Erabaru.net. Tidak ada lagi saudara yang selamat, Antonio Basco mengundang masyarakat untuk menghadiri pemakaman istrinya yang meninggal dalam penembakan. Basco tidak lagi merasa kesepian di antara perasaan ratusan orang asing walau di bawah cuaca yang panas tetapi dengan sabar menunggu selama berjam-jam untuk menghadiri pemakaman istrinya.

Menurut Saostar, orang yang tidak dikenal menentang panas terik 16 Agustus lalu untuk berdiri di luar Pusa Aggama La Paz untuk menghadiri pemakaman Margie Reckard, 63 tahun, salah satu dari 22 korban penembakan massal di supermarket Walmart di Kota El Paso awal bulan ini.

Kerumunan orang berkumpul di luar rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa kepada Antonio Basco – meerka adalah orang yang tidak dikenal. (Foto: Saostar)

Antonio Basco, suami Margie, mengundang masyarakat untuk menghadiri pemakaman istrinya yang telah hidup bersamanya selama 22 tahun, karena dia tidak memiliki kerabat lagi.

Setelah cerita Basco menyebar di media sosial, ratusan orang menghadiri pemakaman Margie. Menurut Buzzfeed News , lebih dari 700 orang hadir dalam pemakaman itu.

Jose Delgado, pemilik toko bunga Carter, telah membatalkan lebih dari 70 pesanan dan bergabung dengan istrinya untuk berbagi belasungkawa dengan Basco. “Apa yang terjadi sangat memilukan, tetapi cara orang-orang berkumpul begitu indah,” katanya.

Jordan Billard terbang dari Los Angeles ke Texas untuk menghadiri pemakaman wanita yang bernasib buruk setelah mengetahui tentang pengumuman Antonio.

Natalie Sanchez, 21 tahun, juga menghadiri pemakaman dan mengatakan dia terkejut ketika banyak orang mengantri untuk menghadiri pemakaman bagi orang asing.

Antonio Basco memegang peti mati istrinya dan terkejut dengan kehadiran ratusan orang yang menghadiri upacara pemakaman. (Foto: Saostar)

Sebelum memasuki rumah duka, seseorang memberi Basco hadiah yang tampaknya merupakan kaus El Paso. “Aku cinta kalian semua,” kata Basco.

Ketika orang bertambah banyak, Basco kembali lagi mengucapkan terima kasih kepada para hadirin yang menghadiri pemakaman istrinya. Orang-orang berkerumun untuk memeluk dan mendukungngnya. Basco terkejut ketika orang asing datang ke arahnya untuk menunjukkan cinta mereka dan menyampaikan belasungkawa.

Rumah pemakaman penuh dengan orang yang hadir. (Foto: Saostar)

Beberapa saat kemudian, penyanyi melewati kerumunan dan menyanyikan ‘Amor Eterno’, balada almarhum musisi Juan Gabriel. Lagu ini dinyanyikan oleh semua orang sebagai penghormatan kepada korban tragedi di El Paso. Beberapa yang hadir juga bernyanyi. Beberapa orang terisak dan tidak mampu menahan emosinya, sehingga mereka keluar dari barisan.

“ Dia menjadikanku pria paling bahagia dan paling beruntung di dunia. Tidak ada seorang pun yang lebih beruntung daripada saya di dunia ini, ”kata Basco secara emosional kepada CNN.

Pelukan orang asing dengan rasa kasih sayang yang hangat. (Foto: Saostar)

“Dia tidak punya keluarga lain. Kirim sepasang cinta kepada istrinya, ” tulis rumah pemakaman Perches, unit pemakaman Reckard, dibagikan di media sosial.

Hampir dua minggu telah berlalu sejak penembakan itu, Basco masih pergi ke peringatan di belakang supermarket tempat istrinya meninggal. Dia berlutut di depan salib, menulis nama istrinya, berdoa dan berbisik padanya.

“Aku tidak butuh apa-apa. Aku hanya membutuhkannya dan terus memintanya untuk kembali karena tahu itu tidak mungkin, ”kata Basco. Selain istrinya, dia tidak memiliki kerabat yang masih hidup.

Kehilangan istrinya, Basco tidak memiliki saudara lagi. (Foto: EPA)

Harrison Johnson, direktur pemakaman, mengatakan kepada National Public Radio bahwa sejak Basco memposting undangan bagi orang-orang untuk menghadiri pemakaman istrinya di Facebook, lebih dari 11.000 orang telah mengunjunginya.

Johnson mengatakan rumah pemakamannya hanya dapat menampung 250 orang, menyebabkan pemakaman pindah ke lokasi baru.

Situs web GoFundMe juga telah mengumpulkan lebih dari 25.000 dollar (sekitar Rp 355 juta) dalam donasi online untuk membantu Basco, yang menjalankan bisnis cuci mobil di sebuah kota di perbatasan AS-Meksiko.

Penembakan massal di supermarket El Paso oleh pria bersenjata Patrick Crusius, seorang pria kulit putih berusia 21 tahun. Setelah penangkapannya, pria itu mengatakan targetnya adalah “orang Meksiko”.(yn)

Sumber: tinnhanh.dkn.tv

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular