- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Di Masa Depan, Gigi Berlubang Tidak Perlu Ditambal, Dapat Meregenerasi

Xie Yunliang

Haruskah menambal gigi saat gigi berlubang, apa tidak bisa membiarkannya tumbuh kembali seperti ekor kadal?  Sebuah penelitian menemukan bahwa obat yang digunakan untuk mengobati penyakit Alzheimer ternyata dapat meregenerasi gigi.

Karies gigi dapat ditambal dengan material amalgam berbahan dasar logam, di mana komponen utamanya dibagi atas cairan atau juga disebut liquid dan bubuk. 

Namun, itu semua merupakan material luar dan tidak dapat diintegrasikan dengan gigi. Jika waktu tambal gigi sudah berlangsung lama, gigi tidak digunakan dengan benar, atau dokter tidak menambalnya dengan baik, bahan untuk menambal gigi mungkin akan aus dan jatuh. Kemudian gigi berlubang lagi, dan bahkan gigi akan dicabut.

Gigi kita memiliki kemampuan untuk regenerasi, tetapi dengan efektivitas terbatas. Gigi hanya dapat menumbuhkan dentin yang sangat tipis dan memperbaiki lubang kecil. 

Namun, sebuah studi di King’s College London menemukan bahwa obat untuk mengobati penyakit Alzheimer dapat meningkatkan regenerasi dentin dan membantu memperbaiki kerusakan gigi.

Dentin adalah jaringan kalsifikasi yang terdapat dalam tubuh manusia yang hadir bersama dengan sementum, pulpa dan enamel.  Semua itu membentuk struktur tahan terkuat dan paling lama dalam tubuh kita dikenal sebagai gigi. 

Dentin adalah lapisan kedua pada gigi di bawah enamel. Memiliki taburan enamel terletak di mahkota dan duduk di dalam sementum pada akar.

“Kami memiliki metode sederhana untuk meregenerasi gigi yang sangat cocok untuk memulihkan secara alami rongga gigi besar. Ia dapat membentuk kembali dentin dan melindungi pulpa,” kata Paul Sharpe penulis utama studi dan profesor biologi kraniofasial di Lembaga Gigi, King’s College London.

Untuk penelitian itu, Sharpe dan rekan-rekannya menempatkan spons kolagen yang dapat luruh secara biologis dan dilapisi dengan dosis rendah Tideglusib ke suatu lubang yang dibor ke dalam gigi tikus.

Karena spons terbuat dari kolagen, ia meluruh seluruhnya dan digantikan dengan dentin baru menuju kepada perbaikan lengkap dan alamiah 6 minggu kemudian. Tideglusib adalah antagonis molekul kecil GSK3 dan telah diuji sebagai pengobatan penyakit Alzheimer’s, tapi kemujarabannya untuk itu masih harus dibuktikan.

Metode baru itu tidak memungkinkan pasien untuk sepenuhnya menghindari “mata bor” dokter gigi karena walaupun terdengar menjanjikan, proses baru itu belum akan hadir di tempat-tempat praktik dokter gigi.

Karena hasilnya pada hewan masih pada tahap awal, pihak American Dental Association mengatakan masih terlalu dini untuk mengetahui apakah pendekatan itu memiliki potensi penerapan klinis.

Kelompok Sharpe sedang menguji proses ini pada gigi-gigi lebih besar pada tikus.  Katanya, “Setelah itu, kami akan mengajukan persetujuan dan pendanaan untuk percobaan klinis pada manusia.”

Perlu dicatat bahwa hasil-hasil uji pada hewan belum tentu dapat diterapkan pada manusia. Studi itu dipublikasikan dalam jurnal Scientific Reports. (Jon)