oleh Levi Browde 

Sebuah artikel yang diterbitkan oleh NBC sedang menyebarkan informasi yang salah, propaganda, dan kefanatikan untuk memarginalkan kelompok spiritual yang damai, hanya demi mempertajam serangan kepada media rivalnya.

Baru-baru ini, jurnalis NBC Brandy Zadrozny dan Ben Collins telah menerbitkan sebuah artikel yang salah mengartikan dan menjelekkan keyakinan dari latihan spiritual Falun Gong atau Falun Dafa. Puluhan juta orang di seluruh dunia telah mempraktikkan latihan Falun Gong.  Ada beberapa masalah yang terdapat dalam artikel tersebut.  Mari kita pertama-tama mengecek secara perlahan-lahan untuk memberantas kekejaman HAM dalam skala besar itu.

Selama 20 tahun terakhir, organisasi-organisasi besar hak asasi manusia, cendekiawan, pemerintah AS, dan pemerintah lainnya di seluruh dunia telah berulang kali menyebut penahanan sistematis, penyiksaan, dan pembunuhan para praktisi Falun Gong di Tiongkok oleh rezim Komunis Tiongkok sebagai tindakan ilegal dan tidak dapat dibenarkan. Termasuk, serangan terhadap orang-orang tak bersalah dari keyakinan yang damai oleh rezim paranoid.

New York Times, di antara outlet media besar lainnya, dengan jelas melaporkan bahwa ada setidaknya sebanyak 70 juta orang berlatih Falun Gong ketika penganiayaan dengan kekerasan berlangsung. 

BACA JUGA :  NBC News Mengulangi Serangan Propaganda Komunis Tiongkok dalam Mendiskreditkan The Epoch Times di Amerika Serikat

Seorang jurnalis Wall Street Journal dianugerahi Pulitzer Award karena membongkar kekejaman ini dan mengungkapkan bagaimana mereka dihukum oleh negara. Menurut Freedom House, ratusan ribu pengikut Falun Gong telah dijatuhi hukuman kamp kerja paksa dan kurungan penjara.

Selain itu, ada bukti luas bahwa praktisi Falun Gong ditahan secara sistematis dan dibunuh dalam skala besar, sehingga organ tubuh mereka dapat dijual demi keuntungan untuk rezim komunis Tiongkok. 

Praktisi Falun Gong mengadakan pawai di Washington pada 14 Juli 2016, menyerukan agar Jiang Zemin, mantan diktator yang menghasut penganiayaan terhadap Falun Gong di Tiongkok, untuk diadili. (Larry Dye / Epoch Times)

Media seperti BBC telah meliput kasus ini beberapa kali. Begitu juga Forbes, The Guardian, Newsweek, The Telegraph, The Wall Street Journal dan lain-lain, bahkan NBC sendiri.

Namun artikel itu mengurangi ruang lingkup dan skala semua kengerian dalam satu kalimat: “Kelompok-kelompok hak asasi manusia telah melaporkan beberapa pengikut disiksa dan dibunuh saat dalam tahanan.”

Muncul pertanyaan, apakah jurnalis NBC ini juga menyarankan “segelintir” orang yang dilaporkan tewas dalam genosida Rwanda? Mungkin juga “beberapa orang Yahudi” terbunuh dalam Holocaust?  Jika tidak, bagaimana seseorang menjelaskan tentang penganiayaan secara sistematis terhadap 70 juta orang direduksi menjadi “beberapa pengikut ?”Tetapi distorsi nyata yang dirumuskan oleh artikel ini terletak pada cara di mana keyakinan Falun Gong digambarkan.

Karakterisasi Falun Gong – sebuah latihan spiritual tradisional yang berakar  ribuan tahun dan dengan puluhan juta praktisi di Tiongkok dan di seluruh dunia – direduksi menjadi beberapa paragraf penolakan yang berasal dari klaim tiga orang narasumber : satu mantan praktisi, dua seorang profesor yang secara terbuka membela preman Komunis Tiongkok yang dituduh menyerang secara fisik praktisi Falun Gong di Kota New York, dan si jurnalis sendiri yang berprasangka dengan opininya sendiri terhadap ajaran Falun Gong.

Tidak ada diskusi nyata dengan praktisi Falun Gong saat ini, tentang bagaimana mereka benar-benar menafsirkan ajaran, atau mengecek bagaimana melihat ajaran-ajaran itu berkembang pada akhirnya, dalam kenyataan dan kehidupan mereka sehari-hari. Singkatnya, tidak ada upaya tulus untuk memahami ajaran dan keyakinan Falun Gong. 

Sebagai gantinya, beberapa jurnalis ini yang tak memiliki keahlian dalam bidang ini serta dengan agenda  jelas untuk menghina Falun Gong, tampaknya mereka hanya menghabiskan waktu mengorek ajaran-ajaran Falun Gong serta mencari kutipan  digunakan sebagai narasi untuk mereka produksi.

Praktisi Falun Gong berkumpul di depan konsulat Tiongkok untuk memperingati peringatan 20 tahun penganiayaan di Tiongkok, di New York, N.Y., pada 15 Juli 2019. (Larry Dye / The Epoch Times)

Pertimbangkan juga hal ini :  seseorang salah, misalnya, menggambarkan umat Buddha Tibet sebagai monster jika seseorang membedah tentang sebuah Kitab Tibet berjudul Bardo Thodol atau Kitab Kematian, karena ia hanya semata-mata melihat dari perspektif yang bias atau sepenuhnya menyangkal bahwa pesan dan gaya hidup menyeluruh dari umat Buddha Tibet adalah berpusat pada kasih sayang. Inilah tepatnya yang mana artikel itu dilakukan terhadap Falun Gong : Telah sepenuhnya melenceng. Lebih tepatnya, mengabaikan, prinsip-prinsip yang memandu kehidupan para praktisi Falun Gong.

Sejatinya, praktisi Falun Gong berusaha mempraktikkan Sejati-Baik-Sabar dalam karakter mereka melalui meditasi dan kehidupan mereka. Ini bukan hanya dogma atau omongan belaka, tetapi prinsip-prinsip yang membimbing dan memotivasi praktisi Falun Gong. Kami mempercayainya sepenuhnya, dan hal itu telah meningkatkan taraf kehidupan jutaan orang, membawa kebahagiaan dan keseimbangan bagi kehidupan dan keluarga kami. 

Namun artikel itu memilih untuk sepenuhnya mengabaikannya. Patut dicatat bahwa tidak ada konten yang termasuk dalam artikel disebutkan dari hampir dua jam yang dihabiskan di telepon untuk mewawancarai saya — sebagai seorang representatif dari Pusat Informasi Falun Dafa. 

Faktanya, artikel itu menyatakan: “Seorang wakil untuk Li menolak permintaan wawancara,” yang dengan jelas menyiratkan bahwa tidak ada yang membalas telepon dari para jurnalis ini. Saya membalas telepon dan berpartisipasi dalam wawancara panjang. Dan inilah sesuatu yang saya temukan benar-benar mengagetkan. Dari beberapa sumber yang langsung terhubung dari artikel ini, satu tautan langsung ke situs web pemerintah Komunis Tiongkok. Tidak ada tautan ke situs web Pusat Informasi Falun Dafa.

Jadi, mari kita perjelas apa artinya ini. Para jurnalis ini justru menganggap Partai Komunis Tiongkok, yang telah menewaskan puluhan juta orang pada masa pemerintahannya dan terus menganiaya jutaan orang, dari Uighur, hingga Kristen, hingga Falun Gong, menjadi sumber yang kredibel. 

Sementara itu, representatif untuk Falun Gong – Pusat Informasi Falun Dafa – yang situs webnya berisi banyak referensi ke laporan pihak ketiga (yaitu, Amnesty International, Freedom House, Kongres AS, Congressional-Executive Commission on China , dan lain-lain, tidak dirujuk atau bahkan disebut.

Dan akhirnya, penokohan Falun Gong  dalam artikel tersebut sarat dengan muatan distorsi yang berangkat sangat dekat dengan titik-titik propaganda resmi Komunis Tiongkok sebagai kebohongan secara langsung atau  kesalahan yang disengaja diproduksi oleh rezim Komunis Tiongkok. Tujuannya diperhitungkan untuk mengalihkan perhatian dari banyak orang dalam skala besar atas pelanggaran hak asasi manusia. Itu sangat mengganggu.

Selama 20 tahun terakhir, Komunis Tiongkok telah berusaha untuk tidak memanusiakan praktisi Falun Gong sebagai upaya sia-sia untuk “membenarkan” penyiksaan brutal dan pembunuhan warga yang damai.  Dengan mengulangi secara terus menerus kebohongan mereka secara tidak bertanggung jawab. Artikel tersebut lebih banyak membantu upaya penganiayaan daripada yang mungkin disadari oleh banyak orang.

Jika jurnalis NBC ini ingin menyerang Falun Gong, mereka seharusnya tidak berpura-pura sebagai jurnalisme investigatif. Ketika terkait konten tentang Falun Gong dan ajarannya, serta kelalaian yang tidak dapat dipercaya seputar penganiayaan di Tiongkok, tindakan ini benar-benar hanyalah  beropini belaka dengan agenda yang jelas. 

Sayangnya, tampaknya opini-opini ini dibuat untuk meningkatkan perlawanan terhadap media rivalnya. Ini adalah penyalahgunaan yang mengerikan,  merendahkan, mendegradasi dari kerja pers. (asr)

Levi Browde Adalah Direktur Eksekutif dari Pusat Informasi Falun Dafa.  Artikel ini pertama kali dipublikasikan di situs web Pusat Informasi Falun Dafa. @FalunInfoCtr

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular