juli, di depan kerumunan penduduk setempat yang memegang papan tanda mengecam kegagalan mereka.

[2]

Dan seolah-olah harus mengenakan gaun wanita berwarna cerah di depan umum tidak cukup memalukan, kedua pejabat itu dipaksa untuk menghentikan pengendara mobil dan meminta sumbangan kepada mereka untuk merealisasikan proyek yang telah mereka janjikan selama kampanye mereka.

[3]

Dalam sebuah wawancara dengan wartawan lokal, Santiz yang terlihat tidak nyaman dapat didengar menjelaskan bahwa ia bermaksud untuk menghormati janji kampanyenya tetapi tidak dapat melakukannya karena dana yang diperlukan – 3 juta peso (sekitar Rp 2,2 miliar) – telah dialihkan ke yang lain. Namun, ketika dia berbicara, orang-orang di sekitarnya dapat didengar menyuruhnya berhenti berbohong …

[4]

Orang-orang Huixtán sekarang meminta penyelidikan apakah walikota mereka telah menilep dana yang dia klaim dialokasikan untuk yang lain. Santiz mengklaim dia tidak bersalah, tetapi mengatakan bahwa dia tidak akan menolak penyelidikan. Ya, dia tidak bisa berdebat dengan orang-orang yang mengenakan rok dan blus, bukan?

Foto-foto dari dua pejabat Meksiko yang diarak dalam pakaian wanita dan harus meminta sumbangan dari orang-orang biasa untuk memenuhi janji kampanye mereka telah melakukan putaran di media sosial selama berhari-hari.

Orang-orang pada umumnya memuji inisiatif warga Huixtán dan mengatakan bahwa pemerintah daerah mereka sendiri layak mendapatkan perlakuan serupa.

Mempermalukan pejabat lokal di hadapan publik tidak jarang terjadi di Amerika Tengah dan Selatan.

Tahun lalu, orang-orang Chichiquila menyandera walikota dan menuntut uang tebusan untuk pembebasannya, setelah ia juga gagal memenuhi janji kampanyenya.

Juga pada tahun 2018, penduduk San Buenaventura, sebuah kota kecil di Bolivia utara, menyandera walikota karena melakukan pekerjaan yang buruk untuk melayani mereka.

Namun, inisiatif khusus ini tampaknya telah menjadi bumerang, karena para wanita Huixtán tersinggung karena fakta bahwa pakaian mereka digunakan untuk mempermalukan para pejabat. Mereka mengklaim telah terjadi didiskriminasi …(yn)

Sumber: Odditycentral

Video Rekomendasi: