Erabaru.net. Guru Samuel Isaiah atau Guru Sam terkenal karena kerja keras dan pendekatannya dalam mengajar bahasa Inggris kepada anak-anak penduduk asli di Sekolah Nasional Runchang, Muadzam Shah, Pahang, Malaysia.

Usahanya telah membawa hasil dan kesuksesan menjadi perhatian negara dan masyarakat serta menjadi contoh guru yang menginspirasi guru lain.

Guru bahasa Inggris ini adalah seorang guru yang sangat dicintai oleh semua muridnya. Sampai ketika guru Sam mengumumkan bahwa dia akan melangsungkan pernikahan, murid-muridnya yang merupakan penduduk asli ini termasuk yang paling bersemangat untuk menghadiri pernikahan ‘Santa Tuha’ (orang tua) mereka.

(Foto: Samuel Isaiah / Facebook)

Melalui halaman Facebook-nya, Samuel berbagi kisah dan foto pernikahannya yang dihadiri oleh murid-muridnya.

My 100 Orang Asli Children and My Indian Wedding!!********************************************************The year…

تم النشر بواسطة ‏‎Samuel Isaiah‎‏ في الاثنين، ٢٢ يوليو ٢٠١٩

Sam mengatakan pesta pernikahannya tersebut menjadi kenangan paling berkesan ketika itu dihadiri oleh 100 murid yang rela bepergian sejauh 200 kilometer dari Kota Muadzam Shah semata-mata untuk memeriahkan pesta pernikahannya
 
Menurut guru Sam, sebelum pernikahan, istrinya tahu betul bahwa murid-muridnya adalah yang paling penting dan bagian dari hidupnya. Istrinya juga tahu bahwa anak-anak dari penduduk asli setempat itu sudah mereka anggap sebagai anaknya sendiri.

Sam mengatakan,: “Istri saya adalah orang yang sangat pengertian dan menyambut baik-baik murid-murid saya. Dia selalu menjadi pendukung kuat dari keputusan apa pun yang saya buat dan saya sangat berterima kasih padanya. “

Saat mereka sedang mempersiapkan untuk pernikahan, murid-muridnya termasuk yang paling gembira ketika mereka membantunya membagikan kartu undangan kepada para guru di sekolah.

(Foto: Samuel Isaiah / Facebook)

 
“Jangan lupa datang ke pernikahan Guru Sam, terima kasih,” kata murid-muridnya yang berusia antara 10 hingga 11 tahun ketika dia membagikan kartu undangan kepada para guru.

Melihat kegembiraan mereka yang begitu bersemanat ingin menjadi bagian penting dari upacara pernikahan mereka,

Sam telah memutuskan untuk menyewa bus yang hanya dapat menampung 50 penumpang dengan biaya RM1.000 (sekitar Rp 3,4 juta). Tetapi berkat bantuan guru lain, biaya sewa bisa dikurangi menjadi RM700 ( Rp 2,3 juta).

Sebuah bus yang hanya bisa mengangkut 50 penumpang tidak cukup, dan karena semakin banyak lagi muridnya berkeinginan untuk menghadiri pesta pernikahan, Sam juga khawatir jika dia tidak bisa membawa semuanya.

Beberapa hari sebelum pernikahan, Sam telah menyewa bus yang lebih besar yang mampu menampung 60 siswa dengan 2 guru.

(Foto: Samuel Isaiah / Facebook)

Akhirnya, dengan bantuan beberapa guru, 100 siswa telah melakukan perjalanan 200 kilometer untuk menghadiri pernikahan Guru Sam, dan ini termasuk mantan muridnya yang sekarang duduk di sekolah menengah.

Guru Sam menulis,: “Beberapa guru membawa pasukan rugby dan tim tari, sementara murid-murid saya yang sudah bersekolah di sekolah menengah naik bus dengan membayar ongkos mereka sendiri ke pernikahan saya.”

Pernikahan Guru Sam dan istrinya menjadi sangat bermakna dan meriah pada hari itu dengan kehadiran murid-muridnya itu. Kehadiran mereka benar-benar telah menyentuh hati Guru Sam dan para tamu yang hadir.

Guru Sam menulis,: “Saya dan istri saya merasa sangat tersentuh dan hampir menangis ketika kami melihat jumlah anak yang hadir. Mereka menyambut kami dengan tangan terbuka dan memberkati pernikahan kami. “

(Foto: Samuel Isaiah / Facebook)

Murid-murid Sam sangat senang karena dapat memeriakan pernikahan yang menjadi momen bersejarah dalam kehidupan guru mereka yang tercinta.

Mereka juga bekerja keras dan berlatih untuk mempersembahkan pertunjukan tari budaya asli kepada Guru Sam dan istrinya.

Sam mengatakan,: “Pertunjukan tarian anak-anak yang imut ini sangat menawan dan menghibur sehingga mendapat tepuk tangan meriah dari para tamu. Setelah itu, banyak yang ingin berfoto bersama mereka. Mereka adalah bintang pernikahan saya. “

(Foto: Samuel Isaiah / Facebook)

Di akhir postingannya, Guru Sam menulis,: “Saya sangat bangga dan tidak akan pernah melupakan anak-anak ini seumur hidup. Mereka adalah pahlawan yang mengubah kehidupan dan saya selamanya merasa bersyukur telah bertemu mereka. Terima kasih, anak-anak. Aku cinta kalian semua. “

Selamat kepada Guru Sam dan istrinya.(yn)

Sumber: Samuel Isaiah / Facebook, Erabaru.my

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular