- Erabaru - http://www.erabaru.net -

‘Raja Baja’ Amerika Merasa Malu atas Kematiannya, Karena Masih Kaya

Erabaru.net. Ketika sekarat di ranjang rumah sakit, Andrew Carnegie marah karena dia masih memiliki 30 juta dollar, sebelum dia bisa menyumbangkan semua uang itu.

Secara total, dalam 18 tahun terakhir hidupnya, Carnegie telah menyumbangkan 90% dari asetnya atau 350 juta dollar untuk amal.

Andrew Carnegie lahir pada tanggal 25 November 1835 di Dunfermline, Skotlandia, dari keluarga penenun tekstil. Setelah pindah ke Amerika Serikat pada tahun 1848, ia melakukan banyak pekerjaan manual, lalu berinvestasi di kereta api.

Pada tahun 1889, perusahaan baja miliknya adalah perusahaan baja terbesar di dunia. Pada tahun 1901, Carnegie menjual perusahaan tersebut sebesar 480 juta dollar, atau 2,1% dari PDB AS pada waktu itu. Jika dihitung menurut PDB AS pada 2014, jumlah ini hingga 372 miliar dollar.

[1]
Potret “Raja Baja” Amerika Andrew Carnegie. (Foto: Thoughtco)

Memulai karier dari nol, Carnegie selalu mengatakan pada dirinya sendiri untuk tidak jatuh cinta pada uang. Pada bulan Desember 1868, pada usia 33 dengan pendapatan 50.000 dollar per tahun, ia menulis surat yang mengingatkan dirinya sendiri: “Pria harus menyembah sesuatu, tetapi menyembah kekayaan adalah salah satu yang terburuk.”

Di akhir surat itu, Carnegie mendorong dirinya untuk berpartisipasi dalam masalah-masalah masyarakat, terutama untuk meningkatkan pendidikan dan kondisi kehidupan kaum miskin.

Dalam esainya, The Gospel of Wealth pada tahun 1889, Carnegie menjelaskan bahwa orang kaya harus menggunakan kekayaannya untuk membantu masyarakat. Dia menulis: “Seorang pria yang meninggalkan harta sejuta dolar setelah kematiannya tidak akan disesali, dihormati atau dipuji. Kematian dengan masih menyimpan kekayaan adalah kematian yang memalukan. ”

Agar orang kaya tidak khawatir tentang “kematian yang memalukan,” Carnegie menyarankan mereka untuk melakukan amal segera dengan berinvestasi di bidang “yang tidak pernah mendapatkan perhatian yang cukup,” yaitu pendidikan.

[2]
Carnegie memandang kematian dan meninggalkan uang sebagai kematian yang memalukan. (Foto: Marceau / New York)

Pada saat itu, Carnegie sangat tertarik pada pendidikan. Ketika dia miskin, dia sering pergi ke perpustakaan umum Kolonel James Anderson untuk membaca buku secara gratis. Buku-buku inilah yang memberi pengetahuan Carnegie untuk berhasil nanti.

Ketika berhasil, ia mendukung pembukaan 3.000 perpustakaan umum di banyak negara. Selain perpustakaan, Carnegie juga mendirikan Institut Teknologi Carnegie di Pittsburgh, sekarang Carnegie-Mellon University dan banyak dana dukungan akademik.

Dalam sebuah film dokumenter BBC tentang Carnegie, mantan Perdana Menteri Inggris Gordon Brown mengatakan bahwa Carnegie mengilhami orang kaya, : “Untuk memiliki misi yang lebih jelas, untuk fokus membuat perbedaan, tidak hanya berinvestasi dalam hobi (pribadi).”

Dalam konteks pemberian sumbangan kekayaan Inggris dan Amerika, Brown mengatakan bahwa jutawan dan miliarder harus melihat contoh Carnegie untuk direnungkan. Seperti “Raja Baja” berkata: “Membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik daripada apa yang Anda lihat adalah motivasi yang mulia.”

Pada 11 Agustus 1919, Andrew Carnegie mengambil napas terakhir. Menuruti keinginannya, seluruh kekayaannya bejumlah 30 juta dollar disumbangkan ke badan amal.(yn)

Sumber: tinnhanh.dkn.tv

Video Rekomendasi: